INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menduga adanya unsur perencanaan pihak yang tidak bertanggung jawab di balik meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah gunung di Jawa Timur.
“Selain faktor cuaca ekstrem, ditemukannya titik api yang muncul secara bersamaan di beberapa gunung mengindikasikan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian manusia (man-made disaster),” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Oleh karena itu, aparat penegak hukum bersama satgas gabungan TNI, Polri, dan Pemda setempat akan memperketat pengawasan dan penegakan hukum guna memberikan efek jera.
Karhutla kian meluas di sejumlah titik pegunungan di Jawa Timur, khususnya kawasan Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, hingga Ijen.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, karhutla selama masa siaga darurat itu telah melanda 26 kabupaten/kota dengan total 184 kejadian. Luas lahan terbakar menembus 11.449 hektar, 77,05 persen di antaranya merupakan kawasan hutan konservasi.
Sebagai langkah lanjutan menjelang pergeseran musim menuju penghujan pada pertengahan November, satgas gabungan juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan seperti banjir bandang dan tanah longsor.
“Kepala BNPB juga menginstruksikan petugas untuk membersihkan sisa material serta kayu terbakar di sepanjang aliran sungai sekitar kawasan pegunungan agar tidak menyumbat arus air saat curah hujan meningkat, yang dapat meningkatkan potensi banjir dan tanah longsor,” ujar Berton.
“BNPB juga akan menginventarisasi kebutuhan tambahan dari pemerintah daerah dan mendukung penanganan sesuai kebutuhan yang dilaporkan,” tambahnya. (dan)

















