INDOPOSCO.ID – Cerita warga yang sebelumnya tinggal di pinggir rel Stasiun Senen, Jakarta, memasuki babak baru. Pada Jumat (28/8/2026) malam, Presiden Prabowo Subianto mendatangi mereka, bukan lagi di tengah permukiman padat dan tidak layak, melainkan di hunian baru yang kini menjadi tempat tinggal mereka.
Pertemuan itu menjadi kelanjutan dari langkah Prabowo beberapa bulan sebelumnya. Pada Maret 2026, Prabowo turun langsung melihat kondisi permukiman warga di kawasan pinggir rel kereta api Senen dan menyaksikan dari dekat bagaimana sebagian masyarakat menjalani kehidupan di tengah keterbatasan hunian yang layak.
Kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai peninjauan. Prabowo kemudian meminta jajaran terkait untuk mencarikan solusi sekaligus membangun hunian baru bagi warga yang masih bertahan di kawasan pinggir rel kereta api tersebut.
Permintaan itu kemudian berlanjut menjadi pembangunan nyata. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Hutama Karya (Persero) membangun 324 unit hunian di atas lahan milik InJourney Airports, yang kini ditempati warga yang sebelumnya tinggal di kawasan pinggir rel.
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai rangkaian tersebut memperlihatkan sisi lain dari kebiasaan Prabowo turun langsung ke lapangan. Menurutnya, blusukan yang dilakukan Prabowo kali ini tidak berhenti pada aktivitas melihat persoalan, tetapi berlanjut pada langkah untuk mencari solusi.
“Alih-alih menjadikan blusukan sebagai saranaa untuk meraih keunggulan electoral, Presiden Prabowo justru memanfaatkan blusukan sebagai sarana untuk melakukan belanja masalah secara langsung dari lapangan sekaligus merancang kebijakan apa yang harus dilakukan pemerintah sebagai solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut. Jadi Presiden Prabowo bukan sekadar blusukan tanpa hasil,” kata Bawono dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Bawono menilai kunjungan Prabowo ke permukiman kumuh di pinggir rel tersebut sulit dilihat semata sebagai manuver politik. Apalagi, Pemilu masih cukup jauh. Karena itu, kedatangan Prabowo ke kawasan tersebut dinilai lebih menunjukkan upaya untuk melihat langsung persoalan masyarakat dari lapangan.
Menurutnya, salah satu persoalan mendasar yang ditemui Prabowo adalah kebutuhan keluarga Indonesia terhadap tempat tinggal yang layak. Di tengah padatnya Jakarta, persoalan hunian menjadi isu penting karena menyangkut bukan hanya tempat berlindung, tetapi juga kualitas hidup dan masa depan keluarga.
“Prabowo sadar betul kepemilikan atas hunian baik merupakan salah satu janji politik komitmen penting yang harus ia tunaikan,” tambahnya. (her)























