INDOPOSCO.ID – Produk keripik buah dan sayur olahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kota Batu, Jawa Timur, PT Arjuna Triple Nine, kembali memperluas jangkauan pasar internasional dengan melepas ekspor sebanyak 6 ton ke Singapura.
Pelepasan ekspor secara resmi digelar pada Senin (12/10/2026) dengan dihadiri langsung oleh jajaran Bea Cukai Malang serta Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.
Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores, menyampaikan bahwa pelepasan ekspor ini merupakan langkah nyata dalam mendorong ekspansi produk pangan olahan Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing UMKM lokal di kancah global.
“Pelepasan ekspor ini menjadi salah satu upaya mendorong perluasan pasar produk pangan olahan Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di pasar internasional,” ujar Johan dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
PT Arjuna Triple Nine merupakan pelopor produsen makanan ringan asal Kota Batu yang dirintis sejak 2011 oleh Hari Mastutik. Berawal dari usaha produksi rempeyek, perusahaan ini bertransformasi mengolah buah dan sayuran hasil panen petani lokal menjadi keripik berkualitas ekspor menggunakan teknologi vacuum frying (penggorengan vakum).
Penggunaan teknologi vacuum frying memungkinkan keripik memiliki tekstur renyah tanpa merusak rasa, warna, maupun nutrisi alami bahan bakunya.
Melalui brand unggulannya, Famchips, perusahaan ini memasarkan aneka varian keripik unik, mulai dari keripik apel, pisang, salak, ubi ungu, hingga olahan sayur seperti paprika dan cabai. Pemanfaatan hasil tani daerah ini tidak hanya memberikan nilai tambah pada komoditas lokal, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani di Kota Batu.
Johan menegaskan, Bea Cukai Malang berkomitmen terus menjalankan fungsinya sebagai trade facilitator dan industrial assistance dengan memberikan asistensi, edukasi, serta pendampingan regulasi ekspor bagi pelaku UMKM.
“Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, UMKM Indonesia diharapkan semakin siap bersaing di pasar global dan mampu terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (ipo)

















