INDOPOSCO.ID – ADOR dilaporkan menghadapi pengaduan pidana terkait dugaan pelanggaran privasi terhadap anggota NewJeans, Hanni. Laporan tersebut diajukan seorang kritikus budaya Korea Selatan ke Kantor Polisi Yongsan, Seoul, pada Selasa, 28 Juli 2026.
Kritikus budaya Kim Seong Su mengajukan laporan terhadap ADOR dan sejumlah pihak terkait. Sebelum menyerahkan laporan resmi, ia menggelar konferensi pers di depan kantor polisi dan menjelaskan dugaan pelanggaran yang menjadi dasar pengaduannya.
Kim menuding ADOR beserta sejumlah karyawannya melanggar Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi Korea Selatan dengan dugaan membocorkan informasi pribadi Hanni mengenai status imigrasi dan visanya kepada pihak ketiga di luar tujuan awal pengumpulan data.
Menurut laporan tersebut, ADOR memiliki akses terhadap berbagai informasi mengenai visa hiburan E-6 milik Hanni. Informasi itu mencakup jenis visa, masa berlaku, dokumen perpanjangan, hingga status penandatanganan dokumen selama proses pengelolaan aktivitas sang idol.
Kim menduga informasi mengenai visa Hanni kemudian bocor ke media antara Desember 2024 hingga Februari 2025. Ia secara khusus menyoroti pemberitaan pada Februari 2025 yang mengungkap bahwa Hanni disebut menolak menandatangani dokumen perpanjangan visa.
Menurut Kim, informasi terkait status visa tersebut seharusnya hanya diketahui oleh pihak internal yang menangani urusan administratif dan aktivitas Hanni.
Sebagai bagian dari laporan, Kim juga melampirkan pernyataan orang tua para member NewJeans yang dirilis pada 12 Februari 2025. Dalam pernyataan tersebut, para orang tua menyampaikan kekhawatiran mengenai dugaan pelanggaran privasi setelah sekitar 70 artikel spekulatif terkait jenis dan masa berlaku visa Hanni beredar hanya dalam kurun waktu dua hari.
Dugaan kebocoran informasi pribadi tersebut kembali menyoroti konflik panjang antara NewJeans dan ADOR yang sebelumnya telah menjadi perhatian publik. Perselisihan antara para member dan agensi, yang merupakan anak perusahaan HYBE, telah berkembang ke berbagai persoalan hukum dan kontraktual.
Langkah hukum terbaru terhadap ADOR juga mendapat perhatian dari penggemar NewJeans. Sebagian penggemar menyatakan dukungan terhadap proses tersebut dan berharap dugaan pelanggaran privasi dapat diperiksa secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.
Namun, laporan pidana tersebut merupakan tuduhan yang masih perlu melalui proses penyelidikan. Belum ada kesimpulan hukum yang menyatakan ADOR atau karyawannya terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana dituduhkan.
Kasus ini pun diperkirakan kembali menjadi sorotan karena menyangkut perlindungan data pribadi artis serta polemik panjang antara NewJeans, ADOR, dan HYBE. (mg169)


















