INDOPOSCO.ID — Keteladanan tidak lahir dari pidato semata, melainkan dari perjuangan panjang dan tindakan nyata. Semangat inilah yang mengemuka dalam PIKI Awards 2026, ajang penghargaan yang digelar Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk mengapresiasi tokoh dan pihak yang memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Mengusung tema “Terang Allah Membawa Kebenaran”, penganugerahan yang berlangsung di Jakarta, pada Minggu (25/10/2026) malam, ini mencakup delapan kategori, yakni toleransi, lingkungan, ekonomi, antikorupsi, pendidikan, kesehatan, inovasi, dan budaya, serta dua apresiasi khusus.
Ketua Umum DPP PIKI, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa organisasi tidak boleh berhenti pada gagasan, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan masyarakat luas.
“PIKI bukan hanya organisasi yang menyampaikan gagasan, tetapi juga berupaya memastikan gagasan tersebut dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata yang memberikan dampak positif bukan hanya untuk umat Kristen melainkan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” ujar Maruarar dalam sambutannya.
Ia mencontohkan perjalanan tokoh seperti Leimena, TB Simatupang, Radius Prawiro, Sabam Sirait, serta Peter Sumbung sebagai gambaran bahwa ketokohan membutuhkan proses panjang, pengorbanan, dan konsistensi.
“Perlu perjuangan panjang, butuh pengorbanan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi tokoh. Dan saya rasa, seribu pidato kalah dengan satu ketokohan yang dibangun dari proses air mata,” ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) itu.
Komitmen PIKI diwujudkan melalui berbagai forum nasional, mulai dari seminar kesehatan di Bandung, seminar dana bagi hasil di Tentena, Poso, Simposium Energi Nasional di UPH Karawaci, hingga Seminar Nasional Hukum di Jakarta. PIKI juga menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Sumatera Utara, gempa bumi di Flores, serta kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya dan Pontianak.
Di bidang kebijakan publik, PIKI menyampaikan rekomendasi terkait pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir dan pemerataan pasokan listrik di wilayah 3T kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam hilirisasi. Sementara itu, rekomendasi Seminar Nasional Hukum mengenai pemulihan kerugian korban tindak pidana, termasuk melalui mekanisme kepailitan, diterima langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Maruarar berharap penguatan organisasi dan kolaborasi dapat membawa PIKI memasuki masa keemasan dalam lima tahun mendatang. Keberhasilan, menurutnya, harus tercermin dari kepercayaan publik, dampak nyata, dan kemampuan melahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
“Saya ingin PIKI mencapai keemasan dalam 5 tahun ke depan. Ukurannya dapat dipercaya, berdampak, bicara dan bisa melahirkan SDM yang berkualitas,” tambahnya.
Wakil Ketua Umum DPP PIKI, Binsar Pakpahan, menyebut penghargaan tahun ini sebagai penyelenggaraan perdana yang diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan. Ia optimistis semakin banyak figur inspiratif akan muncul pada pelaksanaan berikutnya.
“Kami rencananya mengadakan acara ini setiap tahun dan ini adalah yang pertama. Dan kami yakin tahun depan dengan arahan ketua umum (Maruarar Sirait), pasti lebih banyak lagi orang-orang yang akan didaftarkan untuk menjadi calon,” kata Binsar kepada awak media usai pemberian penghargaan.
Antusiasme publik juga membuka peluang bagi tokoh-tokoh yang selama ini belum banyak dikenal untuk memperoleh pengakuan. “Karena setelah melihat apa yang terjadi pada tahun ini, mungkin tahun depan orang akan banyak mengirimkan calon-calon, kandidat-kandidat yang tersembunyi,” terang Binsar.
Menurut Binsar, kemeriahan acara bukanlah tujuan utama. Lebih dari itu, PIKI Awards diharapkan menghadirkan figur yang dapat menjadi teladan dan menginspirasi generasi muda di tengah berbagai tantangan bangsa.
“Jadi tahun depan pasti akan lebih semarak lagi, akan lebih meriah lagi. Tapi lebih penting lagi, seperti tadi saya katakan, kita mencari teladan, kita mencari sinar yang menerangi bangsa yang mungkin memerlukan orang-orang yang berprestasi, orang-orang menjadi inspirasi,” tutupnya.
PIKI Award 2026 memberikan penghargaan kepada delapan tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Pada kategori Tokoh Toleransi, penghargaan diberikan kepada Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., atas kiprahnya dalam memperkuat keberagaman di Maluku, wilayah yang pernah dilanda konflik dan kini tumbuh menjadi laboratorium kerukunan bagi Indonesia dan dunia.
Pada kategori Tokoh Riset dan Inovasi, penghargaan diberikan kepada Prof. (H.C.) Dr. Carina Citra Dewi Joe, B.Sc., M.Sc., Ph.D., atas peran pentingnya dalam pengembangan teknologi produksi massal vaksin COVID-19 AstraZeneca. Sementara itu, kategori Tokoh Kesehatan diberikan kepada dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D., Sp.B., Sp.BTKV., yang mendirikan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) pada 2009, merintis rumah sakit apung swasta pertama di Indonesia pada 2013, serta mengembangkan program Dokter Terbang untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil.
Pada kategori Tokoh Kebudayaan, penghargaan diberikan kepada Dr. Bambang Noorsena, S.H., B.A., M.H., atas kajian dan pengabdiannya dalam menggali kekayaan warisan iman dan tradisi lintas bangsa. Adapun kategori Tokoh Lingkungan Hidup diberikan kepada Saptoyo, penggerak konservasi pesisir Sendangbiru, yang sejak 1998 konsisten memadukan upaya konservasi mangrove, perlindungan terumbu karang, dan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Penghargaan kategori Tokoh Pemberdayaan UMKM (Ekonomi) diberikan kepada Gusti Ngurah Anom atau yang dikenal sebagai Ajik Krisna, atas kiprahnya mengembangkan usaha di Bali yang turut memberikan ruang bagi produk-produk UMKM lokal. Sementara itu, kategori Tokoh Pendidikan diberikan kepada Saur Marlina Manurung atau Butet Manurung, yang mendirikan Sokola Rimba di Jambi untuk mendampingi masyarakat adat melalui pendekatan pendidikan kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan dan kehidupan mereka.
Pada kategori Tokoh Anti-Korupsi (Anumerta), penghargaan diberikan kepada Prof. Dr. Artidjo Alkostar. Almarhum merupakan mantan hakim agung yang dikenal tegas dan sederhana dalam menegakkan hukum serta pernah mengabdi sebagai anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selain delapan kategori utama tersebut, PIKI Award 2026 juga memberikan dua apresiasi khusus. Apresiasi kategori Lembaga Filantropi diberikan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas kiprah kemanusiaannya yang melintasi batas suku, agama, dan golongan. Sementara itu, apresiasi kategori Penggiat Kebebasan Beribadah diberikan kepada Gugun Gumilar atas konsistensinya dalam menegaskan pentingnya jaminan konstitusional dan kebebasan beragama, serta kehadirannya secara langsung di tengah masyarakat multikultural.
Melalui PIKI Awards 2026, PIKI ingin memperluas ruang apresiasi bagi mereka yang bekerja untuk kepentingan publik. Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa integritas dan keteladanan memperoleh maknanya ketika diwujudkan dalam pengabdian nyata bagi Indonesia. (her)

















