INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 100 orang. Data itu tercatat hingga Senin (24/8/2026) sore.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, penambahan korban meninggal dunia pasca-gempa bermagnitudo 7,7 merupakan korban luka berat yang tidak terselamatkan.
“Kemudian untuk jumlah meninggal ini perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat gitu ya yang dirawat di fasilitas kesehatan ini tidak berhasil diselamatkan,” kata Suharyanto secara daring melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Berdasarkan data BNPB, korban meninggal dunia tersebar di tujuh kabupaten di NTT. Rinciannya meliputi Manggarai Barat (satu orang), Nagekeo (13 orang), Manggarai (38 orang), dan Ende (tiga orang).
Selain itu, korban meninggal juga tercatat di Manggarai Timur sebanyak 34 orang, Kabupaten Sikka enam orang, dan Ngada lima orang.
“Kabupaten dan yang terdampak lebih tinggi atau lebih parah dibandingkan kabupaten lainnya adalah di Manggarai dan Manggarai Timur,” ujar Suharyanto.
Pemerintah pusat dan daerah terus mempercepat penanganan darurat pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT pada 15 Agustus 2026. Fokus utama penanganan meliputi penyaluran logistik, pendirian posko dan dapur umum, layanan kesehatan darurat, serta perbaikan infrastruktur dasar.(dan)























