INDOPOSCO.ID – Subholding Upstream Pertamina bersama afiliasinya meraih 11 trofi dalam ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) ke-8 Tahun 2026 yang digelar Humas Indonesia di Balai Tawangarum, Kompleks Balai Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026).
Sebanyak 11 penghargaan tersebut terdiri atas satu Gold Winner, dua Silver Winner, dan delapan Bronze Winner. Capaian ini menjadi apresiasi atas upaya perusahaan dalam mengembangkan strategi kehumasan dan komunikasi publik yang transparan, inovatif, serta berorientasi pada penguatan kepercayaan pemangku kepentingan.
Mengusung tema “Membangun Transparansi, Menguatkan Kepercayaan Publik”, AHI 2026 memberikan penghargaan kepada institusi yang dinilai unggul dalam praktik komunikasi dan kehumasan. Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 178 trofi dari 371 entri diberikan kepada 80 institusi pemenang.
Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menghadirkan komunikasi yang terbuka, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan informasi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik, memperkuat transparansi informasi, serta membangun hubungan yang berlandaskan kepercayaan dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hermansyah, dikutip Jumat (16/10/2026).
Menurut dia, komunikasi perusahaan tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman, membuka ruang dialog, dan memastikan berbagai inisiatif perusahaan dapat dipahami serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dari total penghargaan yang diraih, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina memperoleh Gold Winner pada kategori Kanal Digital (Media Sosial) melalui akun Instagram @phe.pertamina. Penghargaan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan mengoptimalkan platform digital sebagai sarana penyampaian informasi yang informatif dan mudah diakses publik.
Sementara itu, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih lima penghargaan, terdiri atas satu Silver Winner dan empat Bronze Winner. Silver Winner diraih Elis Fauziyah pada kategori Kartini Humas Indonesia (KaHI) Generasi X melalui karya “Perubahan Bagi Masyarakat”.
Empat penghargaan Bronze Winner PHI masing-masing diraih pada kategori Kanal Digital (Media Sosial) melalui Instagram @phi.pertamina, Media Internal (Majalah) melalui Energia Kalimantan, Program Kehumasan melalui program “Transforming Issue Based Stakeholder Intelligence to Strengthen Sustainable Operations”, serta KaHI Generasi Milenial melalui Ella Hapsari Hendratno dengan karya “For Them, I Keep Growing”.
Afiliasi PHE di bidang jasa penunjang hulu migas, PT Patra Drilling Contractor (PDC), turut membawa pulang dua penghargaan. PDC meraih Silver Winner pada kategori Kanal Digital (Website) melalui PDC Karir serta Bronze Winner pada kategori Media Internal (Majalah) melalui Binar. Kedua penghargaan tersebut mengapresiasi pengembangan kanal informasi dan media internal perusahaan.
Adapun PT Elnusa Tbk meraih satu Bronze Winner pada kategori KaHI Generasi Milenial melalui Jayanty Oktavia Maulina dengan karya “Elnusa Sustainability in Action”. Penghargaan ini menyoroti kontribusi insan kehumasan dalam mengomunikasikan inisiatif keberlanjutan dan memperkuat nilai perusahaan.
Hermansyah menambahkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi seluruh insan komunikasi di lingkungan Subholding Upstream Pertamina yang terus berinovasi dalam menyampaikan informasi dan membangun keterlibatan dengan para pemangku kepentingan.
Ke depan, Subholding Upstream Pertamina berkomitmen mengembangkan strategi komunikasi yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan dengan memperhatikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan turut memperkuat integritas melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik, budaya kepatuhan, serta upaya pencegahan kecurangan (fraud) demi mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika. (srv)

















