INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Gas memperkuat budaya keselamatan dan keandalan operasional melalui pelatihan In House Training Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM) pada Senin-Selasa (12-13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat PLN Energi Gas ini bertujuan meningkatkan kompetensi pegawai dalam mengidentifikasi bahaya, mengelola risiko, dan menerapkan standar keselamatan di lingkungan kerja.
Sebagai anak perusahaan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), PLN Energi Gas menempatkan keselamatan sebagai aspek penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis dan keandalan penyaluran energi kepada pelanggan. Pelatihan ini sekaligus menjadi upaya memastikan kegiatan operasional perusahaan berjalan aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelatihan selama dua hari tersebut diikuti perwakilan pegawai dari berbagai unit kerja, baik kantor pusat maupun operasional. Peserta berasal dari Unit Pengendalian Operasi dan Pemeliharaan (UPOP), Gas Station Tanjung Batu, O&M CNG Duri, Regasifikasi LNG Tarakan, serta proyek Additional Pipeline Bali. Perwakilan PLN EPI turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Direktur Operasi PLN Energi Gas, Mohammad Faradhy, mengatakan keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas operasional perusahaan, terutama pada kegiatan usaha yang memiliki risiko tinggi.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional PLN Energi Gas. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh insan perusahaan, baik yang bertugas di kantor pusat maupun di lapangan, memiliki pemahaman dan kesadaran yang sama dalam mengidentifikasi potensi bahaya, mengelola risiko, serta menerapkan standar keselamatan secara konsisten,” jelas Faradhy.
Menurut dia, penerapan keselamatan tidak cukup hanya untuk memenuhi kewajiban perusahaan, tetapi harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap proses kerja.
Dalam pelatihan tersebut, PLN Energi Gas menghadirkan narasumber dari PT KMI, yakni Waluyo dan Sugiarto. Materi yang diberikan mencakup prinsip dan penerapan SMKM, metode penilaian implementasi sistem manajemen keselamatan, serta tata cara pelaporan kepada Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas.
Pembekalan juga menitikberatkan pada penerapan sistem keselamatan dalam kegiatan operasional sehari-hari, mulai dari identifikasi bahaya dan penilaian risiko hingga penetapan langkah pengendalian yang sesuai. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu menerapkan standar keselamatan secara efektif, bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif.
Direktur Utama PT KMI, Waluyo, menegaskan keberhasilan penerapan SMKM membutuhkan komitmen bersama dan keterlibatan aktif seluruh pegawai.
“Sistem Manajemen Keselamatan Migas bukan sekadar pemenuhan dokumen atau persyaratan regulasi, melainkan bagaimana perusahaan membangun sistem kerja yang mampu mencegah terjadinya kecelakaan dan meminimalkan risiko operasional,” katanya.
Waluyo menambahkan, setiap pegawai perlu memahami peran dan tanggung jawabnya agar prinsip keselamatan dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan di lingkungan kerja.
Melalui pelatihan ini, PLN Energi Gas berharap peserta dapat menjadi penggerak budaya keselamatan di unit masing-masing. Kesamaan pemahaman antara fungsi pengelola keselamatan, operasional, dan konstruksi juga diharapkan memperkuat koordinasi serta membangun sistem pengendalian risiko yang lebih terintegrasi.
Penguatan kompetensi tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN Energi Gas dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya dalam penyediaan infrastruktur dan layanan gas bumi. Dengan penerapan SMKM secara konsisten, perusahaan optimistis dapat menjaga keandalan layanan energi sekaligus mewujudkan lingkungan kerja yang berorientasi pada prinsip Zero Harm Zero Loss. (srv)

















