INDOPOSCO.ID – Presiden Yinuo International, Qian Junjian mengatakan, pentingnya keterampilan pengerjaan dan pengembangan berkelanjutan dalam menghasilkan instrumen musik berkualitas.
“Bagi kami, pembuatan instrumen gesek bukan sekadar proses produksi, melainkan perpaduan antara keterampilan, penelitian akustik, dan inovasi teknologi,” ungkap Qian dalam keterangan, Selasa (13/10/2026).
Sesuai dengan visi, menurutnya, perusahaan terus mengembangkan instrumen gesek melalui penelitian akustik, inovasi teknologi, dan peningkatan kualitas produk. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk agar dapat memenuhi kebutuhan musisi dan menjangkau pasar internasional,” ujarnya.
Ia menyebut, proses penilaian tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari detail pengerjaan badan biola, kenyamanan saat dipegang dan dimainkan, respons getaran senar, hingga karakter nada, resonansi, dan stabilitas kualitas suara.
Sebelumnya, Yinuo International Musical Instruments Group menggelar penilaian profesional biola merek Phoenix di Nice PIK 2, Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian memperluas pasar di Asia Tenggara.
Penilaian berfokus pada kualitas pengerjaan, kenyamanan bermain, serta performa akustik biola. Hadir dalam kegiatan tersebut tiga pemain biola profesional Indonesia, yakni Kezia Amelia, Dave Nathanael, dan Danu Kusumawardhana.
Berdasarkan keterangan penyelenggara, biola Phoenix memperoleh tanggapan positif dari para pemain yang terlibat dalam evaluasi. Instrumen tersebut dinilai memiliki desain ergonomis, kenyamanan bermain, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan teknik permainan profesional.
Dari sisi akustik, masih ujar Qian, biola Phoenix disebut menghasilkan suara yang jernih, dengan karakter nada berlapis dan resonansi penuh. Peralihan antara nada tinggi dan rendah juga dinilai berlangsung alami, dengan keseimbangan antara kelembutan suara dan daya proyeksi.
“Biola yang baik harus mampu menghadirkan kenyamanan saat dimainkan sekaligus menghasilkan karakter suara yang jernih, kaya, dan seimbang,” katanya.
“Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menilai kemampuan instrumen untuk mendukung kebutuhan permainan profesional,” lanjutnya. (nas)

















