• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Dana Bergulir Bangun Ekosistem Usaha, BMT THS Lombok Jadi Contoh Nyata

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 22 Juli 2026 - 11:21
in Daerah
lpdb

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi memperkuat peran koperasi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran dana bergulir yang disertai pendampingan kelembagaan/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperkuat peran koperasi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran dana bergulir yang disertai pendampingan kelembagaan.

Pendekatan tersebut terbukti mampu melahirkan ekosistem usaha yang berkelanjutan, sebagaimana ditunjukkan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Tunas Harapan Syantara (THS) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

BacaJuga:

Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi, PLN EPI Kembangkan TPS3R dan Maggot di Mataram

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Tim Fire Brigade PEP Lirik Turun hingga Malam

Gempa Bumi Magnitudo 5,9 Hantam Barat Laut Jakarta, Getaran Hingga Pariaman dan Malang

Didukung pembiayaan dan pendampingan LPDB Koperasi, BMT THS tidak hanya memperluas akses pembiayaan bagi anggota, tetapi juga membangun ekosistem usaha berbasis syariah yang menghubungkan petani ikan, distributor pakan, pengepul, hingga akses pasar dalam satu rantai bisnis yang saling menguatkan.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan, keberhasilan BMT Tunas Harapan Syantara menunjukkan bahwa dana bergulir akan memberikan dampak yang jauh lebih besar ketika dikelola oleh koperasi yang memiliki tata kelola sehat, membangun ekosistem usaha anggota, serta terus berinovasi dalam memberikan pelayanan.

“Keberhasilan BMT Tunas Harapan Syantara menunjukkan bahwa dana bergulir akan memberikan dampak yang jauh lebih besar ketika dikelola oleh koperasi yang memiliki tata kelola yang baik, membangun ekosistem usaha anggotanya, dan terus berinovasi. Bagi LPDB Koperasi, pembiayaan hanyalah pintu masuk. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana koperasi bertumbuh, anggotanya semakin berdaya, usahanya berkembang, dan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujar Krisdianto.

Menurut Krisdianto, LPDB Koperasi tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra strategis koperasi melalui pendampingan kelembagaan, penguatan tata kelola, monitoring usaha, hingga peningkatan kapasitas pengurus agar koperasi mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

“Kami ingin setiap koperasi mitra LPDB tidak hanya tumbuh dari sisi aset dan penyaluran pembiayaan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketika koperasi mampu membangun ekosistem usaha seperti yang dilakukan BMT Tunas Harapan Syantara, maka manfaat dana bergulir akan berlipat ganda. Anggota memperoleh akses pembiayaan, kepastian usaha, pendampingan, hingga perluasan pasar. Inilah tujuan besar yang ingin terus kami dorong melalui dana bergulir LPDB Koperasi,” tambahnya.

Ketua Pengurus KSPPS BMT Tunas Harapan Syantara, Sarni, menjelaskan koperasi yang berdiri sejak 2013 tersebut kini berkembang menjadi koperasi syariah modern dengan fokus pada layanan simpan pinjam dan pembiayaan syariah. Berbagai unit usaha produktif yang sebelumnya berada di bawah koperasi dipisahkan ke badan usaha tersendiri agar koperasi dapat fokus menjalankan fungsi intermediasi keuangan tanpa mengurangi keberlanjutan usaha para anggotanya.

Menurut Sarni, langkah tersebut justru menjadi fondasi lahirnya model bisnis berbasis closed loop ecosystem yang kini menjadi kekuatan utama koperasi.

Melalui model tersebut, koperasi tidak hanya memberikan pembiayaan kepada petani ikan, tetapi juga kepada distributor pakan, pengepul, hingga pelaku usaha lain yang berada dalam satu rantai bisnis. Seluruh pelaku usaha tersebut menjadi anggota koperasi sehingga tercipta siklus ekonomi yang saling menguatkan.

Saat ini sekitar 300 petani ikan tergabung dalam ekosistem tersebut dengan dukungan sekitar 10 pengepul yang membina puluhan petani. Bahkan sebagian hasil produksi anggota telah memasok kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Bagi petani, mereka tidak lagi bingung mencari modal, membeli pakan, ataupun menjual hasil panennya. Semua sudah terhubung dalam satu sistem,” ujar Sarni.

Sarni mengungkapkan, kemitraan dengan LPDB Koperasi menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat pertumbuhan koperasi.

“Kami sebenarnya bukan hanya mencari sumber dana. Yang kami cari adalah pendampingannya. Itu yang menurut kami sangat berharga,” katanya.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan LPDB Koperasi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. Dampaknya terlihat dari meningkatnya simpanan anggota, bertambahnya aset koperasi dari sekitar Rp10 miliar menjadi Rp18 miliar, serta semakin luasnya jaringan usaha yang dibangun bersama para anggota.

Sementara itu, Jalaluddin, peternak ayam petelur di Lombok Timur, menilai kemudahan dan kecepatan pembiayaan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas usahanya.

“Kalau di bank prosesnya lama dan persyaratannya cukup banyak. Di koperasi lebih mudah, lebih cepat, dan yang paling penting menggunakan prinsip syariah. Saya sangat terbantu karena usaha peternakan itu membutuhkan keputusan yang cepat,” katanya.

Dana pembiayaan tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan kandang, pembelian pakan, operasional, hingga penambahan bibit ayam petelur. Saat ini usahanya memelihara lebih dari 3.000 ekor ayam petelur dengan produksi sekitar 100 tray telur setiap hari yang dipasarkan ke berbagai agen di Lombok Timur dan Lombok Barat.

“Kalau kebutuhan pakan terlambat sedikit saja, produksi bisa turun. Karena itu pembiayaan yang cepat dari koperasi sangat membantu kami menjaga produktivitas usaha,” tuturnya. (srv)

Tags: BMT THS LombokDana BergulirEkosistem Usahalpdb

Berita Terkait.

Ketua DPD RI Dorong Koridor Ekonomi Sumatera Terintegrasi
Daerah

Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi, PLN EPI Kembangkan TPS3R dan Maggot di Mataram

Sabtu, 12 September 2026 - 16:16
Karhutla Dekati Sumur ML-12, Tim Fire Brigade PEP Lirik Turun hingga Malam
Daerah

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Tim Fire Brigade PEP Lirik Turun hingga Malam

Sabtu, 12 September 2026 - 09:31
Gempa Bumi Magnitudo 5,9 Hantam Barat Laut Jakarta, Getaran Hingga Pariaman dan Malang
Daerah

Gempa Bumi Magnitudo 5,9 Hantam Barat Laut Jakarta, Getaran Hingga Pariaman dan Malang

Sabtu, 12 September 2026 - 08:52
bc4
Daerah

Angkut Barang Campuran Tanpa Pemberitahuan Pabean, Kapal Kayu Ini Diamankan Bea Cukai Batam

Jumat, 11 September 2026 - 18:08
bc3
Daerah

Bea Cukai Gagalkan 2 Peredaran Ganja Kering di Kota Jayapura

Jumat, 11 September 2026 - 17:07
soni
Daerah

Gubernur Banten Terjun Cari 5 Jurnalis Bersama Tim SAR di di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 - 16:06

OLAHRAGA

ketum
Olahraga

Persija vs Persib di GBK, Ketum Jakmania Imbau Suporter Jaga Ketertiban

Editor Juni Armanto
Sabtu, 12 September 2026 - 15:23

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra mengajak seluruh pendukung Persija Jakarta menjaga ketertiban dan keamanan selama pertandingan...

SelengkapnyaDetails
parkit

Persija vs Persib di GBK, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkir

Sabtu, 12 September 2026 - 15:19
Hadapi Persib di GBK, Shin Tae-yong Targetkan Kemenangan untuk Jakmania

Hadapi Persib di GBK, Shin Tae-yong Targetkan Kemenangan untuk Jakmania

Sabtu, 12 September 2026 - 11:37
Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

Jumat, 11 September 2026 - 08:50
Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Jumat, 11 September 2026 - 02:21

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
  • Gempa Susulan Berturut-turut Getarkan Bandung Pagi Ini, Kedalaman Hiposenter 2 Km

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    656 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Usut Korupsi Unsoed, KPK Geledah Ruang Sekda Banyumas hingga Pengepul Maba

    654 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Bea Cukai Kediri Amankan 804 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

    653 shares
    Share 261 Tweet 163
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.