INDOPOSCO.ID – Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk Makassar, mendapat sorotan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). YLKI mendesak PT Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi stok dan distribusi BBM kepada masyarakat.
“Antrean BBM panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dinilai tidak cukup dijelaskan hanya dengan alasan panic buying,” ujar Sekretaris Eksekutif YLKI Rio Priambodo melalui gawai, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, kekhawatiran masyarakat semestinya dijawab dengan kepastian stok BBM, distribusi yang lancar, serta informasi yang transparan.
“Pemerintah menyatakan stok BBM aman, konsumen seharusnya dapat memperolehnya dengan mudah dan tidak antre hingga berjam-jam,” katanya.
Ketersediaan BBM, dikatakan dia, tidak cukup hanya dibuktikan melalui angka stok, tetapi juga harus terlihat dari kemudahan masyarakat mendapatkannya di SPBU.
“Jika stok BBM memang aman, hal tersebut harus disampaikan secara transparan dan didukung data yang jelas,” kata Rio.
Ia mendesak DPR RI memanggil Kementerian ESDM untuk meminta penjelasan komprehensif mengenai penyebab antrean serta kondisi distribusi BBM. Pasalnya, persoalan BBM berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Persoalan antrean dan akses BBM tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan dan pertanggungjawaban,” tegasnya.
Ia juga meminta penindakan tegas apabila ditemukan penyalahgunaan BBM subsidi. Praktik penimbunan, pengisian berulang secara tidak wajar, penggunaan identitas atau QR yang tidak sesuai, serta modus penyalahgunaan lainnya dinilai merugikan konsumen yang memang berhak mendapatkan BBM subsidi.
Rio mengingatkan, sulitnya akses BBM dapat menimbulkan efek domino terhadap berbagai sektor. Gangguan pasokan atau distribusi BBM dapat memengaruhi transportasi, pendidikan, kesehatan, distribusi pangan dan barang, kebersihan, hingga pelayanan publik.
“Jangan hanya mengatakan stok BBM aman lalu menyalahkan panic buying. Jika stok memang aman, buktikan dengan memastikan konsumen bisa mendapatkan BBM dengan mudah,” ungkapnya. (nas)















