• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pertamina Kaji Teknologi Distribusi Gas Bersama Jepang, Perkuat Ketahanan Energi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:11
in Ekonomi
mega

Pelaksana Tugas Harian (PTH) Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Mega Satria, menyampaikan sambutan dalam acara penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) untuk mengkaji teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF), Jumat (23/10/2026). Foto: Dokumen Pertamina

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Pertamina (Persero) menjajaki pengembangan teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF) bersama dua perusahaan Jepang, Yachiyo Engineering Co., Ltd. dan Atomis Inc.

Kerja sama ini diarahkan untuk mengevaluasi alternatif distribusi gas tanpa jaringan pipa guna memperluas akses energi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik.

BacaJuga:

Siap Hadapi Tantangan Energi ASEAN, Pertamina dan ASCOPE Perkuat Kolaborasi

Potensi Sektor Tekstil Menguat, Ekspor Produk Fesyen Tembus USD 5,9 Miliar

BNI Bukukan PPOP Rp27,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Tertinggi dalam Sejarah

Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan dalam menyalurkan energi ke wilayah dengan kondisi geografis dan infrastruktur yang beragam. Karena itu, teknologi penyimpanan dan pengangkutan gas yang tidak bergantung sepenuhnya pada jaringan pipa menjadi salah satu opsi yang dikaji untuk melengkapi sistem distribusi energi yang telah tersedia.

Kolaborasi tersebut dituangkan dalam Joint Study Agreement (JSA) yang ditandatangani pada Jumat (23/10/2026). Penandatanganan dilakukan oleh SVP Technology Innovation & Implementation Pertamina Hana Timoti, Representative Director & CEO Atomis Daisuke Asari, serta Director & Executive Officer sekaligus Head of the Business Development Division Yachiyo Engineering Kenjiro Yamanaka.

Kegiatan tersebut disaksikan perwakilan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Koordinator Keselamatan Hilir Migas Yuki Haidir, serta Duta Besar Jepang untuk Indonesia Atsushi Ueno.

PTH Wakil Direktur Utama Pertamina Mega Satria mengatakan, kolaborasi internasional dan inovasi teknologi menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan peluang bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

“Melalui kolaborasi strategis dengan mitra internasional, Pertamina berupaya mengeksplorasi solusi teknologi yang dapat mendukung diversifikasi energi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas domestik. Teknologi penyimpanan gas berbasis MOF ini memiliki potensi untuk melengkapi pilihan distribusi energi, termasuk bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa,” ujar Mega.

Ia menegaskan, studi tersebut harus dilaksanakan secara sistematis dengan tujuan, tahapan, dan hasil yang terukur. Aspek keselamatan, kelayakan teknis dan keekonomian, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengelolaan risiko akan menjadi pertimbangan utama sebelum teknologi dipertimbangkan untuk pengembangan lebih lanjut.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, perusahaan memiliki peran strategis dalam menghubungkan potensi sumber daya energi Indonesia dengan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

“Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang perlu didukung oleh solusi distribusi sesuai karakteristik negara kepulauan. Sebagai perusahaan energi nasional milik negara, Pertamina terus mengeksplorasi inovasi untuk memperkuat ketahanan energi dan memperluas akses masyarakat terhadap energi yang terjangkau,” kata Baron.

Dalam studi bersama ini, Pertamina dan kedua mitra mengevaluasi teknologi CubiTan® yang dikembangkan Atomis. Teknologi tersebut memanfaatkan material MOF berpori untuk mengadsorpsi atau mengikat molekul gas pada permukaannya. Mekanisme ini berpotensi memungkinkan penyimpanan gas metana pada tekanan lebih rendah dibandingkan sistem gas alam terkompresi konvensional.

Teknologi tersebut dikaji untuk mengetahui kesesuaiannya dalam penyimpanan dan pengangkutan gas, terutama ke wilayah yang belum memiliki akses memadai terhadap jaringan pipa. Studi juga mencakup potensi pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif untuk berbagai aplikasi yang saat ini menggunakan LPG.

Apabila hasil kajian memenuhi persyaratan teknis, keselamatan, regulasi, dan keekonomian, teknologi tersebut berpotensi memperluas pilihan distribusi gas sekaligus mendukung optimalisasi sumber daya domestik. Dalam jangka panjang, pemanfaatan gas bumi untuk aplikasi yang sesuai juga dapat menjadi salah satu opsi dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor. Namun, potensi tersebut masih memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Baron menegaskan, kerja sama ini masih berada pada tahap kajian sehingga hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan kelayakan pengembangan berikutnya.

“Inovasi harus memberikan manfaat nyata dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Karena itu, kami mengedepankan pengujian menyeluruh terhadap aspek keselamatan, kelayakan operasional, dan keekonomian. Teknologi yang dikaji diharapkan dapat melengkapi pilihan distribusi gas sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya domestik,” tambahnya.

Selain teknologi penyimpanan gas, kolaborasi ini turut mengevaluasi konsep Smart Gas Network yang dikembangkan Yachiyo Engineering dan Atomis. Konsep tersebut mengintegrasikan wadah penyimpanan gas dengan sistem pemantauan jarak jauh untuk mendukung perencanaan pengiriman dan pengelolaan konsumsi gas secara lebih terukur.

Para pihak akan mengkaji kesesuaian konsep tersebut dengan infrastruktur, kebutuhan pengguna, dan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Peluang pemanfaatan sumber gas domestik, termasuk gas berbasis biomassa, juga dapat menjadi bagian dari evaluasi sesuai dengan lingkup studi.

Kerja sama ini sejalan dengan strategi dual growth Pertamina, yakni memperkuat bisnis utama sekaligus mengembangkan peluang bisnis rendah karbon. Melalui kajian teknologi bersama mitra internasional, Pertamina berupaya mengeksplorasi solusi yang dapat mendukung ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan penerimaan masyarakat terhadap energi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. (srv)

Tags: Atomis IncKetahanan EnergiPertaminaTeknologi DistribusiYachiyo Engineering Co Ltd

Berita Terkait.

Pulihkan Ekonomi Kalbar Pascakarhutla, Menteri UMKM Gandeng Kampus Cetak Wirausaha Baru
Ekonomi

Siap Hadapi Tantangan Energi ASEAN, Pertamina dan ASCOPE Perkuat Kolaborasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:27
Lebih dari 200 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri Belum Terserap, Begini Respons Menteri PPMI
Ekonomi

Potensi Sektor Tekstil Menguat, Ekspor Produk Fesyen Tembus USD 5,9 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:15
bni
Ekonomi

BNI Bukukan PPOP Rp27,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Tertinggi dalam Sejarah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:41
brm
Ekonomi

Dirut BRMS Tambah 5,9 Juta Saham BRMS, Total Kepemilikan Jadi 11,4 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:31
bca
Ekonomi

BCA Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM di Cibubur dan Pontianak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:21
bbri
Ekonomi

Sektor Produktif Jadi Fokus, BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta UMKM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:01

OLAHRAGA

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda
Olahraga

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Editor Dilianto
Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21

INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi perjuangan Kontingen Indonesia yang berhasil meraih 15 medali emas pada Asian Para...

SelengkapnyaDetails
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10
amin

Raih 73 Medali di Asian Para Games 2026, Atlet Indonesia Didorong Dapat Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:06
kane

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026, Ungguli Mbappe dan Lamine Yamal

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:36

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5033 shares
    Share 2013 Tweet 1258
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektare di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    976 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.