INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengoptimalkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas melalui pemadaman darat, patroli, pemantauan titik panas, hingga operasi udara.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan membeberkan, bahwa enam provinsi yang menjadi prioritas dalam penanganan karhutla adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Di Provinsi Riau, luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 16 September 2026 tercatat sekitar 20.015,35 hektare, dengan tambahan sekitar 19,3 hektare pada periode pemantauan.
“Di Provinsi Jambi, karhutla telah terjadi di sembilan kabupaten dan dua kota dengan luas lahan terbakar sekitar 3.048,68 hektare,” kata Berton dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Di Provinsi Kalimantan Tengah, pemantauan menunjukkan 6.435 titik panas yang terdiri atas 182 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, 6.217 titik dengan tingkat kepercayaan sedang, dan 36 titik dengan tingkat kepercayaan rendah. “Luas indikatif lahan terbakar diperkirakan sekitar 16.010,1 hektare,” ujar Berton.
Di Provinsi Kalimantan Selatan, penanganan dilakukan dengan dukungan patroli udara dan operasi water bombing. Hingga 15 September 2026, sebanyak 43 kali operasi water bombing telah dilakukan dengan total air yang dijatuhkan sekitar 172.000 liter.
Di Provinsi Kalimantan Barat, luas lahan terbakar pada 16 September 2026 tercatat sekitar 122,9 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 65,6 hektare telah berhasil dipadamkan dan masih terdapat sekitar 57,3 hektare yang dalam penanganan.
“Pemantauan kualitas udara di sejumlah wilayah juga terus dilakukan seiring menurunnya jarak pandang dan meningkatnya konsentrasi partikulat udara,” imbuhnya.(dan)















