INDOPOSCO.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus memperkuat konektivitas Stasiun Whoosh Karawang. Kali ini, KCIC menggeber pembangunan dua akses jalan baru yang menghubungkan stasiun dengan kawasan Trans Heksa Karawang dan Deltamas.
Langkah ini diambil untuk mempermudah mobilitas masyarakat dari kawasan industri, pusat bisnis, hingga permukiman. Selain itu, hadirnya akses baru tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak jumlah penumpang kereta cepat dari dan menuju Karawang secara signifikan.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara KCIC, pemerintah, dan pihak pengembang kawasan.
“Kami bersama pemerintah dan pihak terkait terus mendorong peningkatan konektivitas agar perjalanan masyarakat menuju maupun meninggalkan Stasiun Karawang dapat semakin mudah dan lancar. Akses baru ini diharapkan memberikan lebih banyak alternatif perjalanan, khususnya bagi pekerja dan penghuni di sekitar kawasan industri,” ujar Eva dalam keterangan resminya.
Dua Akses Jalan Baru: Trans Heksa dan Deltamas
Akses pertama yang digarap adalah jalur sepanjang 1,6 kilometer melalui kawasan Trans Heksa Karawang. Jalan ini dibangun lebih lebar dan representatif ketimbang akses lama yang tergolong sempit dan belum bisa dilalui kendaraan besar. Kehadiran jalan baru ini bakal memangkas waktu tempuh sekaligus memfasilitasi mobilitas para pekerja dan pelaku usaha.
Sementara akses kedua membentang sepanjang 3 kilometer melintasi Jembatan Cibeet yang menghubungkan kawasan Deltamas, Kabupaten Bekasi, secara langsung ke Stasiun Karawang.
Selama ini, masyarakat dari wilayah Deltamas dan sekitarnya terpaksa memutar cukup jauh melalui Exit Tol Karawang Barat karena belum ada rupa jalan raya langsung. Dengan hadirnya akses Jembatan Cibeet, perjalanan dari kawasan industri dan permukiman Bekasi menuju stasiun menjadi jauh lebih singkat dan efisien.
Jumlah Penumpang Karawang Terus Melesat
Catatan KCIC menunjukkan performa positif Stasiun Karawang. Sepanjang Januari hingga September 2026, Stasiun Karawang telah melayani sekitar 258 ribu penumpang (keberangkatan dan kedatangan), dengan rata-rata 1.000 penumpang per hari.
Profil penumpangnya pun bervariasi, mulai dari pekerja kawasan, pelaku bisnis, hingga wisatawan yang bepergian ke Jakarta maupun Bandung. Saat ini, Whoosh beroperasi dengan frekuensi keberangkatan setiap satu jam sekali, di mana perjalanan dari Stasiun Halim menuju Stasiun Karawang hanya memakan waktu sekitar 15 menit.
Eva optimistis pembenahan aksesibilitas ini akan memperluas jangkauan layanan Whoosh sekaligus mendukung pertumbuhan penumpang secara berkelanjutan.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, kami berharap Stasiun Karawang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. KCIC commitment untuk terus memperkuat aksesibilitas stasiun demi kenyamanan pengguna sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Eva.(adv)

















