INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui jumlah korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 103 orang. Data tersebut tercatat hingga Selasa (25/8/2026) sore.
“(Korban) meninggal menjadi 103 untuk hari ini, catatan kami,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P. Panjaitan secara daring melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Pemerintah menyampaikan dukacita mendalam atas bertambahnya korban jiwa pascagempa berkekuatan 7,7 tersebut, seraya mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Kami tetap menyampaikan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya, seikhlas-ikhlasnya dari kami untuk keluarga, handai taulan, tetangga, kenalan, ataupun untuk seluruh masyarakat Indonesia karena adanya jiwa yang korban akibat gempa ini,” ucap Berton.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi wilayah terdampak terparah dengan jumlah korban jiwa tertinggi.
“Yang terbesar ada di Manggarai sebanyak 41, kemudian Manggarai Timur 34, disusul Nagekeo dan kabupaten yang lainnya,” beber Berton.
Ia menambahkan, mayoritas korban meninggal dunia dalam bencana tersebut adalah perempuan. Berdasarkan kelompok usia, lansia menjadi kelompok terdampak terbanyak.
“Adapun untuk jenis kelamin yang menjadi korban meninggal, laki-laki sebesar 45 persen, sedangkan perempuan 55 persen,” jelas Berton.
“Kelompok umur kami dapat katakan bahwa yang terbesar itu adalah lansia sebesar 45 persen, dewasa sebesar 37 persen, anak-anak dan remaja sebanyak 12 persen, sisanya adalah balita dan batita,” tambahnya. (dan)





















