INDOPOSCO.ID – PT Asiana Technologies menjadi pelopor pengolahan sampah menjadi sumber energi bersih di Indonesia melalui teknologi waste-to-fuel. Inovasi tersebut mampu mengubah sampah landfill maupun fresh municipal solid waste (MSW) menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) berkualitas tinggi dengan nilai kalori di atas 3.500 kcal/kg.
Teknologi tersebut menjadi solusi konkret dalam mengurangi timbunan sampah, sekaligus mendukung transisi menuju energi hijau. RDF yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif di pabrik semen maupun untuk program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
CEO sekaligus Inventor PT Asiana Technologies, Poltak Sitinjak mengatakan, pengelolaan sampah tidak lagi hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi harus mampu memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan sebagai sumber energi alternatif.
“Melalui inovasi ini kami ingin menghadirkan solusi yang mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni penanganan sampah dan kebutuhan energi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya dalam keterangan, Senin (3/8/2026).
Selain teknologi RDF, menurutnya, Asiana Technologies juga memperkenalkan Smart Container, sebuah sistem penampungan sampah modern dengan kapasitas hingga 20 ton per hari.
“Perangkat ini dirancang untuk ditempatkan di pasar tradisional maupun kawasan komersial,” katanya.
Ia mengatakan, Smart Container dilengkapi teknologi yang mampu mengurangi kadar air sampah basah hingga 40 persen. Sehingga volume sampah menjadi lebih padat dan meminimalkan air lindi yang berpotensi tumpah saat proses pengangkutan menuju tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).
“Dengan kapasitas besar, Smart Container mampu menggantikan hingga lima unit truk compactor,” ungkapnya.
“Teknologi ini bisa menekan biaya operasional pengangkutan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” sambungnya.
Ia menilai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami akan perkenalkan teknologi ini kepada masyarakat dan pelaku industri dalam pameran Indowaste 2026 pada 11–13 Agustus 2026 di JIExpo, Jakarta nanti,” ujarnya.(nas)


















