• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dunia Dihantam Ketidakpastian, Wamenkeu Bawa 3 Jurus Dongkrak Pertumbuhan di G20

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 2 September 2026 - 21:15
in Ekonomi
Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung memimpin delegasi Kementerian Keuangan dalam forum G20 FMCBG di Amerika Serikat, pada 31 Agustus–1 September 2026. Foto: Humas Kementerian Keuangan

Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung memimpin delegasi Kementerian Keuangan dalam forum G20 FMCBG di Amerika Serikat, pada 31 Agustus–1 September 2026. Foto: Humas Kementerian Keuangan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perekonomian dunia masih mampu bertahan di tengah berbagai guncangan. Namun, fondasi pertumbuhan global belum sepenuhnya aman. Konflik geopolitik, ketegangan perdagangan, gangguan rantai pasok, tingginya utang, hingga ketidakpastian kebijakan masih membayangi prospek ekonomi ke depan.

Situasi itu menjadi salah satu sorotan utama dalam Pertemuan Kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 FMCBG) di Asheville, North Carolina, Amerika Serikat (AS), pada 31 Agustus–1 September 2026.

BacaJuga:

Membaca Bumi dari Getaran: Menelusuri Jejak Teknologi Elnusa dari Balik Warehouse BSD

Target Ekonomi 2027 Dipatok 6 Persen, Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro

Samindo Resources Catat Volume Overburden 21,01 Juta BCM hingga Juli 2026

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI Juda Agung yang hadir mewakili Menteri Keuangan RI memimpin delegasi Kementerian Keuangan dalam forum di bawah Presidensi AS tersebut. Di hadapan negara-negara anggota G20, Juda menekankan bahwa ketahanan ekonomi tidak cukup hanya dijaga, tetapi harus diperkuat melalui reformasi yang mampu membuka ruang bagi investasi, produktivitas, dan inovasi.

Dalam agenda penguatan pertumbuhan ekonomi, Juda menyoroti tiga hal yang dinilai krusial, yakni reformasi struktural dan penyederhanaan regulasi, penguatan kerja sama internasional, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi.

“Reformasi pro-pertumbuhan perlu diarahkan untuk mengurangi hambatan terhadap kegiatan usaha dan investasi, memperkuat kerja sama internasional, serta mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi sebagai sumber pertumbuhan baru,” kata Juda dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Juda mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah pengalaman yang dapat dibagikan dalam agenda tersebut. Penyederhanaan regulasi terus dilakukan untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif, sementara penguatan sektor keuangan didorong melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Transformasi ekonomi juga ditempuh melalui hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan industri bernilai tambah tinggi. Di sektor BUMN, Indonesia memperkuat tata kelola sekaligus menata dan merampingkan kelembagaan untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Di saat yang sama, kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi baru dinilai berpotensi menjadi mesin pertumbuhan berikutnya. Namun, Juda mengingatkan, peluang tersebut harus dibarengi kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta ekosistem digital agar manfaatnya tidak hanya dinikmati oleh sebagian negara atau kelompok masyarakat.

G20 juga memberi ruang lebih besar bagi sektor swasta. Untuk pertama kalinya, forum tersebut menghadirkan dialog langsung dengan pelaku usaha dari sektor kesehatan, manufaktur, dan jasa keuangan.

Keterlibatan dunia usaha dinilai penting karena investasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan produktivitas tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pemerintah.

Menurut Juda, suara pelaku usaha dapat membantu memastikan agenda reformasi tidak berhenti pada kebijakan, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi investasi baru, peningkatan produktivitas, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.

Isu lain yang mengemuka adalah ketidakseimbangan ekonomi global atau global imbalances. Juda menilai respons terhadap persoalan tersebut tidak bisa menggunakan pendekatan yang seragam.

Perbedaan struktur ekonomi, kebijakan domestik, dan posisi setiap negara dalam perekonomian dunia harus menjadi pertimbangan. Karena itu, lembaga internasional perlu diperkuat dalam memantau perkembangan ketidakseimbangan global sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing negara.

Pendekatan yang lebih menyeluruh diperlukan agar upaya menjaga stabilitas global tidak justru mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi.

Di tengah pesatnya transformasi digital, G20 turut menyoroti sisi lain perkembangan teknologi: meningkatnya ancaman fraud, scam, dan kejahatan keuangan yang semakin kompleks serta lintas negara.

Digitalisasi memang membuat layanan keuangan semakin mudah diakses masyarakat. Namun, semakin luas akses tersebut, semakin besar pula tantangan dalam menjaga keamanan dan kepercayaan konsumen.

Juda menekankan bahwa literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen. Indonesia sendiri telah membangun koordinasi kelembagaan untuk memperkuat literasi keuangan serta mengembangkan Anti-Scam Center dalam menangani fraud dan scam di sektor keuangan.

“Perkembangan digitalisasi perlu diimbangi dengan penguatan literasi dan perlindungan konsumen. Mengingat fraud dan scam semakin kompleks dan bersifat lintas batas, diperlukan kerja sama internasional, pertukaran informasi, dan koordinasi antarnegara yang semakin kuat,” terangnya.

Juda juga mendorong penguatan pertukaran informasi dan koordinasi lintas negara, mengingat jaringan kejahatan keuangan kini semakin sering beroperasi melewati batas yurisdiksi.

Indonesia, lanjutnya, akan terus mendukung sinergi antara agenda G20 dan Financial Action Task Force (FATF) untuk memperkuat pencegahan dan penanganan fraud serta kejahatan keuangan sekaligus menjaga integritas sistem keuangan global.

Lewat forum G20, Indonesia menegaskan komitmennya mendorong ekonomi global yang bertumpu pada pertumbuhan, reformasi struktural, inovasi, stabilitas, dan inklusivitas. (her)

Tags: G20Kemenkeuwamenkeu

Berita Terkait.

Membaca Bumi dari Getaran: Menelusuri Jejak Teknologi Elnusa dari Balik Warehouse BSD
Ekonomi

Membaca Bumi dari Getaran: Menelusuri Jejak Teknologi Elnusa dari Balik Warehouse BSD

Rabu, 2 September 2026 - 23:28
Polisi Tetapkan 47 Tersangka Kerusuhan Pascademo di Jakarta
Ekonomi

Target Ekonomi 2027 Dipatok 6 Persen, Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro

Rabu, 2 September 2026 - 18:45
Samindo Resources Catat Volume Overburden 21,01 Juta BCM hingga Juli 2026
Ekonomi

Samindo Resources Catat Volume Overburden 21,01 Juta BCM hingga Juli 2026

Rabu, 2 September 2026 - 18:21
Transformasi di Bawah Manajemen Baru Mulai Berbuah Manis, BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026
Ekonomi

Transformasi di Bawah Manajemen Baru Mulai Berbuah Manis, BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:01
BRI Tumbuh Bersama UMKM, Kredit Rp1.235 Triliun Mengalir untuk Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi

BRI Tumbuh Bersama UMKM, Kredit Rp1.235 Triliun Mengalir untuk Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 2 September 2026 - 15:40
halal
Ekonomi

Wajib Halal Oktober 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekosistem Halal Nasional

Rabu, 2 September 2026 - 09:29

OLAHRAGA

nova
Olahraga

Tumpul Lawan Malaysia, Garuda Muda Pertajam Penyelesaian Akhir demi Tumbangkan Laos

Editor Laurens Dami
Rabu, 2 September 2026 - 15:05

INDOPOSCO.ID - Timnas Indonesia U-20 berfokus mempertajam penyelesaian akhir jelang menghadapi Laos U-20 pada laga kedua fase Grup H Kualifikasi...

SelengkapnyaDetails
ferry

Izin Prinsip Sudah Terbit, League Persija Versus Persib Fix di GBK

Rabu, 2 September 2026 - 13:13
SUPER

Super League 2026 Resmi Bergulir, STY vs Igor Tolic Panaskan Rivalitas Persija-Persib

Rabu, 2 September 2026 - 08:10
league

Alasan “Indonesia Menyala” Gantikan “Gaskeun” sebagai Theme Song Super League 2026/2027

Rabu, 2 September 2026 - 04:04
sty

Comeback ke Liga Indonesia, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan yang Membuatnya Bangga

Selasa, 1 September 2026 - 23:13

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.