• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

E-Voting, Jalan Baru Demokrasi atau Teknologi yang Terlalu Dini?

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:31
in Nasional
Sejumlah narasumber menyampaikan pandangan dalam diskusi FIKOM UNPAD Connection bertajuk “E-Voting untuk Memilih Pejabat Negara: Seberapa Siap Indonesia?” di Jakarta, Rabu (26/8/2026). Foto: Herry Rosadi/INDOPOSCO

Sejumlah narasumber menyampaikan pandangan dalam diskusi FIKOM UNPAD Connection bertajuk “E-Voting untuk Memilih Pejabat Negara: Seberapa Siap Indonesia?” di Jakarta, Rabu (26/8/2026). Foto: Herry Rosadi/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gagasan penerapan electronic voting (e-voting) untuk memilih kepala kantor wilayah mulai membuka perdebatan yang lebih besar: apakah Indonesia sudah siap membawa mekanisme pemungutan suara digital ke ruang demokrasi yang lebih luas?

Pertanyaan itu mengemuka dalam forum FIKOM UNPAD Connection bertajuk “E-Voting untuk Memilih Pejabat Negara: Seberapa Siap Indonesia?” di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

BacaJuga:

Soal Perampasan Aset, Ketua Komisi III: Antara Target Pemulihan dan Potensi Jadi Alat Kekuasaan

ETLE Punya Keterbatasan, DPR RI: Kombinasi Tilang Manual Dinilai Jadi Solusi

Pengembangan AI untuk Prioritaskan Pasien IGD, BRIN: Akurasi Masih Perlu Ditingkatkan

Ketua IKA FIKOM Unpad, Hendri Satrio, mengatakan forum tersebut tidak sekadar membahas teknologi, tetapi juga ingin melihat kemungkinan e-voting diterapkan pada skala yang lebih luas, termasuk Pemilu 2029.

“Kenapa kemudian IKA FIKOM Unpad membahas e-voting? Kita ingin menggali dan meminta perspektif apakah e-voting ini bisa dilakukan untuk lingkup yang lebih luas semisal Pemilu 2029, itu yang ingin kita gali,” kata Hensa, sapaan akrabnya.

Gagasan itu berawal dari Kementerian Hukum. Kepala Badan Strategi Kebijakan Hukum Kemenkum Andry Indrady menjelaskan, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas ingin membuka ruang partisipasi pegawai dalam pemilihan pimpinan tinggi pratama, terutama kepala kantor wilayah.

Menurut Andry, partisipasi tersebut tetap berada dalam koridor sistem manajemen talenta dan ketentuan kepegawaian.

“Kemenkum ingin ada partisipasi pegawai. Karena pegawai ini nantinya yang akan menjadi subjek yang akan dipimpin oleh calon pemimpinnya,” kata Andry.

Namun, e-voting tidak dimaksudkan untuk menggeser kewenangan Menteri Hukum dalam menentukan pejabat yang akan menduduki jabatan tersebut.

“Tidak ada kewenangan Menteri yang berubah. Kewenangan tetap ada di Pak Menteri. Ini adalah instrumen tambahan untuk memberikan keyakinan kepada Pak Menteri bahwa sosok yang dipilih ini, setelah secara prosedural sudah tersaring, lalu secara partisipasi pegawai juga sudah teruji,” jelasnya.

Kemenkum, kata Andry, juga tidak menutup kemungkinan sistem tersebut dikembangkan untuk kebutuhan yang lebih luas. Namun, ia mengingatkan perlunya riset dan kajian mendalam jika e-voting hendak diterapkan pada level pemilu.

“If you want to adopt it, ya mungkin bisa didiskusikan agar semakin serius, dan skalabilitasnya juga harus pakai riset yang lebih dalam,” tutur Andry.

Gagasan tersebut mendapat respons positif, meski para pakar memberikan catatan berbeda soal kesiapan Indonesia.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai e-voting merupakan gagasan yang baik. Namun, kesiapan sumber daya manusia, sistem teknologi, hingga peta jalan penerapannya harus menjadi perhatian.

“Sekali lagi, kalau bicara e-voting itu bagus, cuma saya khawatir terkait dengan kesiapan SDM-nya, kesiapan sistemnya, kita tahu di seluruh Indonesia belum bagus,” kata Agus.

“Kedua, kita itu tidak bisa tiba-tiba melakukan kebijakan ini tanpa ada roadmap, orang kita ini enggak siap, jadi harus ada tahapan,” lanjutnya.

Pakar Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah juga melihat e-voting sebagai sesuatu yang positif dan memungkinkan untuk diterapkan. Namun, menurutnya, tahapan dan mekanisme pengawasan harus dirancang secara ketat.

Ia mengingatkan, lemahnya prosedur dapat membuka celah manipulasi, terutama jika e-voting diterapkan dalam lingkungan politik Indonesia.

“Kita mempertanyakan bagaimana e-voting ini betul-betul bisa bergerak, secara nasional kebijakan bisa (jalan) Mbak, cuma memang tahapannya harus betul-betul diperhayikan karena memang sesungguhnya budaya kita lebih kepada ini ya, bukan bukan majemuknya ya tapi lebih kepada akal-akalan gitu,” jelas Trubus.

Pandangan berbeda disampaikan Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana. Ia menilai Indonesia belum siap menerapkan e-voting secara nyata karena persoalannya bukan sekadar teknologi, melainkan juga kesiapan hukum dan politik.

“Secara ide siap, namun secara realita tidak sama sekali. Hukum tata negaranya seperti apa, Undang-undang Pemilu mestinya sudah mengatur soal-soal ini (sejak lama),” kata Denny.

“Ketika ada nepotisme dalam pemilu, merusak meritokrasi. Ketika aturan main dibuat personal, bagaimana kita bisa meloncat ke teknologi e-voting?” tegasnya.

Sementara itu, wartawan senior Azis Husaini melihat e-voting perlu diuji lebih luas agar efektivitas sistemnya dapat terukur. “E-voting ini bagus ya sebenarnya, mungkin ke depannya bisa di coba lagi sistemnya misalnya dalam pemilihan di forum kampus,” kata Azis.

Perdebatan itu menunjukkan satu hal, e-voting mungkin bukan lagi sekadar wacana teknologi, tetapi sebuah eksperimen demokrasi yang harus diuji secara bertahap, dengan sistem yang aman, aturan yang jelas, SDM yang siap, serta kepercayaan publik sebagai fondasinya. (her)

Tags: demokrasie-votingHendri SatriopemiluUNPAD

Berita Terkait.

Habiburokhman
Nasional

Soal Perampasan Aset, Ketua Komisi III: Antara Target Pemulihan dan Potensi Jadi Alat Kekuasaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:01
Tilang
Nasional

ETLE Punya Keterbatasan, DPR RI: Kombinasi Tilang Manual Dinilai Jadi Solusi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:47
Cek-Kesehatan
Nasional

Pengembangan AI untuk Prioritaskan Pasien IGD, BRIN: Akurasi Masih Perlu Ditingkatkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:27
TNI
Nasional

Pascaputusan MK, DPR RI Desak Revisi UU Peradilan Militer Tak Tunggu 2 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:05
Program Beasiswa Ini Perluas Akses Pendidikan Tinggi Anak Kurang Mampu
Nasional

Wakil Ketua DPD RI: Kepemimpinan Perempuan Butuh Kesempatan Setara

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:04
Mendikdasmen Perluas Akses PAUD, 888 Ribu Murid TK Terima PIP
Nasional

Mendikdasmen Perluas Akses PAUD, 888 Ribu Murid TK Terima PIP

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:45

OLAHRAGA

BLISPI
Olahraga

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Editor Nasuha
Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16

INDOPOSCO.ID - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamudin membuka Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Youth Cup...

SelengkapnyaDetails
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    2735 shares
    Share 1094 Tweet 684
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    910 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    901 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.