INDOPOSCO.ID – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyinggung kondisi geopolitik dan masalah sosial yang terjadi di beberapa negara. Kondisi itu tak bisa dipungkiri dapat berpengaruh terhadap Indonesia.
Hal itu disampaikannya dalam Tasyakuran dan Doa Bersama HUT ke-62 Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (20/10/2026).
“Kita tahu semua bahwa dinamika geopolitik global yang tidak menentu, kita tahu perang geopolitik yang tidak pernah kita tahu kapan selesainya,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia membahas mengenai berbagai pertempuran global yang tak kunjung usai, seperti konflik di Eropa Timur yang awalnya disangka selesai dalam sebulan tetapi memakan waktu hingga 2 tahun.
Begitu pula dengan eskalasi militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta konflik Rusia-Ukraina yang kini turut melibatkan dinamika politik di Arab Saudi.
“Perang-perang Rusia yang tadinya kita pikir sebulan sudah akan berjalan tidak tahun 2 selesai. Perang Iran, Amerika, Israel, juga sepertinya tidak mau mereda. Perang Rusia dan Ukraina juga masih di situ, sekarang merembet ke Arab Saudi dengan beberapa kekuatan politik lain,” ujar Bahlil.
Menurutnya, menavigasi arah kebijakan negara dalam konstelasi geopolitik masa kini cukup menantang, mengingat dampaknya turut dirasakan oleh Indonesia dan memicu pertanyaan terkait faktor pembawa dampaknya.
“Membawa negara di dalam geopolitik seperti sekarang bukan mudah. Dampaknya termasuk ke Indonesia dengan apa sumbernya? Kalau kita melihat beberapa informasi terkini, dinamika dampak daripada geopolitik yang tidak stabil,” tutur Menteri ESDM itu.
Bahkan, baru-baru ini kericuhan di Paris dan sejumlah kota pecah akibat gelombang demonstrasi besar-besaran yang dimulai sejak Sabtu, (17/10/2026) dipicu oleh protes terhadap kenaikan biaya hidup, krisis layanan publik, serta masalah pendidikan.
“Di Paris terjadi pergerakan sosial masyarakat ini di Italia, di beberapa negara Eropa. Ini karena respon terhadap biaya pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang semakin meningkat. Dampaknya juga di Indonesia sendiri,” ungkap Bahlil. (dan)

















