• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Sejarah Nasional Dirombak, Menbud: Pemerintah Tak Sentuh Satu Lembar pun

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 2 September 2026 - 19:00
in Nasional
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon. Foto: Dok Kemenbud

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon. Foto: Dok Kemenbud

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah memastikan pemutakhiran sejarah nasional Indonesia tidak menjadi proyek untuk mengutak-atik masa lalu sesuai kepentingan penguasa. Kementerian Kebudayaan menegaskan, penulisan seri buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global sepenuhnya diserahkan kepada para sejarawan dan akademisi.

Peluncuran lima jilid pertama seri tersebut sekaligus mengakhiri penantian hampir dua dekade atas pemutakhiran penulisan sejarah nasional Indonesia.

BacaJuga:

Soal Perampasan Aset, Ketua Komisi III: Antara Target Pemulihan dan Potensi Jadi Alat Kekuasaan

ETLE Punya Keterbatasan, DPR RI: Kombinasi Tilang Manual Dinilai Jadi Solusi

Pengembangan AI untuk Prioritaskan Pasien IGD, BRIN: Akurasi Masih Perlu Ditingkatkan

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan, pemerintah hanya mengambil posisi sebagai fasilitator. Kementeriannya tidak melakukan intervensi terhadap substansi, metodologi, maupun narasi yang disusun tim sejarawan.

“Dalam penyusunan buku ini (sejarah nasional, red), Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) hanya bertindak sebagai fasilitator. Substansi, metodologi, dan narasi sepenuhnya diserahkan kepada para sejarawan yang tergabung dalam tim penyusun,” tegas Fadli Zon dalam keterangan, Rabu (2/9/2026).

Bahkan, Fadli memastikan tidak ada satu lembar pun naskah yang diubah oleh kementerian. Menurut dia, sikap tersebut penting untuk menjaga integritas ilmiah sekaligus menjamin kebebasan akademik para sejarawan.

“Bahkan satu lembar pun naskahnya tidak kami ubah, karena ini sepenuhnya karya ilmiah dan wujud kebebasan akademik para ahli,” katanya.

Ia menuturkan, pemutakhiran historiografi nasional tersebut melibatkan 123 sejarawan dan akademisi dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga penelitian independen di seluruh Indonesia. Komposisi tersebut diharapkan mampu menghadirkan perspektif yang lebih beragam.

Ia menambahkan, keterlibatan banyak akademisi dari berbagai daerah dan lembaga juga dimaksudkan untuk menghindari dominasi narasi tunggal. Dengan begitu, penulisan sejarah diharapkan tidak terjebak pada bias kepentingan politik tertentu.

Editor Umum Tim Penyusun Buku Sejarah Indonesia, Singgih Tri Sulistiyono, mengatakan, jaminan independensi dari negara memberikan ruang kepada para peneliti untuk menyusun narasi sejarah berbasis Indonesia-sentris dengan menggunakan metodologi ilmu pengetahuan mutakhir.

Menurut dia, sejarawan memiliki tanggung jawab menyajikan fakta dan analisis berdasarkan metodologi ilmiah secara jujur. Sejarah, kata Singgih, tidak semestinya hanya menjadi kumpulan hafalan dogmatis ataupun kendaraan untuk kepentingan politik.

“Lima jilid pertama yang diterbitkan ini berfokus pada babak awal perjalanan Nusantara, mulai dari era praaksara, perkembangan kebudayaan maritim, interaksi dengan peradaban Timur Tengah dan Asia, hingga dinamika sosial-politik pada abad ke-19,” ujar Singgih.

Diketahui, buku tersebut sekaligus ingin menempatkan Nusantara dalam konteks sejarah dunia. Nusantara digambarkan bukan sebagai wilayah pasif yang hanya menerima pengaruh dari luar, melainkan sebagai panggung peradaban yang telah berkembang dan aktif berinteraksi dengan berbagai pusat peradaban dunia.

Untuk memastikan hasil riset dapat diuji dan dimanfaatkan masyarakat secara terbuka, Kementerian Kebudayaan juga menyediakan akses digital secara gratis. Seluruh berkas lima jilid pertama seri Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global dapat diunduh publik melalui portal pustakabudaya.id mulai 31 Agustus 2026. (nas)

Tags: Fadli ZonHistoriografiKementerian KebudayaanSejarah Indonesia

Berita Terkait.

Habiburokhman
Nasional

Soal Perampasan Aset, Ketua Komisi III: Antara Target Pemulihan dan Potensi Jadi Alat Kekuasaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:01
Tilang
Nasional

ETLE Punya Keterbatasan, DPR RI: Kombinasi Tilang Manual Dinilai Jadi Solusi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:47
Cek-Kesehatan
Nasional

Pengembangan AI untuk Prioritaskan Pasien IGD, BRIN: Akurasi Masih Perlu Ditingkatkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:27
TNI
Nasional

Pascaputusan MK, DPR RI Desak Revisi UU Peradilan Militer Tak Tunggu 2 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:05
Program Beasiswa Ini Perluas Akses Pendidikan Tinggi Anak Kurang Mampu
Nasional

Wakil Ketua DPD RI: Kepemimpinan Perempuan Butuh Kesempatan Setara

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:04
Mendikdasmen Perluas Akses PAUD, 888 Ribu Murid TK Terima PIP
Nasional

Mendikdasmen Perluas Akses PAUD, 888 Ribu Murid TK Terima PIP

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:45

OLAHRAGA

BLISPI
Olahraga

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Editor Nasuha
Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16

INDOPOSCO.ID - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin membuka Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Youth Cup...

SelengkapnyaDetails
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    3337 shares
    Share 1335 Tweet 834
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1023 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    922 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.