INDOPOSCO.ID — Warga terdampak gempa di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan pendampingan selain bantuan kebutuhan dasar. Salah satu bentuk pendampingan yang dilakukan relawan adalah kegiatan trauma healing bagi keluarga dan anak-anak yang terdampak bencana.
Hal itu yang dilakukan oleh Relawan Pendekar 08 yang menjalankan kegiatan tersebut di sejumlah wilayah terdampak, salah satunya Kecamatan Kuwus Barat. Selain menyalurkan bantuan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan masyarakat yang masih berada di pengungsian sementara, relawan juga memberikan pendampingan melalui kegiatan trauma healing.
Ketua Umum Pendekar 08 Ancilla Yanny Irmella mengatakan, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan material. Dukungan moril kepada masyarakat juga diperlukan selama proses pemulihan.
“Aksi kemanusiaan yang kami lakukan bagi masyarakat terdampak gempa NTT tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Kehadiran langsung para relawan di tengah warga juga menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan moril dan membangun semangat masyarakat untuk melewati masa sulit pascabencana,” kata Ancilla, Rabu (2/9/2026).
Menurut Ancilla, penyaluran bantuan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah dan perangkat setempat. Koordinasi tersebut diperlukan agar bantuan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.
Ia mengatakan, informasi dari aparat setempat membantu relawan mengetahui kondisi warga secara langsung, termasuk kebutuhan masyarakat yang terdampak kerusakan rumah maupun yang masih tinggal di tempat pengungsian.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan yang disalurkan antara lain perlengkapan tempat berlindung, bahan pangan, kebutuhan keluarga dan anak-anak, serta perlengkapan kebersihan diri.
Selain bantuan logistik, kegiatan trauma healing diberikan sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga yang mengalami dampak setelah gempa.
Ancilla berharap bantuan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama masa darurat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
“Karena itu, bantuan material harus berjalan beriringan dengan upaya membangun kedekatan dan menunjukkan bahwa warga terdampak tidak menghadapi situasi sulit tersebut sendirian,” ujarnya. (dil)






















