INDOPOSCO.ID – Lima tahun menangani Timnas Indonesia membuat Shin Tae-yong memiliki pengalaman panjang tentang sepak bola Tanah Air. Kini, setelah kembali ke kompetisi domestik bersama Persija Jakarta, pelatih asal Korea Selatan itu mendapat kesempatan untuk melihat langsung perubahan yang terjadi di level klub.
Shin menyampaikan penilaiannya saat menghadiri konferensi pers Super League 2026/2027 di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga kembali bertemu sejumlah sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya di Indonesia, termasuk Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Direktur I.League Ferry Paulus.
Pertemuan itu menjadi momen spesial bagi Shin. Lima tahun berada di lingkungan sepak bola Indonesia membuatnya memiliki banyak kenangan sekaligus hubungan dengan berbagai pelaku sepak bola nasional.
“Senang sekali bisa bertemu kembali dengan Pak Erick Thohir dan Pak Ferry Paulus. Banyak juga coach yang saya kenal di sini, jadi saya merasa senang,” kata Shin.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diterimanya selama berada di Indonesia. “Saya juga sudah bertemu dengan semua orang di Indonesia selama lima tahun (saat menjadi pelatih Timnas) dan saya sangat senang bertemu dengan semua orang di Indonesia. Terima kasih atas dukungan Anda,” ujarnya.
Namun, kedatangan Shin kali ini bukan sekadar reuni. Setelah meninggalkan Timnas Indonesia dan kembali menangani klub, ia justru menemukan perspektif baru mengenai perkembangan sepak bola nasional. Menurutnya, kemajuan tidak hanya terlihat dari perjalanan Timnas Indonesia, tetapi juga mulai terasa di kompetisi domestik.
“Sebenarnya saya lama melatih di Timnas Indonesia dan saya sebenarnya bangga juga karena bisa memajukan sepak bola Indonesia saat melatih Timnas,” ucap Shin.
“Sekarang memang kembali ke klub Indonesia dan saya melihat sepak bola Liga Indonesia juga turut mengalami kemajuan dari sebelumnya,” lanjutnya.
Penilaian tersebut menjadi menarik karena Shin kini berada di sisi yang berbeda. Jika sebelumnya ia melihat perkembangan sepak bola Indonesia dari pusat pembinaan tim nasional, kini ia berhadapan langsung dengan atmosfer persaingan klub melalui Persija Jakarta.
Karena itu, Shin tidak ingin hanya menjadi penonton dari perubahan tersebut. Ia membawa ambisi untuk ikut mendorong perkembangan sepak bola Indonesia melalui kiprahnya bersama Macan Kemayoran.
“Dan saya akan berusaha semaksimal mungkin agar Persija bisa lebih baik lagi dan bisa memajukan sepak bola bersama dengan pelatih-pelatih lain di Super League,” tegasnya.
Shin juga menyinggung komunikasinya dengan para pelatih klub lain. Ia mengungkapkan sudah bertemu dengan pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, ketika berada di Bali. Komunikasi dengan sejumlah pelatih lain pun disebutnya sudah terjalin.
Bagi Shin, persaingan di lapangan tidak seharusnya menghilangkan rasa saling menghormati antarpelatih maupun klub.
“Sebelumnya saya sudah bertemu dengan pelatih Persib di Bali. Sebelumnya memang sudah berkomunikasi juga, sudah ngobrol banyak sebelumnya juga dengan para pelatih lain,” tutur Shin.
Ia menilai hubungan positif di antara para pelatih menjadi salah satu modal penting untuk menciptakan kompetisi yang semakin sehat dan berkembang.
“Di Super League ini kita memang harus sama-sama menghormati, di dalam dan juga luar lapangan. Jadi kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Liga Indonesia semakin maju,” tutupnya.
Kini, Shin Tae-yong memiliki tantangan baru. Setelah menghabiskan lima tahun membangun dan mengenal sepak bola Indonesia dari level tim nasional, ia harus membuktikan kemampuannya di tengah kerasnya persaingan kompetisi domestik bersama Persija. (her)























