INDOPOSCO.ID – Syngenta Indonesia meluncurkan SIMODIS, insektisida berbasis teknologi Plinazolin untuk membantu petani mengendalikan serangan hama thrips pada tanaman cabai.
Tantangan tersebut semakin relevan ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangan populasi hama. Fenomena El Niño, misalnya, dapat menyebabkan musim kemarau datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang, sehingga berpotensi meningkatkan tekanan hama pada tanaman.
Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura penting dengan permintaan pasar yang tinggi dan nilai ekonomi yang signifikan. Namun, produktivitas dan kualitas panen cabai dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), termasuk thrips.
Pengendalian thrips yang efektif dapat membantu tanaman cabai tumbuh lebih sehat, terutama pada bagian pucuk, daun, bunga, hingga buah. Dengan tekanan serangan thrips yang lebih terkendali, tanaman dapat memiliki pucuk yang lebih sehat, daun lebih minim keriput atau menggulung.
National Sales Head Syngenta Indonesia Fauzi Tubat mengatakan, bahwa petani hortikultura menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi produktivitas.
“Petani hortikultura, termasuk cabai, menghadapi tiga tantangan utama, yaitu kekeringan, harga komoditas yang tidak menentu, serta hama dan penyakit yang memengaruhi produksi,” kata Fauzi Tubat dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Meskipun faktor alam dan harga pasar tidak bisa dikontrol, ia menekankan pentingnya pengupayaan perlindungan tanaman yang tepat guna mengamankan tanaman cabai petani dari ancaman hama thrips
“Dua hal pertama berada di luar kendali kita, namun untuk hama dan penyakit, kita dapat mengupayakannya melalui penggunaan produk perlindungan tanaman yang tepat,” ujar Fauzi.
“SIMODIS hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan tiga keunggulan utama: Jago (jago lawan thrips), Unggul (pucuk merekah, daun sehat), serta Sempurna (bunga dan buah mulus),” tambahnya.
Jember dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan salah satu sentra produksi cabai di Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi cabai di Kabupaten Jember mencapai 176.234 kuintal sepanjang 2024. Dukungan teknologi pengendalian thrips, menjadi salah satu faktor penting membantu menjaga produktivitas dan kualitas hasil panen. (dan)























