INDOPOSCO.ID – OKX memperluas jangkauan produk investasinya dengan menghadirkan Unified Tokenized Stocks, sebuah layanan yang memungkinkan pengguna memperdagangkan puluhan saham dan exchange traded fund (ETF) Amerika Serikat dalam bentuk token.
Inovasi ini menjadi langkah terbaru perusahaan untuk menjembatani pasar aset digital dengan instrumen keuangan tradisional melalui satu ekosistem perdagangan.
OKX menyebutkan bahwa perdagangan Unified Tokenized Stocks telah dimulai pada 15–16 Juli 2026.
“Pada tahap awal, layanan tersebut tersedia bagi pengguna yang memenuhi syarat di kawasan Asia Tenggara, Asia Timur Laut, Commonwealth of Independent States (CIS), Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), serta Turki. Sementara itu, akses bagi pengguna di Amerika Serikat dan Uni Eropa masih belum dibuka,” tulis OKX dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).
Melalui produk ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga lebih dari 40 saham dan ETF populer di Amerika Serikat. Beberapa di antaranya meliputi Apple (XAAPL), NVIDIA (XNVDA), Tesla (XTSLA), Microsoft (XMSFT), Alphabet (XGOOGL), Amazon (XAMZN), Meta (XMETA), hingga ETF berbasis indeks seperti S&P 500 (XSPY) dan Invesco QQQ (XQQQ). Seluruh instrumen tersebut diperdagangkan menggunakan pasangan USDT dan dapat diakses langsung dari akun OKX yang sama dengan akun perdagangan aset kripto pengguna.
Yang menjadi pembeda utama dibandingkan produk tokenized stocks lain adalah penerapan satu order book untuk setiap saham. Selama ini, pasar saham tokenisasi cenderung terfragmentasi karena setiap penerbit menghadirkan versi token masing-masing dengan likuiditas yang terpisah.
“OKX menyatukan seluruh versi tersebut ke dalam satu aset dan satu order book, sehingga setiap penerbit baru yang bergabung akan memperkuat likuiditas di pasar yang sama, bukan menciptakan pasar baru yang saling bersaing,” jelas keterangan tersebut.
Pada tahap peluncuran, seluruh aset tokenisasi didukung oleh xStocks dari Backed Assets. OKX menjelaskan bahwa setiap token didukung penuh (fully backed) dengan rasio 1:1 oleh saham yang disimpan oleh penerbit atas nama pengguna.
Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa kepemilikan token tidak sama dengan memiliki saham secara langsung.
“Unified Tokenized Stocks tidak mewakili kepemilikan atas perusahaan yang mendasarinya dan tidak memberikan hak sebagai pemegang saham, termasuk hak suara. Produk ini hanya memberikan eksposur harga terhadap saham yang bersangkutan,” demikian penjelasan OKX.
Selain menawarkan akses terhadap saham global, produk baru ini juga menghadirkan sejumlah fitur yang dirancang untuk memudahkan pengguna aset digital. Salah satunya adalah fasilitas perdagangan selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan. Di luar jam operasional bursa Amerika Serikat, harga transaksi akan mengacu pada harga penutupan terakhir yang disesuaikan dengan estimasi nilai wajar pasar, sehingga pengguna tetap dapat merespons perkembangan global kapan pun terjadi.
OKX juga mengintegrasikan seluruh aktivitas perdagangan dalam satu akun. Pengguna tidak perlu membuka rekening broker terpisah, melakukan konversi mata uang fiat ke dolar Amerika Serikat, maupun menjalani proses verifikasi identitas tambahan apabila telah memiliki akun OKX.
Fitur lain yang turut disematkan adalah dukungan terhadap berbagai bot strategi, termasuk Grid Bot dan Dollar Cost Averaging (DCA) Bot, yang sebelumnya telah digunakan pada perdagangan aset kripto. Selain itu, setiap dividen yang dibagikan perusahaan akan secara otomatis diinvestasikan kembali di tingkat penerbit dan tercermin sebagai penambahan saldo kepemilikan token pengguna setelah memperhitungkan kewajiban pajak yang berlaku.
Untuk mulai bertransaksi, pengguna cukup mencari kode saham yang diinginkan, seperti NVDA, TSLA, atau AAPL, memilih pasangan perdagangan tokenisasi yang sesuai, misalnya XNVDA/USDT, kemudian menentukan nominal pembelian dalam USDT beserta jenis order sebelum transaksi dieksekusi.
Melalui Unified Tokenized Stocks, OKX berupaya menghadirkan pengalaman investasi yang lebih sederhana dengan menggabungkan perdagangan aset kripto dan eksposur terhadap saham global dalam satu platform, sekaligus menawarkan akses yang lebih fleksibel tanpa dibatasi jam operasional bursa konvensional.(her)


















