• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Sampah Disulap Jadi Cuan, Maggot BSF Bikin Warga Gunungkidul Ketiban Rezeki

Dilianto Editor Dilianto
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:31
in Daerah
Masyarakat bersama tim pendamping melakukan proses pemilahan dan pengolahan sampah organik sebagai pakan Maggot BSF. Program TJSL PLN EPI ini menjadi bagian dari implementasi ESG perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular, mengurangi sampah organik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Foto: Dok PLN EPI

Masyarakat bersama tim pendamping melakukan proses pemilahan dan pengolahan sampah organik sebagai pakan Maggot BSF. Program TJSL PLN EPI ini menjadi bagian dari implementasi ESG perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular, mengurangi sampah organik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Foto: Dok PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sampah organik yang biasanya berakhir menjadi sumber bau dan pencemaran, kini justru mendatangkan cuan bagi warga Desa Karangasem, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lewat Program Maggot Black Soldier Fly (BSF), sampah rumah tangga disulap menjadi pakan ternak, pupuk hingga sumber pendapatan masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, program kolaborasi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) telah berjalan hampir dua tahun sejak diluncurkan pada 2024.

BacaJuga:

Bea Cukai Fasilitasi Kawasan Berikat, Investasi Pabrik Pohon Natal di Grobogan Tembus Rp528 Miliar

Bea Cukai dan Polda Riau Bongkar Jaringan Sabu Malaysia, 34,9 Kg Diamankan

Pelajar dan Mahasiswa Kenali Lebih Dekat Bea Cukai melalui Kunjungan Studi

“Pengelolaannya dilakukan Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karangasem dengan konsep ekonomi sirkular berbasis masyarakat,” ujar Mamit dalam keterangan, Sabtu (22/8/2026).

Setiap bulan, menurutnya, rumah maggot mampu mengolah rata-rata 561 kilogram sampah organik yang dikumpulkan dari 60 rumah tangga dan dua pelaku usaha angkringan. Pengolahan tersebut mampu memangkas volume sampah yang berpotensi menimbulkan bau dan pencemaran hingga 40–60 persen.

“Jadi tidak cuma mengurangi sampah, program ini juga mendorong warga mulai terbiasa memilah sampah dari sumbernya,” terangnya.

“Dari proses budidaya, rata-rata dihasilkan 50 kilogram maggot segar setiap bulan, 420 kilogram kasgot per tahun, serta 540 liter pupuk organik cair (POC) per tahun,” imbuhnya.

Ia menyebut, tingkat keberhasilan budidaya maggot pun terus menunjukkan peningkatan. Dalam setiap siklus, tingkat panen mencapai 30–55 persen. Hasil budidaya tersebut kemudian kembali dimanfaatkan dalam rantai ekonomi sirkular.

“Maggot digunakan sebagai pakan lele sebanyak 547,5 kilogram dan ayam mencapai 730 kilogram per tahun,” ungkapnya.

Sementara, lanjut dia, 420 kilogram kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Adapun 150 liter POC telah digunakan maupun dipasarkan. Produk-produk tersebut juga mendukung kegiatan pertanian di lahan seluas 400 meter persegi.

“Dampak ekonominya pun mulai terasa. Pengembangan ternak ayam, lele dan perkebunan yang menjadi program turunan mampu menghasilkan pendapatan bagi masyarakat,” ujarnya.

“Penjualan lele dan telur ayam rata-rata mencapai Rp1,5 juta per bulan, sedangkan hasil sayuran sekitar Rp500 ribu per bulan,” sambungnya.

Kasgot dan POC juga, masih ujar dia, ikut menyumbang pendapatan sekitar Rp4,5 juta per tahun. Yang tak kalah menarik, pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak mampu menghemat biaya pembelian pakan hingga Rp10,08 juta per tahun.

“Dari sisi sosial, program ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 25–60 orang dengan melibatkan 25 anggota masyarakat sebagai pengelola aktif,” katanya.

“PLN EPI bersama mitra juga menggelar lima hingga enam kali pelatihan terkait pengelolaan sampah dan budidaya maggot,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut ikut mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah hingga 60 persen. Apalagi, Program Maggot BSF merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat ganda.

“PLN EPI meyakini bahwa transisi menuju keberlanjutan harus dimulai dari solusi yang dekat dengan masyarakat. Program Maggot BSF membuktikan bahwa sampah organik dapat diolah menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus memperkuat ekonomi sirkular,” ujar Mamit.

Dia berharap model pengelolaan sampah berbasis maggot tersebut dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai daerah sehingga manfaatnya semakin luas.

Sementara itu, Ketua Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karangasem Riyanta mengatakan, program tersebut perlahan mengubah cara pandang warga terhadap sampah organik.

“Kini masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Menurut Riyanta, selain lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat juga mendapatkan manfaat berupa penghematan biaya pakan dan pupuk serta peningkatan pendapatan kelompok.

Agar program tetap berkelanjutan, pengelola menerapkan SOP operasional, pencatatan produksi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM), Bank Sampah Ponjong, Bank Sampah Wonosari dan Bank Sampah Patuk.

“Sinergi ini turut mendorong kapasitas produksi meningkat sekitar 10 persen setiap tahun,” ungkapnya. (nas)

Tags: GunungkidulMargotpln epi

Berita Terkait.

Jakarta Kucurkan Rp4,67 Miliar Bantuan Tebus Ijazah untuk 2.810 Warga
Daerah

Bea Cukai Fasilitasi Kawasan Berikat, Investasi Pabrik Pohon Natal di Grobogan Tembus Rp528 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:25
Jakarta Kucurkan Rp4,67 Miliar Bantuan Tebus Ijazah untuk 2.810 Warga
Daerah

Bea Cukai dan Polda Riau Bongkar Jaringan Sabu Malaysia, 34,9 Kg Diamankan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:05
Jakarta Kucurkan Rp4,67 Miliar Bantuan Tebus Ijazah untuk 2.810 Warga
Daerah

Pelajar dan Mahasiswa Kenali Lebih Dekat Bea Cukai melalui Kunjungan Studi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:35
Ketua Forum KKS Banten Ajak Kader Kesehatan Jadi Ujung Tombak Kabupaten Sehat
Daerah

Ketua Forum KKS Banten Ajak Kader Kesehatan Jadi Ujung Tombak Kabupaten Sehat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:05
Gempa Bumi M3,7 Getarkan Rangkasbitung Pagi Ini, Pusat Episenter 10 Km dari Kota
Daerah

Gempa Bumi M3,7 Getarkan Rangkasbitung Pagi Ini, Pusat Episenter 10 Km dari Kota

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:57
Bantu Warga Kembali Bangkit, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Nagekeo
Daerah

Bantu Warga Kembali Bangkit, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Nagekeo

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:13

OLAHRAGA

liverpool
Olahraga

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Editor Nasuha
Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

INDOPOSCO.ID – Liverpool bersiap menghadapi Chelsea pada babak 16 besar Carabao Cup 2026/2027 di Anfield, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB....

SelengkapnyaDetails
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58
Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5113 shares
    Share 2045 Tweet 1278
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1254 shares
    Share 502 Tweet 314
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.