INDOPOSCO.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau perkembangan situasi di wilayah Taiwan menyusul dua warga negara Indonesia (WNI) terluka akibat Topan Champi yang telah memasuki daratan Taiwan pada 23 Oktober 2026 pukul 04.00 waktu setempat.
Berdasarkan informasi dari Central Emergency Operation Center (CEOC) dan Central Weather Administration (CWA), terdapat sejumlah laporan terkait pohon tumbang, serta kerusakan baliho dan jalan yang telah ditangani secara bertahap oleh otoritas setempat.
Bencana taifun juga mengakibatkan pembatalan terhadap 262 penerbangan domestik dan 717 penerbangan internasional pada tanggal 23 Oktober 2026.
Moda transportasi lain, seperti kapal ferry, kereta api, serta MRT turut mengalami pembatalan, penyesuaian rute, hingga pemberhentian operasional untuk sementara waktu.
Berdasarkan laporan resmi dari otoritas setempat, terdapat sejumlah satu WN Taiwan di Kota Pingtung yang menjadi korban jiwa, serta sejumlah 163 korban luka-luka yang terdiri dari 154 WN Taiwan, lima WN Vietnam, dua WN Malaysia, dan dua WN Indonesia.
“Kedua WNI dimaksud hanya terluka ringan di siku karena terhempas angin (satu jatuh dari motor, dan satu jatuh dari sepeda),” kata Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu Heni Hamidah dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Mereka telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat. Saat ini, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei terus berkoordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait serta keluarga guna menyampaikan perkembangan kondisi keduanya.
KDEI Taipei telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah Taiwan untuk senantiasa waspada, mengikuti perkembangan informasi resmi terkait taifun dari otoritas setempat. “Tidak bepergian kecuali untuk keperluan mendesak,” ujar Heni Hamidah.(dan)

















