INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mendominasi sejumlah wilayah di Indonesia seiring berlangsungnya musim kemarau. Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan air bersih bagi warga serta memicu kebakaran lahan di beberapa daerah.
Berdasarkan laporan BNPB hingga Kamis (23/7) pukul 07.00 WIB, kekeringan terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Sebanyak 500 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.700 jiwa di Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, BPBD Kabupaten Demak telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
“Sebanyak 30 ribu liter air bersih atau setara enam tangki telah didistribusikan pada Rabu (22/7/2016) kemarin, sekaligus mengisi tandon-tandon air yang disiapkan di wilayah terdampak,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (23/7/2026).
Selain kekeringan, masih ujar Muhari, musim kemarau juga memicu karhutla di sejumlah daerah. Di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kebakaran lahan terjadi pada Rabu (22/7/2026) kemarin sekira pukul 16.15 WIB. Warga melaporkan kepulan asap dari lahan jati seluas sekitar tiga hektare di Desa Sragen, Kecamatan Sambungmacan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Sragen bersama unsur pemadam kebakaran langsung melakukan pemadaman dan kaji cepat. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama tanpa menimbulkan korban jiwa.
“Karhutla juga terjadi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Kebakaran menghanguskan lahan seluas kurang lebih lima hektare di Desa Watulaney Amian, Kecamatan Lembean Timur,” bebernya.
Ia mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau. Pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih, memperkuat kesiapsiagaan, serta mengoptimalkan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana.
“Masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan menggunakan air secara bijaksana,” ucapnya.(nas)


















