INDOPOSCO.ID — Indonesia semakin diperhitungkan sebagai salah satu pasar pangan strategis di Asia. Potensi tersebut kembali mendapat perhatian internasional melalui penyelenggaraan SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 4–6 November 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.
Pameran makanan dan minuman internasional tersebut hadir dengan identitas baru sebagai bagian dari SIAL Network (Salon International de l’Alimentation), jaringan pameran pangan internasional yang memiliki jangkauan luas di berbagai negara.
Pembaruan identitas ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem perdagangan pangan global. Integrasi dengan jaringan SIAL membuka peluang lebih luas bagi pelaku industri nasional untuk mengakses pasar internasional, memperluas jaringan bisnis, serta menjalin kerja sama dengan mitra dari berbagai negara.
Comexposium bersama Seven Event menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Indonesia sebagai salah satu pusat pertemuan industri pangan internasional di kawasan Asia.
SIAL Food & Drinks Indonesia menjadi platform business-to-business (B2B) yang mempertemukan produsen, distributor, importir, eksportir, peritel, pelaku industri food service, investor, hingga instansi pemerintah.
Kehadiran jaringan internasional tersebut juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk bertemu dengan pembeli global, memperluas pasar ekspor, mengikuti perkembangan industri pangan dunia, serta membuka peluang investasi dan kolaborasi lintas negara.
Managing Director SIAL Network – ASEAN & India, Henri Tan, mengatakan perubahan identitas tersebut mencerminkan semakin pentingnya posisi Indonesia dalam industri pangan global.
“SIAL Food & Drinks Indonesia bukan sekadar identitas baru, tetapi merupakan penguatan posisi Indonesia dalam jaringan global SIAL. Melalui integrasi yang lebih erat dengan ekosistem internasional, kami ingin menghadirkan platform bisnis yang semakin mampu menghubungkan pelaku industri Indonesia dengan peluang global, sekaligus membawa inovasi, investasi, dan pembeli internasional lebih dekat ke Indonesia,” ujar Henri.
Menurut Henri, penguatan integrasi dengan jaringan global SIAL akan memberikan nilai tambah bagi peserta pameran, pengunjung bisnis, maupun mitra internasional. Hal tersebut mencakup konektivitas global yang lebih kuat, akses pasar yang lebih luas, serta peluang kolaborasi lintas negara.
Pada penyelenggaraan 2026, SIAL Food & Drinks Indonesia akan menghadirkan peserta dari lebih dari 15 negara yang mencakup pasar utama di Tiongkok, kawasan Asia-Pasifik (APAC), Eropa, serta Timur Tengah dan Afrika (EMEA).
Pameran tersebut juga akan menampilkan lebih dari 1.000 merek. Dengan skala tersebut, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 ditargetkan menjadi ruang pertemuan strategis antara pelaku industri, pembeli, distributor, dan pengambil keputusan dari berbagai pasar.
Agenda business matchmaking menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis dan mendorong terbentuknya kerja sama perdagangan lintas negara.
Sebagai bagian dari SIAL Network, pameran ini turut mendapatkan dukungan dari jaringan internasional yang setiap tahunnya menghadirkan lebih dari 17.000 peserta pameran dan 700.000 pengunjung bisnis profesional dari 195 negara/wilayah melalui portofolio 12 pameran internasional.
Jaringan tersebut antara lain mencakup SIAL Paris, SIAL China, SIAL Canada, SIAL India, Food & Drinks Malaysia by SIAL, dan SIAL Vietnam.
Selain agenda bisnis, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 juga menghadirkan sejumlah program, seperti SIAL Culinary Masters Asia (SCMA), SIAL Innovation, Business Matching Program, dan Barista Competition.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku industri sekaligus menampilkan inovasi dan perkembangan terbaru di sektor makanan dan minuman.
Penyelenggaraan SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 dilakukan oleh Seven Event bersama Comexposium. Melalui ajang ini, Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk pangan internasional, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk memperkenalkan produk dan inovasi industri pangan nasional kepada pasar global.
Comexposium merupakan salah satu penyelenggara pameran dan acara bisnis terkemuka di dunia. Grup tersebut menyelenggarakan sekitar 400 pameran dagang, pameran konsumen, convention-exhibitions, dan business matching event di 80 kota utama yang tersebar di 24 negara.
Melalui Divisi Food & Beverage, Comexposium mengelola sejumlah merek pameran internasional, termasuk SIAL, Wine Paris beserta portofolio Vinexposium, Salon du Chocolat et de la Pâtisserie, Gourmet Selection, Cheese and Dairy Show, serta Djazagro.
Rangkaian pameran tersebut diselenggarakan dalam lebih dari 35 agenda tahunan di berbagai kota dunia dan secara keseluruhan menghadirkan hampir 1,5 juta pengunjung serta sekitar 26.000 peserta pameran setiap tahunnya.
Dengan semakin terintegrasinya SIAL Food & Drinks Indonesia ke dalam jaringan global SIAL, penyelenggaraan pada November mendatang menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas industri pangan Indonesia dengan pasar internasional sekaligus membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas. (srv)























