• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tanpa Pajak Baru, Penerimaan Negara Justru Melonjak

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 4 September 2026 - 02:12
in Ekonomi
purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dokumen Kementerian Keuangan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi global, pemerintah melihat kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam posisi yang cukup solid. Penerimaan negara tumbuh kuat, sementara belanja terus dikendalikan agar lebih efektif dan menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kondisi tersebut saat menjadi narasumber dalam acara “Sarasehan 100 Ekonom Indonesia: Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional” di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

BacaJuga:

BCA Syariah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal dan Literasi Keuangan

Perkuat Sinergi Operational, Pertamina Drilling Gembleng 20 Perwira SCM PHR di IDTC

Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar untuk Podcast Tidak Tepat

Menurutnya, hingga akhir Juli 2026, penerimaan perpajakan mencatat pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada saat yang sama, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada di sekitar 0,9 persen.

Kombinasi tersebut, kata Purbaya, membuat pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk merespons berbagai tantangan ekonomi yang mungkin muncul ke depan.

“Tax collection sampai dengan akhir Juli tahun ini tumbuhnya hampir 30 persen dibanding tahun lalu. Jadi penerimaan kita kuat. Ruang fiskal juga masih terbuka lebar, cukup kuat. Kalau kita lihat defisit sampai akhir Juli baru 0,9 persen defisitnya,” ungkap Purbaya.

Menariknya, penguatan penerimaan tersebut bukan diperoleh melalui kenaikan tarif atau penambahan jenis pajak baru. Pemerintah justru memilih membenahi kinerja dan sistem pemungutan agar penerimaan dapat meningkat dari sumber yang sudah ada.

“Memang penerimaan kita di atas perkiraan semula, dan itu terjadi tanpa kenaikan tax rate. Tarif pajaknya tidak naik, tidak ada pajak baru. Saya cukup perbaiki saja kinerja pegawai (Ditjen) Pajak. Sekarang pajak sudah lebih baik kinerjanya, Bea Cukai juga sama. Makanya, saya bisa dapat angka penerimaan yang tinggi,” jelasnya.

Purbaya menambahkan, penerapan Coretax turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan penerimaan. Meski implementasinya sempat menghadapi kendala pada tahap awal, penyempurnaan yang dilakukan secara berkelanjutan membuat sistem tersebut semakin berjalan baik.

Di sisi lain, pemerintah juga tidak ingin penguatan penerimaan berujung pada belanja yang tidak terkendali. APBN, menurut Purbaya, harus diarahkan untuk membiayai kebutuhan yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat dan perekonomian.

“Kita kendalikan belanja-belanja yang tidak perlu dan kita arahkan untuk belanja yang produktif. Sementara itu, daya beli masyarakat tetap kita jaga, termasuk dengan menyerap dampak kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi,” tutur Purbaya.

Fungsi APBN sebagai shock absorber tetap dipertahankan, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat ketika tekanan eksternal seperti kenaikan harga minyak dunia muncul.

Efisiensi juga diterapkan pada sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah mendorong perbaikan tata kelola serta pemanfaatan teknologi agar pelaksanaannya semakin efisien. Kementerian Keuangan juga ikut mendukung pengawasan melalui pemantauan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp40 triliun untuk pembayaran cicilan dan bunga. Dana tersebut dipastikan tersedia untuk menjaga kelancaran kewajiban kepada perbankan.

“Untuk KDMP kita sudah sediakan uang Rp40 triliun, sudah siap dari awal tahun itu, untuk membayar cicilan dan bunganya. Jadi September ini akan jatuh tempo, saya pastikan uangnya siap untuk dibayar sehingga perbankan tidak goncang,” tambahnya.

Dengan penerimaan yang terus menguat dan belanja yang dikawal agar semakin produktif, pemerintah optimistis APBN tetap mampu menjadi bantalan menghadapi ketidakpastian global.

Ruang fiskal yang terjaga bukan hanya menjadi modal untuk merespons gejolak, tetapi juga memungkinkan pemerintah mempertahankan daya beli, menjalankan program prioritas, dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. (her)

Tags: APBNMenkeupajakpurbaya yudhi sadewa

Berita Terkait.

bca
Ekonomi

BCA Syariah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal dan Literasi Keuangan

Kamis, 3 September 2026 - 18:08
driling
Ekonomi

Perkuat Sinergi Operational, Pertamina Drilling Gembleng 20 Perwira SCM PHR di IDTC

Kamis, 3 September 2026 - 17:17
menkop
Ekonomi

Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar untuk Podcast Tidak Tepat

Kamis, 3 September 2026 - 16:29
Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025
Ekonomi

Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025

Kamis, 3 September 2026 - 13:40
Surplus Dagang Juli Cuma USD 0,12 Miliar, Ekspor Tetap Ngebut
Ekonomi

Surplus Dagang Juli Cuma USD 0,12 Miliar, Ekspor Tetap Ngebut

Kamis, 3 September 2026 - 13:15
5 Hari di Batam, Daihatsu Kumpul Sahabat Padukan Otomotif dan Hiburan
Ekonomi

Dari Kulit Ikan hingga Produk Kelapa, 3 Bisnis Muda Raih J&T Super Seller 2026

Kamis, 3 September 2026 - 13:05

OLAHRAGA

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda
Olahraga

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 3 September 2026 - 09:12

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto mempertimbangkan komposisi pemain yang akan diturunkan menghadapi Laos U-20 dalam laga kedua...

SelengkapnyaDetails
nova

Tumpul Lawan Malaysia, Garuda Muda Pertajam Penyelesaian Akhir demi Tumbangkan Laos

Rabu, 2 September 2026 - 15:05
ferry

Izin Prinsip Sudah Terbit, League Persija Versus Persib Fix di GBK

Rabu, 2 September 2026 - 13:13
SUPER

Super League 2026 Resmi Bergulir, STY vs Igor Tolic Panaskan Rivalitas Persija-Persib

Rabu, 2 September 2026 - 08:10
league

Alasan “Indonesia Menyala” Gantikan “Gaskeun” sebagai Theme Song Super League 2026/2027

Rabu, 2 September 2026 - 04:04

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.