INDOPOSCO.ID – Tiga bisnis yang dirintis anak muda dari berbagai daerah berhasil meraih gelar juara dalam kompetisi J&T Super Seller 2026. Mengusung inovasi mulai dari camilan berbahan kulit ikan hingga olahan kelapa dan kuliner Minangkabau, ketiganya berhasil menyisihkan ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Fisnack asal Bogor yang dikembangkan Moch Denta Baihaqi keluar sebagai Juara 1. Selanjutnya, Tococo Indonesia asal Banyumas yang dikembangkan Alfito Yuro Yudistiro meraih Juara 2, sedangkan Unikayo asal Padang yang dirintis Laurencia De Rcho menempati posisi Juara 3.
Ketiga pemenang ditentukan setelah menjalani rangkaian seleksi dan fase inkubasi. Mereka mempresentasikan perkembangan bisnis serta strategi pertumbuhan usaha di hadapan dewan juri yang terdiri dari content creator dan penulis Raditya Dika, Founder Skin Game Michella Ham, serta Komisaris J&T Express Iwan Senjaya.
Atas prestasi tersebut, Juara 1 memperoleh hadiah Rp100 juta, Juara 2 Rp75 juta, dan Juara 3 Rp50 juta. Masing-masing pemenang juga mendapatkan tabungan usaha dari BCA senilai Rp25 juta.
J&T Super Seller merupakan kompetisi bisnis yang ditujukan bagi mahasiswa dan fresh graduate yang telah menjalankan usaha minimal enam bulan. Dari ratusan peserta yang mendaftar, 10 finalis dipilih untuk mengikuti fase inkubasi.
Dalam fase tersebut, masing-masing finalis mendapatkan dukungan dana pengembangan sebesar Rp20 juta serta pendampingan melalui mentoring bersama juri dan praktisi bisnis. Perkembangan usaha selama masa inkubasi kemudian menjadi bagian dari penilaian sebelum lima peserta terbaik melaju ke Grand Final.
Komisaris J&T Express Iwan Senjaya mengatakan, membangun bisnis sejak usia muda membutuhkan lebih dari sekadar keberanian dan modal. Menurutnya, pelaku usaha muda juga membutuhkan kesempatan untuk menguji strategi serta mendapatkan pendampingan agar bisnis dapat berkembang.
“Kami melihat banyak anak muda sudah berani membangun bisnis sejak masih kuliah, tetapi untuk tumbuh mereka membutuhkan lebih dari sekadar modal. Oleh karena itu, melalui J&T Super Seller kami menghadirkan pendampingan, ruang untuk menguji strategi, sekaligus dukungan pengembangan usaha,” ujar Iwan.
Fisnack menjadi juara pertama dengan inovasi memanfaatkan kulit ikan sebagai bahan utama camilan. Bisnis yang berdiri sejak 2024 tersebut mengolah hasil samping industri fillet ikan yang berpotensi menjadi limbah menjadi camilan yang renyah dan gurih.
Produk Fisnack dikembangkan agar tidak memiliki aroma amis dan tidak berminyak. Bisnis tersebut juga telah mengantongi sejumlah sertifikasi keamanan pangan. Selama mengikuti fase inkubasi J&T Super Seller, Fisnack berhasil mencatat omzet hingga Rp256 juta.
Sementara itu, Tococo Indonesia meraih Juara 2 dengan mengembangkan produk berbahan kelapa. Alfito Yuro Yudistiro mengolah komoditas kelapa menjadi produk bernilai tambah, di antaranya chips dan baked coconut snack.
Salah satu keunggulan produk Tococo Indonesia adalah proses pengolahannya yang tidak digoreng. Bisnis ini juga menawarkan produk gluten-free dan kini telah menjangkau lebih dari 40 toko ritel serta toko kesehatan di Bali dan Jakarta.
Adapun Unikayo meraih Juara 3 dengan mengangkat kekayaan kuliner Minangkabau dalam bentuk produk yang lebih praktis dan memiliki daya simpan panjang.
Didirikan pada 2020, Unikayo menawarkan sejumlah produk, mulai dari bumbu rendang instan yang telah dilengkapi santan, ready-to-eat rendang, sambal, hingga berbagai olahan khas Minang.
Produk Unikayo memiliki daya simpan hingga satu tahun dan dibuat tanpa MSG serta pengawet. Laurencia juga telah memperluas jangkauan pasar produknya melalui keikutsertaan dalam berbagai pameran internasional.
Iwan mengatakan, program J&T Super Seller menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung pertumbuhan pelaku usaha, khususnya generasi muda.
“Sebagai perusahaan logistik, J&T Express melihat pertumbuhan bisnis para seller memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan industri logistik. Karena itu, J&T Express akan terus memperkuat layanan pengiriman sekaligus menghadirkan berbagai inisiatif yang dapat membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Iwan. (srv)























