INDOPOSCO.ID – Anggota MPR RI Ahmad Heryawan menegaskan, bela negara tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan menghadapi ancaman militer, tetapi juga melalui pengamalan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pria yang akrab disapa Kang Aher itu mengatakan, setiap warga negara memiliki tanggung jawab menjaga persatuan, menaati konstitusi, membangun masyarakat, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Menurutnya, Pancasila menjadi landasan utama dalam membangun sikap bela negara. Nilai tersebut dapat diwujudkan pemuda melalui gotong royong, kepedulian sosial, penghormatan terhadap kemanusiaan dan keadilan, serta tidak mudah terprovokasi informasi yang berpotensi memecah persatuan.
“Bela negara harus menjadi sikap hidup. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga lingkungan, membangun ekonomi masyarakat, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat bagi sesama adalah bentuk bela negara,” ujar Aher saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama para pemuda Kabupaten Bandung Barat di kawasan Wisata Pakuhaji, Sabtu (12/9/2026).
Ia menambahkan, UUD NRI Tahun 1945 juga memberikan landasan konstitusional mengenai hak dan kewajiban warga negara. Karena itu, pemuda perlu menaati hukum, memahami hak dan kewajibannya, serta berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode itu juga mengajak pemuda berperan aktif menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, membangun desa, meningkatkan perekonomian masyarakat, menjaga lingkungan, menjauhi narkoba, serta menciptakan kegiatan positif bagi generasi muda merupakan bagian dari bela negara.
Sementara itu, nilai Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman pemuda dalam menyikapi keberagaman Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya, maupun pandangan, kata Aher, semestinya menjadi kekuatan untuk membangun kerja sama dan gotong royong.
Aher berharap edukasi bela negara tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia ingin pemuda Kabupaten Bandung Barat tumbuh sebagai generasi yang tangguh, berkarakter, cinta tanah air, mampu menjaga persatuan, dan menjadi pelopor pembangunan dengan berpegang pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.(dil)















