• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Sokoguru Policy Series Dorong Terobosan untuk Masa Depan Migas Indonesia

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:18
in Ekonomi
noto

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro menyoroti hambatan eksplorasi migas nasional, mulai dari rumitnya perizinan hingga ketidakpastian regulasi, fiskal, dan tingginya risiko investasi dalam Sokoguru Policy Forum bertema “Darurat Eksplorasi, Mutlaknya Kolaborasi Mendukung Ketahanan Energi Nasional” di Jakarta, Rabu (14/10/2026)/ Dokumen Pertamina

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketahanan energi nasional tidak cukup ditopang oleh produksi yang ada. Indonesia membutuhkan penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru melalui eksplorasi yang lebih agresif, didukung investasi berkualitas, kepastian regulasi, teknologi, serta kolaborasi lintas sektor.

Urgensi tersebut mengemuka dalam Sokoguru Policy Forum bertema “Darurat Eksplorasi, Mutlaknya Kolaborasi Mendukung Ketahanan Energi Nasional” di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Berangkat dari forum tersebut, Sokoguru melanjutkan diskusi kebijakan publik melalui Sokoguru Policy Series sebagai ruang pertemuan regulator, praktisi, akademisi, dan pengamat energi nasional.

BacaJuga:

Generali dan World Bank Group Perkuat Perlindungan Asuransi di Negara Berkembang

ALLPack Indonesia 2026 Siap Digelar, 1.600 Peserta dari 42 Negara Ramaikan Industri Kemasan

Subholding Upstream Pertamina Borong 11 Trofi Anugerah Humas Indonesia 2026

Berfokus pada eksplorasi migas, forum ini diharapkan melahirkan gagasan dan terobosan kebijakan yang mampu menjaga kesinambungan cadangan dan produksi, mengurangi kerentanan pasokan, menekan defisit perdagangan migas, serta meringankan beban fiskal pemerintah.

Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani menilai, penambahan cadangan migas membutuhkan langkah terobosan, termasuk eksplorasi di wilayah frontier dan perairan dalam (deep water), serta penemuan lapangan migas raksasa (giant fields) baru.

“Diharapkan dengan temuan ini dapat mendukung swasembada energi dan meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi di dalam negeri yang sejalan dengan program Asta Cita Bapak Presiden RI,” ujar Adjeng.

Dari sisi korporasi, Direktur Transformasi dan Kebelanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan investasi. Tantangan hulu migas kian nyata ketika produksi sumur terus menurun, sementara realisasi pengeboran sumur eksplorasi masih di bawah target.

“Perlu kolaborasi untuk akselerasi kegiatan eksplorasi antara regulator, auditor negara, praktisi hukum, pelaku usaha, dan akademisi,” tegas Agung.

Diskusi panel menghadirkan Koordinator Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha, Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikki Rahmat Firdaus, VP Supply Chain Management and Procurement Searah Muara Bakau Teddy Wahyu Rahmanto, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, serta Kepala SKK Migas periode 2014–2018 Amien Sunaryadi. Para panelis mengulas kondisi migas terkini, hambatan eksplorasi, dan langkah percepatan yang diperlukan.

Satya Widya Yudha menyoroti melemahnya posisi ASEAN sebagai pengekspor bahan bakar fosil di tengah meningkatnya kebutuhan impor minyak. Kondisi tersebut mempertegas pentingnya kebijakan energi yang mampu menjawab kebutuhan domestik sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi.

“KEN memberikan arah kebijakan guna terciptanya kemandirian dan ketahanan energi nasional, serta pemenuhan komitmen dekarbonisasi,” kata Satya.

Ia menambahkan, Indonesia perlu meningkatkan eksplorasi, menemukan cadangan baru, dan mengoptimalkan produksi minyak bumi. Percepatan pengembangan lapangan gas baru serta penguatan infrastruktur juga diperlukan untuk menjaga keandalan pasokan gas nasional.

Potensi yang belum tergarap menjadi sorotan Rikki Rahmat Firdaus. Menurutnya, Indonesia masih memiliki ruang besar untuk menemukan sumber daya migas baru, mengingat 65 dari 128 cekungan migas belum dieksplorasi.

“Dengan itu, SKK Migas meluncurkan kampanye basin to barrel untuk mengakselerasi kegiatan eksplorasi pada cekungan-cekungan dengan memberikan berbagai kemudahan,” jelas Rikki.

Dari perspektif pelaku usaha, Teddy Wahyu Rahmanto menegaskan bahwa keberlanjutan produksi bergantung pada keberanian melakukan eksplorasi. Tanpa penemuan sumber daya baru, upaya mempertahankan produksi dalam jangka panjang akan menghadapi tantangan semakin besar.

“Karena tanpa eksplorasi yang kuat, tidak akan ada produksi yang sustainable,” ucap Teddy.

Sementara itu, Amien Sunaryadi mengingatkan bahwa eksplorasi memiliki landasan konstitusional dalam Pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945, yakni pengelolaan sumber daya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Namun, tingginya risiko eksplorasi perlu diimbangi perlindungan terhadap keputusan bisnis agar pengelolaan risiko tidak justru melumpuhkan pengambilan keputusan.

“Masih adanya ketakutan pengambilan keputusan hulu migas merupakan salah satu faktor utama tidak dilakukannya ekplorasi yang agresif. Strategi pemberantasan korupsi harus dikaji ulang,” ujar Amien.

Persoalan mendasar lainnya disampaikan Komaidi Notonegoro. Ia menilai eksplorasi migas nasional masih terkendala kompleksitas perizinan, ketidakpastian regulasi dan fiskal, serta risiko teknis dan keekonomian yang tinggi.

“Diperlukan pembaharuan hukum dengan mempercepat penyelesaian Undang Undang Migas, pemberiaan fleksibilitas fiskal, penyederhanaan perizinan dan perlindungan hukum atas keputusan Business Judgment Rule dengan itikad baik,” tutup Komaidi.

Melalui Sokoguru Policy Series, kolaborasi antarpemangku kepentingan diharapkan berlangsung secara berkelanjutan. Sinergi kebijakan, kepastian hukum, dan keberanian berinvestasi menjadi fondasi penting untuk mempercepat eksplorasi, memperkuat produksi, serta menjaga ketahanan energi Indonesia di masa depan. (her)

Tags: Industri Hulu MigaPertaminaSokoguru PolicySupply Chain

Berita Terkait.

generali
Ekonomi

Generali dan World Bank Group Perkuat Perlindungan Asuransi di Negara Berkembang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:10
allpack
Ekonomi

ALLPack Indonesia 2026 Siap Digelar, 1.600 Peserta dari 42 Negara Ramaikan Industri Kemasan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:28
pertamina
Ekonomi

Subholding Upstream Pertamina Borong 11 Trofi Anugerah Humas Indonesia 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:08
ekraf
Ekonomi

Indonesia Siap Pimpin Ekonomi Kreatif Global lewat WCCE 2026 di Jakarta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57
juda
Ekonomi

Wamenkeu Tekankan 3 Pilar Keuangan Haji untuk Jaga Keberlanjutan Dana Umat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:06
mg
Ekonomi

MG Perkenalkan MGS6 EV di Indonesia, Hadirkan Pengalaman Baru di Segmen SUV Listrik Premium

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:04

OLAHRAGA

esi
Olahraga

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Editor Laurens Dami
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07

INDOPOSCO.ID - Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) resmi melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2026-2030. Langkah itu menjadi momentum...

SelengkapnyaDetails
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30

BERITA POPULER

  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    917 shares
    Share 367 Tweet 229
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    898 shares
    Share 359 Tweet 225
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    760 shares
    Share 304 Tweet 190
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.