INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi meminta semua pihak mencegah pembakaran lahan menyusul maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Hal itu disampaikannya saat meninjau penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Sabtu (24/10/2026).
“Masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pihak di sekitar kawasan rawan perlu menghindari pembakaran lahan,” kata Kristomei Sianturi dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memastikan api yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari benar-benar padam, serta segera melaporkan indikasi kebakaran kepada petugas.
Menjaga Way Kambas bukan hanya soal menghentikan kobaran api hari ini, tetapi juga melindungi habitat satwa, menjaga keseimbangan ekosistem, dan mengurangi risiko asap bagi masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Kristomei mengarahkan agar penanganan dilaksanakan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan personel, kecepatan respons, dan ketepatan penentuan lokasi prioritas.
“Pemantauan dari udara memberikan gambaran tentang luasnya tantangan, tetapi keberhasilan penanganan pada akhirnya ditentukan oleh kesiapsiagaan, ketekunan petugas, dan kepedulian bersama untuk mencegah api kembali menyala,” ujar Kristomei.
Berdasarkan laporan tim pendampingan BNPB, kebakaran yang terjadi sejak 22 September 2026 tersebut menyisakan area terbakar yang belum padam seluas sekitar 40 hektare.
Pemantauan udara perlu disinkronkan dengan laporan tim darat, data titik panas, serta informasi cuaca agar keputusan operasional sesuai dengan situasi terkini.
Koordinasi BNPB, Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten, TNI, Polri, pengelola kawasan konservasi, dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api meluas.(dan)

















