INDOPOSCO.ID – Bea Cukai terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam menjaga keamanan serta mengawasi aktivitas di wilayah perairan Papua. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat sekaligus mencegah masuk dan beredarnya barang ilegal, berbahaya, maupun barang yang dilarang dan dibatasi.
Salah satu bentuk sinergi tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Khusus Papua dalam Latihan Operasi Mengatasi Gerakan Separatis Bersenjata (OMGSB) Tahun 2026 yang diselenggarakan Koarmada III di perairan dan kawasan pesisir Sorong, Papua Barat Daya, pada Sabtu (29/8/2026) lalu. Latihan dipimpin Panglima Komando Armada III, Laksamana Muda TNI Dato Rusman S.N.
Latihan tersebut menjadi sarana untuk menguji kesiapsiagaan, koordinasi, dan interoperabilitas berbagai unsur dalam menghadapi potensi ancaman keamanan di wilayah Papua. Dari Bea Cukai, kegiatan diikuti perwakilan Kanwil Bea Cukai Khusus Papua, Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Sorong, serta Bea Cukai Sorong.
Kepala Bidang Pangkalan Sarana Operasi Kanwil Bea Cukai Khusus Papua, Undani, mengatakan keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari kesiapan pengawasan sekaligus upaya melindungi masyarakat.
“Masyarakat Papua adalah pihak yang pada akhirnya harus merasakan manfaat dari setiap kesiapan dan sinergi yang kita bangun. Karena itu, keterlibatan Bea Cukai dalam latihan ini bukan sekadar mendukung kegiatan operasi, tetapi memastikan kapasitas pengawasan di laut benar-benar siap digunakan untuk melindungi masyarakat dari masuk dan beredarnya barang-barang ilegal, berbahaya, maupun yang dibatasi,” ujarnya, dalam keterangannya Jumat (18/9/2026)
Sejalan dengan Undani, Kepala PSO Bea Cukai Sorong, Muhammad Yusuf Nasution, menegaskan bahwa kesiapan kapal patroli diperlukan untuk menghadapi karakteristik wilayah Papua yang memiliki perairan luas.
“Kapal Patroli Bea Cukai 30007 harus selalu berada dalam kondisi siap operasi, karena karakteristik wilayah Papua dengan perairannya yang luas membutuhkan kehadiran dan kemampuan patroli yang responsif,” ujarnya.
Sinergi lintas instansi menjadi penting dalam pengawasan wilayah Papua karena jalur laut memiliki peran strategis bagi pergerakan masyarakat, barang, dan aktivitas ekonomi. Melalui koordinasi dan kesiapan bersama, potensi pelanggaran seperti penyelundupan serta peredaran barang ilegal dapat diantisipasi secara lebih terpadu.
Bagi Bea Cukai, pengawasan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi community protector, yaitu melindungi masyarakat dari masuk dan beredarnya barang ilegal, berbahaya, serta barang yang dilarang dan dibatasi.(ipo)















