INDOPOSCO.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat menangani insiden Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang mengalami kemiringan atau listing dan kehilangan kontak di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kemenhub berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur terkait untuk melakukan operasi pencarian, penyelamatan, serta evakuasi terhadap seluruh orang yang berada di kapal.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan, KM Virgo Transport 8 sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9) pukul 06.52 waktu setempat.
Ia menuturkan, Kapal Roro Penumpang berbendera Indonesia dengan bobot 8.540 GT tersebut dinakhodai Arief Yunianto dan dioperasikan PT Virgo Karya Shipping.
“Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi,” ujar Heri dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Ia menyebut, berdasarkan data manifes, terdapat 243 orang di atas kapal. Mereka terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Kapal juga membawa 89 unit kendaraan.
Menurutnya, insiden diketahui terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat ketika kapal mengalami listing dan kemudian kehilangan kontak di sekitar perairan Masalembo.
Ia mengatakan, proses evakuasi dilakukan unsur SAR gabungan bersama Basarnas Banjarmasin. Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut membantu proses penyelamatan, yakni KM Hai Da, MT Mau Ha, dan TB TCP.
“Dari proses penanganan awal tersebut, sebanyak 115 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat maupun mendapatkan perawatan medis, sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung,” jelas Heri.
Untuk mempercepat penanganan, masih ujar dia, KSOP Kelas I Banjarmasin juga telah mendirikan posko di Terminal Penumpang Bandarmasih Trisakti Banjarmasin.
“Posko ini menjadi pusat koordinasi dengan Basarnas, PT Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin melalui VTS, kepanduan PT Pelindo III Banjarmasin, pihak agen kapal, hingga keluarga korban,” terangnya.
Sementara itu, lanjut dia, penyebab insiden hingga kini masih belum diketahui. KSOP masih melakukan investigasi dan konfirmasi untuk mengetahui kemungkinan faktor alam, teknis, maupun manusia.
Ia menyebut, dampak insiden terhadap muatan kapal, potensi pencemaran lingkungan, serta kerugian terhadap harta benda juga masih dalam pendataan.
“Kami akan terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala dan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progres di lapangan,” ujar Heri.(dar)














