INDOPOSCO.ID – Direktur Utama sekaligus CEO PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Agus Projosasmito, membeli tambahan 5.902.300 lembar saham perseroan pada Senin (26/10/2026). Transaksi tersebut menambah kepemilikan Agus di perusahaan tambang mineral itu menjadi 11.402.300 lembar saham.
Berdasarkan keterangan BRMS, pembelian dilakukan dalam dua transaksi. Agus membeli 3.543.800 lembar saham pada harga Rp422 per saham dan 2.358.500 lembar saham pada harga Rp424 per saham.
Selain Agus, lima anggota direksi BRMS lainnya juga disebut rutin membeli saham perseroan dalam 18 bulan terakhir. Secara keseluruhan, keenam direksi tersebut kini memiliki hampir 19 juta lembar saham BRMS.
Perseroan menyatakan pembelian saham oleh jajaran direksi tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek kinerja perusahaan ke depan. Optimisme itu sejalan dengan rencana peningkatan produksi dan perbaikan kinerja keuangan pada semester II 2026.
Agus mengatakan, selesainya kegiatan pushback di tambang terbuka pada Juli 2026 diharapkan mendukung peningkatan kinerja operasional perseroan pada paruh kedua tahun ini.
“Dengan telah selesainya kegiatan pushback di lokasi tambang terbuka kami di Juli 2026 lalu, kami dapat membukukan kinerja produksi dan keuangan yang lebih baik di semester kedua tahun 2026 ini,” ujarnya, dikutip Selasa (27/10/2026).
Agus menambahkan, BRMS berencana merilis laporan keuangan kuartal III 2026 pada pekan ini. Perseroan memperkirakan produksi dan pendapatan pada kuartal III akan meningkat cukup signifikan dibandingkan kuartal II 2026.
Ia juga menyampaikan bahwa perseroan menargetkan perbaikan kinerja dari rugi bersih pada kuartal II menjadi laba bersih pada kuartal III 2026. Target tersebut masih berupa proyeksi manajemen dan akan tercermin dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan.
Di sisi operasional, BRMS melanjutkan pengembangan proyek tambang emas bawah tanah di Palu. Perseroan menargetkan kegiatan penambangan bijih berkadar emas tinggi, yakni di atas 3,2 gram per ton (g/t), dapat dimulai pada pertengahan 2027.
Selain proyek tambang bawah tanah, BRMS juga merencanakan peningkatan kapasitas salah satu pabrik pengolahan emasnya dari 500 ton menjadi 2 ribu ton bijih per hari. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mulai beroperasi pada awal 2027.
Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari rencana perseroan untuk meningkatkan produksi emas dan memperkuat kinerja usaha dalam beberapa tahun mendatang.
BRMS optimistis tren perbaikan kinerja keuangan dapat berlanjut pada semester II 2026 hingga 2027 dan 2028, didukung peningkatan produksi serta pengembangan fasilitas pertambangan dan pengolahan emas.
Meski demikian, realisasi target produksi dan keuangan akan bergantung pada perkembangan operasional, penyelesaian proyek, serta kondisi usaha perseroan. (srv)

















