INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Fadli Yasir, menyambut positif konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Indonesia. Kehadiran musisi internasional tersebut dinilai bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat diplomasi kebudayaan dan hubungan masyarakat Indonesia dengan komunitas global.
“Konser Andrea Bocelli dinilai sebagai momentum positif untuk memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia sekaligus memperluas interaksi masyarakat Indonesia dengan komunitas internasional,” ujar Fadli dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Menurut Fadli, dalam perspektif hubungan internasional, kebudayaan merupakan instrumen soft power yang dapat membangun daya tarik suatu negara di mata dunia. Melalui seni dan musik, negara dapat memperkenalkan nilai, identitas, serta kekayaan budayanya tanpa bergantung sepenuhnya pada diplomasi formal.
“Konser musisi internasional dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan budaya, meskipun dampaknya terhadap diplomasi bergantung pada tindak lanjut dan kerja sama yang dibangun,” katanya.
Ia menilai, kehadiran musisi kelas dunia di Indonesia dapat membuka peluang kolaborasi kebudayaan internasional. Namun, manfaat tersebut perlu ditindaklanjuti agar tidak berhenti pada penyelenggaraan konser, melainkan berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan yang memberi ruang lebih luas bagi seniman Indonesia.
“Indonesia tidak hanya menjadi tempat bagi pertunjukan musisi dunia, tetapi juga memiliki kesempatan memperkenalkan seni dan tradisinya kepada masyarakat internasional,” tutur Fadli.
Fadli menambahkan, diplomasi kebudayaan sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif serta komitmen terhadap perdamaian dunia. Hubungan antarnegara, menurutnya, tidak hanya dibangun melalui pertemuan pemerintah, tetapi juga interaksi masyarakat, pertukaran seni, dan dialog lintas budaya.
“Diplomasi tidak hanya berlangsung melalui pertemuan antarpemerintah, tetapi juga dapat diperkuat melalui interaksi masyarakat, pertukaran seni, dan kolaborasi kebudayaan,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, ISNU memiliki ruang untuk mendorong pemikiran terbuka, dialog lintas budaya, dan kontribusi intelektual. Sebagai organisasi yang menghimpun sarjana Nahdlatul Ulama, ISNU dapat memperkuat pemahaman bahwa keberagaman bukan penghalang bagi komunikasi dan kerja sama.
Fadli menegaskan, musik dapat menjadi medium untuk merawat empati di tengah perbedaan agama, identitas, dan pandangan politik. Meski tidak menyelesaikan konflik geopolitik secara langsung, seni tetap berperan membuka ruang perjumpaan dan menyampaikan pesan kemanusiaan.
“Musik memang tidak dapat menyelesaikan konflik geopolitik secara langsung, tetapi dapat membantu menumbuhkan empati, mempertemukan masyarakat, dan memperkuat pesan kemanusiaan,” tambahnya.
Ia berharap, konser Andrea Bocelli menjadi pengingat pentingnya menempatkan seni dan kebudayaan sebagai bagian dari strategi membangun hubungan internasional yang inklusif. Dengan kolaborasi yang konsisten, Indonesia berpeluang memperkuat diplomasi kebudayaan sekaligus memperkenalkan kekayaan seninya ke panggung dunia. (her)

















