INDOPOSCO.ID – Langit yang semula hanya dipenuhi mendung mendadak berubah menjadi ancaman mematikan. Di tengah berlangsungnya pertandingan Golok FA Cup di Stadion Santiphap, Distrik Su-ngai Kolok, Provinsi Narathiwat, Thailand, sambaran petir menghantam area lapangan dan seketika membuat suasana berubah mencekam.
Para pemain yang sedang bertanding langsung berjatuhan setelah kilatan petir menyambar. Kepanikan pun tak terhindarkan ketika ofisial dan tim medis bergegas memasuki lapangan untuk memberikan pertolongan.
Sedikitnya sembilan orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Sungai Kolok. Namun nasib paling tragis dialami pemain sayap Yala FC, Safwan Awae. Meski telah mendapatkan penanganan intensif dari tim medis, pemain berusia 24 tahun itu akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kepergian Safwan meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola Thailand. Yala FC menyampaikan belasungkawa melalui akun resmi klub, sementara Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) turut mengeluarkan pernyataan resmi.
“Federasi turut berduka bersama keluarga, teman-teman, dan klub dalam masa sulit ini,” demikian pernyataan FAT, dikutip pada Kamis (6/8/2026).
Safwan sendiri baru resmi berseragam Yala FC pada 29 Juli 2026. Sebelum hijrah, ia menjadi salah satu pilar penting Pattani FC. Penampilannya impresif dengan torehan tujuh gol dari 18 pertandingan, sekaligus membantu tim tersebut meraih promosi ke Thai League 2 musim 2025-2026.
Tragedi yang merenggut nyawa Safwan menambah daftar panjang insiden petir di lapangan sepak bola. Sebelumnya, pada Februari 2024, pesepak bola Indonesia Septian Raharja meninggal dunia setelah tersambar petir saat menjalani pertandingan persahabatan.
Peristiwa serupa juga terjadi di Brasil pada Desember 2023. Caio Henrique De Lima Goncalves kehilangan nyawanya ketika memperkuat Uniao Jaiirense dalam sebuah pertandingan turnamen.
Sementara itu, pada November 2024, bek veteran berusia 39 tahun, De La Cruz Meza, turut menjadi korban sambaran petir saat hendak meninggalkan lapangan untuk menghindari hujan deras dalam laga amatir antara Juventud Bellavista dan Familia Chocca di Huancayo, Peru.
Berulangnya tragedi serupa kembali menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan dalam olahraga luar ruangan. Para ahli menyarankan agar seluruh pertandingan segera dihentikan ketika hujan deras mulai turun atau terdeteksi adanya aktivitas petir di sekitar arena. Selain itu, pemasangan sistem penangkal petir di stadion juga dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko dan melindungi keselamatan pemain, ofisial, maupun penonton.(her)

















