• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Komisi IV Sepakat Bawa Empat Tuntutan APTRI ke Pemerintah

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 23 September 2026 - 14:00
in Nasional
Abdul-Kharis

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari saat memimpin RDPU Komisi IV DPR RI bersama Dewan Pimpinan Nasional APTRI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Mario/Andri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi IV DPR RI akan membawa empat aspirasi utama Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dalam rapat bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional. Yakni, mencakup penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gula, kebijakan pupuk bersubsidi, impor gula, serta persoalan rendemen tebu.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan petani akan menjadi bahan pembahasan dengan pemerintah. Hal itu disampaikannya saat menutup Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IV DPR RI bersama Dewan Pimpinan Nasional APTRI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

BacaJuga:

ISNU Dorong Diplomasi Kebudayaan, Konser Andrea Bocelli Jadi Momentum Refleksi

KPK Sita Mobil Listrik BMW dari Rumah Suami Fadia Arafiq di Semarang

Kemenkop Luncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Cianjur

Salah satu aspirasi utama APTRI adalah kenaikan HPP gula. Petani mengusulkan HPP sebesar Rp16.875 per kilogram, sementara HPP yang berlaku saat ini sebesar Rp14.500 per kilogram dan telah berlangsung selama tiga tahun.

“Usulan Bapak-Bapak, HPP, harga pembelian pemerintah dipasang di Rp16.875, dengan pertimbangan tadi semuanya. Oke ya, ini akan kami bawa,” ujar Abdul Kharis.

Abdul Kharis juga menyoroti hasil survei biaya pokok produksi (BPP) yang dilakukan Kementerian Pertanian. Berdasarkan hasil survei tersebut, BPP gula berada di angka Rp15.500 per kilogram. Namun, angka tersebut hingga kini belum ditetapkan sebagai acuan kebijakan.

Menurutnya, persoalan BPP tersebut perlu turut dibahas pemerintah agar kebijakan harga gula dapat mempertimbangkan biaya produksi yang harus ditanggung petani.

Selain HPP, APTRI menyampaikan aspirasi mengenai pupuk bersubsidi. Petani mengusulkan agar kebutuhan pupuk dihitung berdasarkan luas lahan sehingga alokasi yang diterima dapat mencukupi kebutuhan budidaya tebu. Adapun komposisi pupuk yang diusulkan terdiri dari 60 persen ZA dan 40 persen NPK.

“Pupuk bersubsidi diharapkan itu berdasarkan luas lahan yang hanya sekian, mestinya ter-cover semuanya. Pupuk satu tahun dengan komposisi ZA-nya 60 persen, NPK-nya 40 persen,” jelas Abdul Kharis.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kebijakan impor gula. Abdul Kharis mengatakan kebutuhan impor perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan konsumsi dan kemampuan produksi gula dalam negeri. Menurutnya, apabila produksi nasional mampu memenuhi kebutuhan, kebijakan impor perlu disesuaikan dengan kondisi tersebut.

Di sisi lain, Abdul Kharis menyoroti persoalan rendemen tebu yang selama ini menjadi salah satu perhatian petani. Ia menilai pengukuran rendemen perlu menggunakan alat agar hasilnya dapat diketahui secara lebih objektif dan transparan.

“Rendemen tadi harus pakai alat. Wajib ada alat. Wajib pakai alat,” tegasnya.

Abdul Kharis juga mengatakan kebijakan harga gula perlu mempertimbangkan kepentingan petani sekaligus masyarakat sebagai konsumen. Menurutnya, HPP dapat menjadi salah satu rujukan dalam pembentukan harga sehingga kebijakan yang diambil tidak merugikan salah satu pihak.

“Kalau HPP jadi referensi utama, itu saya kira kita sepakat. Tapi kalau dibebaskan harganya terus seberapapun, ya janganlah, nanti rakyat yang jadi korban,” ujar Abdul Kharis.

Politisi Fraksi PKS itu menegaskan seluruh aspirasi APTRI akan dibawa dalam rapat Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional untuk memperoleh tindak lanjut.

Pembahasan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap persoalan harga gula, ketersediaan pupuk bersubsidi, kebijakan impor, serta mekanisme pengukuran rendemen yang selama ini menjadi perhatian petani tebu.(dil)

Tags: APTRIDPR RIKomisi IVpetani tebu

Berita Terkait.

isnu
Nasional

ISNU Dorong Diplomasi Kebudayaan, Konser Andrea Bocelli Jadi Momentum Refleksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:02
bmw
Nasional

KPK Sita Mobil Listrik BMW dari Rumah Suami Fadia Arafiq di Semarang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:31
kmenkkop
Nasional

Kemenkop Luncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Cianjur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:01
atr
Nasional

Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:12
suahasil
Nasional

Suahasil Rombak Jajaran Pimpinan Kemenkeu, Tekankan Kolaborasi dan Perubahan Nyata

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:09
luhut
Nasional

Usulan Soal Definisi Korupsi Gaduh, Luhut Akhirnya Ralat Narasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:37

OLAHRAGA

champion
Olahraga

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

INDOPOSCO.ID - Malam Liga Champions 2026/2027 matchday ketiga pada Rabu (21/10/2026) malam hingga Kamis (22/10/2026) dini hari WIB kembali menghadirkan...

SelengkapnyaDetails
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40

BERITA POPULER

  • IWBIF

    IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1305 shares
    Share 522 Tweet 326
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.