INDOPOSCO.ID – Suasana mobilitas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini mendapat sentuhan baru. Dua unit Angkutan Keliling Berbasis Kendaraan Listrik (Angling listrik) resmi hadir sebagai sarana transportasi ramah lingkungan di kawasan wisata tersebut.
Dua kendaraan itu merupakan hibah PT Paiton Energy kepada TMII yang diserahkan dan diluncurkan di Plaza Kori Agung, TMII, pada Rabu (16/9/2026). Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mendorong transportasi rendah emisi sekaligus memperkuat transformasi TMII menuju destinasi pariwisata berkelanjutan.
Momentum peluncuran dipilih bertepatan dengan Hari Perlindungan Lapisan Ozon Sedunia pada 16 September dan menjelang Hari Perhubungan Nasional pada 17 September.
Bagi TMII, Angling listrik bukan sekadar tambahan moda transportasi. Kendaraan tersebut diharapkan membantu mengurangi emisi gas buang, menjaga kualitas udara, sekaligus menekan polusi suara karena beroperasi tanpa kebisingan mesin konvensional.
Langkah ini juga sejalan dengan Peta Jalan Dekarbonisasi Sektor Pariwisata Indonesia, yang mendorong kawasan wisata untuk mulai mengurangi jejak emisinya, termasuk dari aktivitas transportasi.
President Director PT Paiton Energy, Fazil Erwin Alfitri, mengatakan penggunaan kendaraan listrik menjadi bagian penting dari upaya mengurangi emisi karbon sekaligus mendorong transisi energi di sektor transportasi.
“Paiton Energy mendukung penuh komitmen pemerintah merealisasikan NZE 2060. Karena itu untuk transisi energi di internal perusahaan, Paiton Energy sudah menyampaikan kepada pemerintah dan PT PLN (Persero) mengenai kesiapan kami untuk menambah kapasitas produksi listrik melalui membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG),” kata Fazil.
Di sisi eksternal, program tersebut dijalankan melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sementara di internal, Paiton Energy menyatakan tengah menyiapkan langkah transisi energi pada unit pembangkitnya melalui pemanfaatan gas alam.
Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, Fransiskus Handoko, mengapresiasi kolaborasi Paiton Energy dan TMII. Menurutnya, kehadiran kendaraan listrik di kawasan wisata dapat menjadi bagian konkret dari arah pengembangan pariwisata yang mengedepankan kualitas dan keberlanjutan.
“Kementerian Pariwisata menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi kepada PT Paiton Energy dan TMII. Kehadiran Angling listrik di kawasan wisata ikonik seperti TMII merupakan aksi konkret untuk mendukung Peta Jalan Dekarbonisasi Sektor Pariwisata Indonesia,” kata Fransiskus.
“Upaya menghadirkan moda transportasi ramah lingkungan dan rendah emisi ini akan meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam mewujudkan pariwisata hijau di mata dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menilai tambahan dua Angling listrik relevan dengan kebutuhan mobilitas di kawasan TMII yang memiliki area sangat luas.
“Kawasan TMII yang membentang seluas 150 hektare membutuhkan sarana mobilitas yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan bagi para pengunjung,” kata Ratri.
“Kehadiran dua unit Angling listrik dari Paiton Energy ini sangat membantu kami dalam menekan emisi gas buang, menjaga kualitas udara kawasan tetap bersih dan senyap, serta memberikan pengalaman berkunjung yang menyenangkan bagi wisatawan. Sinergi ini memperkuat posisi TMII sebagai pionir kawasan pariwisata berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.
Hibah dua Angling listrik ini merupakan hasil sinergi multipihak melalui program CSR Paiton Energy bersama TMII. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan agenda transisi energi dengan kebutuhan mobilitas publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan wisata.
Dalam menjalankan program CSR dan ESG, Paiton Energy mengedepankan sinergi lima unsur, yakni pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. (her)















