• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kopi Kawa Rama dan Jalan Panjang Mengangkat Rarak Ronges ke Panggung Nusantara

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 3 September 2026 - 21:35
in Ekonomi
1

Robusta Rarak dan Luwak Liar menjadi dua wajah Kopi Kawa Rama dari Rarak Ronges, Sumbawa Barat. Di balik kemasannya, tersimpan cerita tentang petani, potensi lokal, dan upaya membawa kopi daerah menembus pasar Nusantara. Foto: Instagram/@kopirarak

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rarak Ronges, sebuah desa di Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) punya cara sendiri untuk memperkenalkan dirinya. Bukan melalui hamparan perbukitan atau cerita tentang perkebunan, melainkan lewat biji-biji kopi yang perlahan meninggalkan kebun dan membawa nama desa itu menuju pasar yang lebih jauh.

Biji kopi melewati proses panjang sebelum akhirnya masuk ke dalam kemasan. Dari kebun petani, biji diproses, disortir, disangrai, digiling, kemudian dikemas dengan identitas yang membawa nama daerah asalnya.

BacaJuga:

Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot

PT Pegadaian Kembali Gelar “Badai Emas 2026”, Siapkan Total Hadiah 1,88 Kilogram Emas

Jambore Kumitra 2026 Hadir di Kalsel, Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan dan Pasar

Kawa Rama.

Ya, nama tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan sebuah usaha lokal yang mencoba mengubah kopi dari komoditas perkebunan menjadi produk bernilai tambah sekaligus membawa cerita Rarak Ronges ke pasar yang lebih luas.

Ketika Kopi Lokal Menemukan Identitas

Di balik Kawa Rama ada Wardani Murti. Pria yang akrab disapa Mas Dani itu merupakan pemilik usaha coffee roastery yang berlokasi di Rarak Ronges.

Kawa Rama memproduksi kopi dalam bentuk biji sangrai maupun bubuk. Jenis kopi yang diolah cukup beragam, mulai dari Robusta, Arabica hingga Liberika. Kawa Rama juga melayani jasa sangrai bagi konsumen yang ingin mengolah biji kopi miliknya sendiri.

Namun, bagi Mas Dani, kekuatan Kawa Rama bukan hanya terletak pada banyaknya jenis kopi yang ditawarkan. Ada identitas Rarak Ronges yang ingin terus dibawa dalam setiap produk.

“Kawa Rama merupakan nama brand kopi lokal dari Rarak Ronges Sumbawa Barat yang fokus bisnisnya di bidang pengolahan dan roastery kopi,” ujar Wardani kepada INDOPOSCO melalui gawai, Kamis (3/9/2026).

Kopi Rarak memiliki cerita yang berawal dari kebun. Para petani selama ini membudidayakan kopi secara tradisional. Pengetahuan mengenai tanaman, perawatan hingga proses panen menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.

Kawa Rama kemudian mencoba mempertemukan tradisi tersebut dengan proses pengolahan yang lebih terukur.

“Kopi Rarak ditanam dan dibudidayakan oleh petani secara tradisional, diproses pascapanen yang sesuai SOP,” kata Mas Dani.

Menurutnya, proses tersebut turut menjaga karakter rasa yang menjadi kekuatan kopi lokal Rarak.

“Memiliki karakter rasa yang khas dengan citarasa dark coklat, brown sugar,” ujarnya.

Karakter tersebut menjadi modal penting ketika kopi lokal mulai diperkenalkan kepada konsumen di luar daerah.

Biji kopi hasil sangrai menggunakan mesin di ruang produksi Kopi Kawa Rama, Rarak Ronges, Sumbawa Barat. Proses roasting menjadi salah satu tahapan penting untuk menghasilkan cita rasa dan aroma khas kopi sebelum dipasarkan. Foto: Dokumen Pribadi

Dari Pelatihan Branding ke Pasar yang Lebih Luas

Perjalanan Kawa Rama mengalami perubahan penting sejak 2023. Pada tahun tersebut, usaha ini menjadi salah satu UMKM binaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara, anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Salah satu pengalaman awal yang diikuti Mas Dani adalah pelatihan branding.

Bagi pelaku usaha kecil, branding bukan sekadar persoalan membuat kemasan terlihat menarik. Identitas merek menjadi cara untuk menjelaskan kepada konsumen siapa produsen di balik sebuah produk, dari mana produk tersebut berasal, dan mengapa produk itu layak dipilih.

Mas Dani mengaku pelatihan tersebut membuatnya melihat kopi lokal dari sudut pandang berbeda.

“Awal mula pada tahun 2023 kita menjadi UMKM binaan PT Amman. Saat itu kita pertama kali mengikuti pelatihan branding yang diadakan oleh Amman Mineral dengan beberapa rekan-rekan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat,” tuturnya.

Sejak saat itu, pengembangan Kawa Rama mulai bergerak pada berbagai sisi. Tidak hanya rasa dan proses produksi, tetapi juga bagaimana produk ditampilkan dan diperkenalkan kepada konsumen.

Perubahan tampilan kemasan menjadi salah satu yang paling mudah terlihat. Produk yang sebelumnya tampil sederhana mulai diarahkan menjadi lebih modern dan memiliki identitas yang lebih kuat.

Bukan Hanya Kemasan, Tetapi Juga Kapasitas Usaha

Pendampingan yang diterima Kawa Rama kemudian berkembang lebih jauh. Mas Dani merasakan perubahan pada kualitas produk, kapasitas produksi hingga omzet. Promosi yang dilakukan dengan dukungan AMMAN juga membantu memperkenalkan Kawa Rama kepada pasar yang lebih luas.

“Perubahan yang kami rasakan setelah menjadi mitra AMMAN, tampilan kemasan lebih modern, kualitas semakin baik, produksi semakin meningkat, omzet meningkat berkat promosi dibantu juga oleh AMMAN,” tutur Mas Dani.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Kawa Rama sebagai pelaku usaha. Pengetahuan yang berkaitan dengan kopi juga perlahan bergerak hingga ke tingkat petani.

Para petani mulai mendapatkan pemahaman lebih baik mengenai budidaya, perawatan tanaman dan penanganan pascapanen.

Tangan-tangan petani menjadi awal perjalanan Kopi Kawa Rama. Biji kopi hasil panen dipilah secara manual di Rarak Ronges, Sumbawa Barat, sebelum memasuki proses pengolahan dan roasting untuk menjaga mutu serta karakter kopi lokal. Foto: Dokumen Pribadi

Hal itu menjadi penting karena kualitas kopi tidak dimulai ketika biji masuk ke mesin sangrai. Mutu kopi sudah ditentukan sejak tanaman dirawat, buah dipanen dan biji diproses setelah panen.

Semakin baik proses di tingkat kebun, semakin besar peluang menghasilkan bahan baku yang konsisten ketika sampai di tangan roaster.

Dengan demikian, pertumbuhan Kawa Rama ikut menciptakan hubungan yang lebih erat antara pelaku UMKM dan petani kopi.

Penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu perhatian AMMAN di Kabupaten Sumbawa Barat. Salah satu fokusnya adalah mendorong pelaku UMKM agar memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang.

Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto, mengatakan keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah.

Menurut Aji, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari upaya AMMAN dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat Sumbawa Barat.

“AMMAN mendorong pemberdayaan ekonomi bagi UMKM di Kabupaten Sumbawa Barat,” kata Aji dalam sebuah kesempatan pada 13 Mei 2026 lalu.

Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat. UMKM dinilai tidak hanya berperan sebagai sumber penghasilan bagi keluarga, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru di tengah masyarakat.

Membawa Nama Rarak Ronges Keluar Pulau Sumbawa

Perubahan tersebut mulai membuka pintu pasar yang sebelumnya sulit dijangkau. Kawa Rama kini tidak hanya berupaya menjual produk di wilayah Sumbawa Barat. Perjalanan mereknya mulai bergerak melampaui Pulau Sumbawa.

Mas Dani menyebut pihaknya telah menjalin kerja sama dengan perusahaan roastery kopi di Pulau Lombok. Peluang kerja sama pasokan biji kopi juga tengah disiapkan untuk tahun berikutnya.

Perluasan pasar tersebut memberikan peluang baru bagi usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membangun jaringan bisnis.

Namun, pasar yang semakin luas juga menghadirkan tantangan. Produksi harus mampu mengikuti permintaan, sementara kualitas dan karakter kopi harus tetap dipertahankan.

Bagi Kawa Rama, tantangan itu menjadi bagian dari proses menuju usaha yang lebih matang.

Kopi sebagai Jalan Ekonomi Baru

Di Rarak Ronges, pengembangan kopi memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar memperluas pasar sebuah merek.

Komoditas tersebut dapat menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi diversifikasi ekonomi daerah.

Ketika permintaan kopi meningkat, peluang ekonomi juga dapat tumbuh di berbagai titik. Mulai dari petani yang menghasilkan biji, tenaga kerja yang mengolah, pelaku usaha yang melakukan roasting dan pengemasan, hingga jaringan pemasaran yang membawa produk ke konsumen.

Inilah yang membuat pengembangan UMKM menjadi penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Saat masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo pada Jumat (26/6/2026) mengatakan UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia karena memberikan sumbangan signifikan, khususnya dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.

“UMKM juga dipercaya memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi penopang bagi stabilitas sistem keuangan dan perekonomian,” kata Perry pada saat itu.

Cerita Kawa Rama menunjukkan bagaimana peran tersebut dapat tumbuh dari sebuah desa.

Sebuah usaha kecil tidak hanya menjual produk, tetapi juga dapat menjadi simpul yang menghubungkan potensi alam, keterampilan masyarakat, kreativitas, dan pasar.

Dari Kebun Menuju Identitas Daerah

Mas Dani menyadari perjalanan untuk menjadikan kopi Rarak dikenal lebih luas masih panjang.

Karena itu, ia berharap program pendampingan dapat terus dilanjutkan, terutama pada tingkat kebun dan petani.

Salah satu yang menurutnya penting adalah keberlanjutan demplot (demonstration plot atau lahan percontohan) kebun kopi di Desa Rarak Ronges.

“Harapan ke depan AMMAN bisa melanjutkan program pendampingan demplot kebun kopi yang ada di Desa Rarak Ronges supaya bisa menjadi wadah belajar petani kopi yang lainnya,” ujarnya.

Demplot tersebut diharapkan dapat menjadi tempat belajar bersama. Petani tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bisa melihat secara langsung praktik budidaya, perawatan tanaman dan pengelolaan kebun yang lebih baik.

Harapan lainnya adalah memperoleh dukungan pemerintah agar kopi Rarak dapat memiliki sertifikat indikasi geografis.

“Selanjutnya membantu kepada pemerintah untuk membantu para petani kopi Rarak mendapatkan sertifikat indikasi geografis supaya nama kopi lokal bisa masuk ke jajaran kopi Nusantara,” kata Mas Dani.

Bagi Rarak Ronges, pengakuan tersebut bukan sekadar persoalan administratif.

Indikasi geografis dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kopi yang memiliki keterkaitan dengan wilayah asalnya.

Jika terwujud, nama Rarak Ronges memiliki peluang semakin kuat melekat pada produk kopi yang dihasilkan masyarakatnya.

Secangkir Kopi dan Cerita tentang Masa Depan

Sore mungkin akan datang dan mesin sangrai di ruang produksi Kawa Rama akan kembali berhenti. Aroma kopi yang memenuhi ruangan perlahan menghilang dari udara.

Namun, perjalanan kopi Rarak tidak berhenti ketika mesin dimatikan.

Ia kembali ke kebun, kepada petani yang merawat tanaman. Kemudian bergerak ke ruang produksi, masuk ke dalam kemasan, dibawa ke pasar dan akhirnya sampai ke tangan konsumen.

Dalam setiap tahapan itu, ada nilai ekonomi yang sedang dibangun.

Tetapi ada pula sesuatu yang tidak terlihat dalam angka penjualan: kebanggaan terhadap daerah asal.

Kawa Rama sedang mencoba menunjukkan bahwa kopi dari sebuah kawasan di Sumbawa Barat dapat memiliki cerita yang layak didengar lebih jauh.

Cerita tentang petani yang membudidayakan kopi secara tradisional. Tentang cita rasa dark chocolate dan brown sugar yang menjadi karakter produk. Tentang UMKM yang belajar memperbaiki kemasan, kualitas, produksi dan pemasaran. Tentang pendampingan yang membuka akses menuju pasar baru.

Dan terutama, tentang sebuah desa yang ingin memperkenalkan dirinya melalui secangkir kopi.

Pada akhirnya, kopi Rarak Ronges mungkin memang dimulai dari biji kecil yang tumbuh di perbukitan.

Namun ketika diolah dengan pengetahuan, dipasarkan dengan identitas dan dikembangkan bersama masyarakat, biji itu dapat membawa cerita yang jauh lebih besar.

Dari Rarak Ronges, Kawa Rama sedang menyeduh bukan hanya kopi, tetapi juga harapan agar nama Sumbawa Barat semakin dikenal melalui kekayaan lokalnya. (her)

Tags: AMMANkopiKopi Kawa RamaPT Amman Mineral Internasional TbkRarak RongesWardani Murti

Berita Terkait.

Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot
Ekonomi

Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

PT Pegadaian Kembali Gelar “Badai Emas 2026”, Siapkan Total Hadiah 1,88 Kilogram Emas

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:43
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

Jambore Kumitra 2026 Hadir di Kalsel, Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan dan Pasar

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:36
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

Elnusa dan PHR Garap Survei Seismik 688,5 Km, Bidik Potensi Migas Lampung–Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26
Ekspor
Ekonomi

Ekspor Indonesia Tembus USD 193,64 Miliar, Kemendag Genjot Produk Lokal

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:08
Program Beasiswa Ini Perluas Akses Pendidikan Tinggi Anak Kurang Mampu
Ekonomi

Program Beasiswa Ini Perluas Akses Pendidikan Tinggi Anak Kurang Mampu

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:24

OLAHRAGA

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12
Olahraga

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Editor Nasuha
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini harus berfokus pada pengembangan...

SelengkapnyaDetails
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    3859 shares
    Share 1544 Tweet 965
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1103 shares
    Share 441 Tweet 276
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    937 shares
    Share 375 Tweet 234
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    842 shares
    Share 337 Tweet 211
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.