INDOPOSCO.ID – Potensi transaksi produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia mencapai Rp39,8 miliar dalam ajang Beautyworld Dubai 2026. Capaian tersebut membuka peluang bagi produk kecantikan nasional untuk memperluas penetrasi pasar internasional, khususnya segmen premium.
Potensi transaksi senilai USD 2,23 juta itu dicatatkan melalui Paviliun Indonesia yang menghadirkan enam perusahaan produk kecantikan dan perawatan tubuh. Partisipasi Indonesia dalam pameran internasional tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kualitas produk nasional sekaligus memperluas jaringan bisnis di pasar global.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi mengatakan, Beautyworld Dubai 2026 menjadi wadah strategis untuk mempromosikan produk kecantikan Indonesia kepada pelaku industri dan pembeli internasional.
Menurut dia, Dubai memiliki posisi penting dalam industri kecantikan dunia sehingga dapat menjadi pintu masuk bagi produk Indonesia untuk menembus pasar kosmetik premium global.
“Kehadiran Paviliun Indonesia di ajang Beautyworld Dubai 2026 merupakan langkah strategis, mengingat Dubai merupakan pusat industri kecantikan global dengan tingkat pengeluaran per kapita tertinggi di dunia,” kata Puntodewi dalam keterangan, Senin (12/10/2026).
Dia menambahkan, keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut bertujuan memperkuat citra produk kecantikan dan perawatan tubuh nasional. Selain itu, partisipasi ini menjadi sinyal bahwa produk Indonesia siap bersaing dengan memenuhi standar dan mengikuti tren pasar global.
Paviliun Indonesia seluas 45 meter persegi di Sheikh Saeed Hall 3, Dubai World Trade Center, merupakan inisiatif Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai dengan dukungan penuh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag.
Paviliun tersebut diresmikan oleh Duta Besar RI untuk Abu Dhabi, Judha Nugraha. Dia menilai, Dubai memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan internasional yang membuka peluang bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar lebih luas.
Menurutnya, Dubai berkembang sebagai pusat perdagangan, pariwisata, dan investasi dunia berkat iklim usaha yang kondusif, keterbukaan terhadap produk impor, serta perannya dalam kegiatan ekspor kembali atau reekspor.
“Berbagai pameran internasional di Dubai menarik pengunjung dari kawasan Timur Tengah hingga berbagai belahan dunia,” ujar Judha.
Dia juga menyoroti kebijakan kepemilikan asing hingga 100 persen yang memberikan kemudahan bagi investor, termasuk dari Indonesia, untuk mendirikan perusahaan di UEA. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas jaringan bisnis dan memperkuat distribusi produk di pasar internasional.
Ia menambahkan, kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut mencerminkan keragaman produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia dengan karakteristik serta keunggulan masing-masing. (nas)

















