INDOPOSCO.ID – Nyeri sendi yang berlangsung lama, berulang, disertai pembengkakan atau kekakuan terutama pada pagi hari, sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan biasa. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda Rheumatoid Arthritis (RA), penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan pada sendi.
Menurut dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, penyakit reumatik memiliki lebih dari 80 jenis dengan penyebab dan penanganan yang berbeda.
“Nyeri sendi yang berkepanjangan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai keluhan biasa. Pada Rheumatoid Arthritis, peradangan yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sendi dan mengganggu kualitas hidup,” jelas dr. Sandra.
Kenali Gejalanya
RA umumnya ditandai nyeri dan kekakuan pada tangan, terutama jari dan pergelangan tangan. Kekakuan lebih terasa pada pagi hari dan dapat membaik setelah tubuh mulai bergerak. Pembengkakan pada beberapa sendi juga perlu diwaspadai.
Jika tidak ditangani, peradangan dapat berkembang ke sendi lain seperti lutut, bahu, siku, dan pergelangan kaki, bahkan berisiko menyebabkan kerusakan sendi permanen.
Jangan Hanya Mengandalkan Obat Pereda Nyeri
Obat penghilang nyeri hanya membantu meredakan gejala sementara dan tidak mengatasi penyebab penyakit. Penggunaan obat tradisional atau produk tanpa kejelasan kandungan juga perlu diwaspadai karena dapat mengandung obat tertentu yang berisiko menimbulkan efek samping.
“Jika nyeri terus berulang, jangan bergantung pada obat penghilang nyeri saja. Kita perlu mencari tahu diagnosisnya agar mendapatkan terapi yang sesuai,” ujar dr. Sandra.
Diagnosis Membutuhkan Pemeriksaan Menyeluruh
RA tidak dapat dipastikan hanya dari satu gejala atau pemeriksaan laboratorium. Dokter akan menilai riwayat keluhan, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti Rheumatoid Factor (RF), anti-CCP, dan pencitraan bila diperlukan.
RF yang negatif juga tidak otomatis menyingkirkan RA karena terdapat kondisi Rheumatoid Arthritis seronegative. Karena itu, diagnosis harus berdasarkan kombinasi pemeriksaan dokter dan hasil penunjang.
Makin cepat RA dikenali, makin cepat pengobatan dapat diberikan untuk mengendalikan peradangan, mempertahankan fungsi sendi, dan mencegah kerusakan permanen. Penanganan juga dapat mencakup edukasi, pola makan sehat, istirahat cukup, pengelolaan stres, dan olahraga sesuai kondisi pasien.
Masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami nyeri atau kekakuan sendi yang menetap dan berulang, terutama jika disertai pembengkakan atau keterbatasan gerak.
“Jangan menunggu sampai bentuk sendi berubah atau aktivitas sehari-hari terganggu. Cari tahu penyebab nyeri sendi sejak awal. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan sendi dan menjaga kualitas hidup,” tutup dr. Sandra.(her)





















