• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Gus Yusuf dan Gus Salam Diduga “Dijegal” Pasal Perkum di Muktamar NU ke-35

Dilianto Editor Dilianto
Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:05
in Headline
Lakukan protes: Ratusan pemuda Nahdliyin merangsek ke arena Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026). Foto: Istimewa

Lakukan protes: Ratusan pemuda Nahdliyin merangsek ke arena Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ratusan pemuda Nahdliyin merangsek ke arena Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026). Mereka menyampaikan aspirasi saat Sidang Pleno Pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 berlangsung.

Aksi tersebut menyoroti penggunaan Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang dinilai dapat menghambat sejumlah kader untuk maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

BacaJuga:

Penyelundupan Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun Digagalkan, DPR Desak Bongkar Jaringan Internasional

Typhoon Champi Hits Taiwan, Injuring Two Indonesian Nationals

Dihantam Topan Champi di Taiwan, 2 WNI Luka Ringan

Koordinator aksi, Fathoni, menuding pelaksanaan Muktamar NU ke-35 sejak awal telah diarahkan untuk kepentingan kelompok tertentu. Ia menyoroti posisi Saifulloh Yusuf sebagai Ketua Panitia Muktamar serta dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam pengaturan jalannya persidangan.

“Bisa kita lihat hari ini dengan mata telanjang bahwa Saiful dengan kroninya, Pak Nuh, memainkan peran mengatur sidang sedemikian rupa untuk kepentingannya sendiri dan memanfaatkan kiai sepuh untuk kepentingan sendiri,” kata Fathoni.

Menurut dia, persoalan mencuat setelah ketentuan dalam Perkum yang mengatur persyaratan calon Ketua Umum PBNU kembali dibahas. Salah satunya mengenai ketentuan masa idah politik selama satu tahun dan sanksi organisasi.

Fathoni menilai penerapan ketentuan tersebut berpotensi mengeliminasi sejumlah kader yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin PBNU, termasuk KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf dan Gus Salam Shohib.

“Pengesahan penggunaan peraturan perkumpulan yang memuat syarat ketua umum dimainkan sedemikian rupa. Ketentuan masa idah politik satu tahun dan sanksi organisasi dibahas kembali sehingga mengeliminasi beberapa kader terbaik menjadi calon Ketua Umum PBNU, baik itu Gus Yusuf Chudlori maupun Gus Salam Shohib,” ujarnya.

Dalam aksinya, Nahdliyin Muda juga menyampaikan tujuh tuntutan terkait pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Pertama, mereka menolak segala bentuk penggunaan Perkum sebagai alat untuk menghalangi pencalonan Gus Yusuf dan Gus Salam secara sepihak dan diskriminatif.

Kedua, mereka menegaskan Perkum semestinya menjadi instrumen penataan organisasi, bukan alat politik untuk menyingkirkan calon tertentu dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.

Ketiga, mereka mendesak panitia dan seluruh jajaran PBNU menerapkan aturan secara adil, terbuka, dan konsisten. Mereka juga menolak aturan diberlakukan secara surut maupun ditafsirkan berdasarkan kepentingan kelompok tertentu.

Keempat, Nahdliyin Muda menuntut adanya penjelasan resmi serta ruang klarifikasi yang setara bagi Gus Yusuf sebelum keputusan mengenai kelayakan pencalonannya ditetapkan.

Kelima, mereka mengingatkan bahwa kedaulatan tertinggi organisasi berada di tangan muktamirin. Karena itu, hak PWNU, PCNU, dan PCI NU dalam menentukan calon terbaik dinilai tidak boleh dibatasi melalui persoalan administratif.

Keenam, mereka mengajak para kiai, ulama, dan seluruh peserta Muktamar menjaga marwah jam’iyah agar proses pemilihan berlangsung jujur, bermartabat, serta berpedoman pada AD/ART dan nilai-nilai keadilan.

Ketujuh, mereka menyerukan kepada seluruh Nahdliyin, khususnya generasi muda NU, untuk mengawal jalannya Muktamar secara kritis, damai, dan konstitusional.

“Jangan sampai ada calon yang dijegal dan aspirasi yang dibungkam,” demikian seruan massa.

Aksi tersebut berlangsung di tengah agenda penting Muktamar NU ke-35 yang salah satunya adalah pemilihan Ketua Umum PBNU untuk periode 2026-2031. Para peserta aksi berharap seluruh proses kontestasi berlangsung transparan dan memberikan ruang yang sama bagi setiap kader yang memenuhi ketentuan organisasi. (dil)

Tags: Muktamar ke-35 NUNahdlatul Ulama

Berita Terkait.

Kentamin
Headline

Penyelundupan Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun Digagalkan, DPR Desak Bongkar Jaringan Internasional

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:19
Typhoon Champi Hits Taiwan, Injuring Two Indonesian Nationals
Headline

Typhoon Champi Hits Taiwan, Injuring Two Indonesian Nationals

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:59
Dihantam Topan Champi di Taiwan, 2 WNI Luka Ringan
Headline

Dihantam Topan Champi di Taiwan, 2 WNI Luka Ringan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:42
bowo
Headline

Akui Kekurangan Program MBG, Prabowo: Pecat dan Bersihkan!

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:10
haji
Headline

Jadwal Perjalanan Haji 2027 Lebih Awal, Beri Ruang Persiapan Bagi Jemaah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:40
wo
Headline

Prabowo Praises Cabinet as “Quite Impressive,” Analyst Sees Hidden Message

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:39

OLAHRAGA

BLISPI
Olahraga

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Editor Nasuha
Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16

INDOPOSCO.ID - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin membuka Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Youth Cup...

SelengkapnyaDetails
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    2704 shares
    Share 1082 Tweet 676
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    901 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.