INDOPOSCO.ID – Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta mengimbau, masyarakat memperkuat kesiagaan tentang bahaya kebakaran selama periode musim kemarau tahun 2026 yang kering akibat fenomena El Nino.
Hal itu disampaikannya setelah kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring fenomena kemarau panjang akibat El Nino, serta periksa kembali instalasi listrik di hunian masing-masing,” kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara di Jakarta dikutip Sabtu (8/8/2026).
Fenomena El Nino dengan kategori kuat memicu kekeringan ekstrem dan meningkatkan risiko kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Puncak musim kemarau kering itu terjadi pada Agustus dan September, menjadikan titik-titik api lebih mudah meluas akibat minimnya curah hujan dan keringnya vegetasi.
Sementara dalam kebakaran yang melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta, Dinas Gulkarmat terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk menginvestigasi penyebab kebakaran dan dipastikan seluruh langkah penanganan difokuskan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung tanpa hambatan.
Peristiwa kebakaran itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB pada Jumat (7/8/2026) malam. Titik api diduga berasal dari lantai 11 berdasarkan informasi awal dari pengelola gedung, kemudian merambat hingga lantai 16.
Bayu mengatakan, regu pemadam langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan setelah menerima laporan kebakaran. Proses pemadaman berlangsung sekitar empat jam karena kondisi angin yang cukup kencang.
Api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 02.00 WIB, kemudian petugas melanjutkan proses pendinginan dan penyisiran di setiap lantai gedung untuk memastikan tidak ada lagi potensi perambatan api.
“Sebanyak 37 unit pemadam kebakaran dengan dukungan 185 personel kami kerahkan. Tiga unit kendaraan khusus, termasuk Bronto Skylift, juga diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman dan menjangkau titik-titik api di lantai atas gedung,” ujar Bayu Meghantara. (dan)


















