• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kisah Rosyidah, Purna Pekerja Migran Indonesia yang Berhasil Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Pesisir Indramayu Berkat Pelatihan dari BRI Peduli

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 21 Juli 2026 - 22:31
in Ekonomi
Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rosyidah. Namun, ketika masa perantauan itu usai, ia memilih kembali ke tempat asalnya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dengan membawa lembar harapan yang baru.   Foto: Istimewa

Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rosyidah. Namun, ketika masa perantauan itu usai, ia memilih kembali ke tempat asalnya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dengan membawa lembar harapan yang baru.   Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rosyidah. Namun, ketika masa perantauan itu usai, ia memilih kembali ke tempat asalnya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dengan membawa lembar harapan yang baru.

Sekembalinya ke Indonesia, Rosyidah melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hasil laut tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi sebagian besar belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Di balik kondisi tersebut, ia melihat sebuah peluang yang layak diperjuangkan.

BacaJuga:

PLTU Rembang dan Tuban Perkuat Co-Firing Biomassa, PLN EPI Apresiasi Inovasi

Pemerintah Perkuat KUR untuk Tingkatkan Kapasitas Produksi dan Daya Saing UMKM

Prabowo Ingatkan Survival Mode, Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura Dinilai Tepat

Berbekal keberanian, Rosyidah mulai merintis usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Usaha ini juga menjadi cara baginya untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan.

“Saya melihat sumber daya alam di sekitar sangat melimpah, tetapi belum memiliki nilai jual. Dari situ saya memberanikan diri mengolahnya menjadi produk sekaligus membuka peluang kerja untuk ibu-ibu nelayan di sekitar,” ujarnya.

Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang dihadapi Rosyidah justru datang dari proses membangun kepercayaan diri sebagai seorang pelaku usaha. Ia harus belajar mengubah pola pikir, bangkit dari berbagai keraguan, hingga memahami cara memasarkan produknya agar semakin dikenal masyarakat.

Keinginan untuk terus berkembang membawanya mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI. Program tersebut menjadi ruang belajar baru bagi Rosyidah untuk memperkuat kemampuan berwirausaha sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha.

Bagi Rosyidah, pelatihan tersebut telah membuka kesempatan untuk bertemu dan bertukar pengalaman dengan sesama pelaku usaha. Dari sana, ia memperoleh perspektif baru yang membantunya melihat usahanya dengan cara yang berbeda.

“Pelatihan ini sangat membantu saya dalam memperbaiki mindset sebagai pelaku usaha. Selain itu, saya juga mendapatkan jejaring baru yang sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha,” tuturnya.

Ilmu yang diperoleh selama pelatihan kemudian ia terapkan secara bertahap dalam usahanya. Salah satunya melalui pengembangan olahan ikan menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah sehingga mampu memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen.

“Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan saya mendapatkan banyak ilmu, terutama dalam mengolah ikan, seperti membuat kerupuk ikan. Ilmu tersebut sangat membantu dalam mengembangkan usaha yang saya jalankan,” kata Rosyidah.

Selain memperoleh pendampingan melalui pelatihan, Rosyidah juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, menambah stok produk, serta memenuhi kebutuhan operasional sehingga ia dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan lebih optimal.

“Alhamdulillah, dana KUR yang saya terima benar-benar saya gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari membeli bahan baku hingga menambah stok produk. Dengan adanya KUR, saya tidak lagi kesulitan saat membutuhkan modal untuk memenuhi permintaan pelanggan. Saya sangat bersyukur karena usaha saya semakin berkembang dan penjualan pun meningkat,” ungkapnya.

Perubahan tersebut turut berdampak pada perkembangan usahanya. Jika sebelumnya penjualan C’milzea rata-rata hanya mencapai sekitar 50 kemasan, kini meningkat menjadi sekitar 70 hingga 100 kemasan. Selain itu, produk yang awalnya terbatas kini berkembang menjadi tiga variasi produk.

Bagi Rosyidah, perjalanan dari negeri rantau hingga membangun usaha di kampung halaman menjadi bukti bahwa kesempatan untuk bertumbuh selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. Dukungan melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan fasilitas KUR BRI menjadi salah satu langkah yang memperkuat keyakinannya untuk terus mengembangkan usaha sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa BRI Peduli selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyelenggarakan program pemberdayaan bagi Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Program ini dirancang untuk membekali para purna pekerja dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan guna membangun penguatan ekonomi, baik melalui pengembangan usaha maupun peningkatan peluang kerja di dalam negeri.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan purna migran dalam mengembangkan usaha, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan perencanaan dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan.

Melalui program ini, peserta didorong untuk memulai maupun mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi dan peluang di daerah masing-masing. Selain itu, peserta juga akan memperoleh pendampingan bisnis secara intensif guna mendukung pertumbuhan usaha yang lebih optimal, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Kisah Rosyidah menjadi bukti bahwa pelatihan yang diberikan BRI Peduli memberikan manfaat nyata bagi purna pekerja dalam membangun dan mengembangkan usaha. Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, pelatihan yang diberikan dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan purna pekerja migran, sekaligus berkontribusi secara aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” jelas Dhanny. (adv)

Tags: BRI PeduliPekerja Migran IndonesiaRosyidah

Berita Terkait.

PLTU Rembang dan Tuban Perkuat Co-Firing Biomassa, PLN EPI Apresiasi Inovasi
Ekonomi

PLTU Rembang dan Tuban Perkuat Co-Firing Biomassa, PLN EPI Apresiasi Inovasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02
BRMS Perkuat Kinerja Kuartal III 2026, Bidik Peningkatan Produksi Emas
Ekonomi

Pemerintah Perkuat KUR untuk Tingkatkan Kapasitas Produksi dan Daya Saing UMKM

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:03
Prabowo Ingatkan Survival Mode, Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura Dinilai Tepat
Ekonomi

Prabowo Ingatkan Survival Mode, Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura Dinilai Tepat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:27
Wuling Pamerkan 4 Mobil Listrik di PEVS 2026, Promo Bunga 0 Persen hingga Garansi Seumur Hidup
Ekonomi

Wuling Pamerkan 4 Mobil Listrik di PEVS 2026, Promo Bunga 0 Persen hingga Garansi Seumur Hidup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:47
BPKH dan Bank Muamalat Dorong Diaspora Indonesia di Malaysia Berhaji Sejak Muda
Ekonomi

BPKH dan Bank Muamalat Dorong Diaspora Indonesia di Malaysia Berhaji Sejak Muda

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:37
BRMS Perkuat Kinerja Kuartal III 2026, Bidik Peningkatan Produksi Emas
Ekonomi

Forum ASCOPE Ke-51 Perkuat Kolaborasi Energi ASEAN untuk Generasi Mendatang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:27

OLAHRAGA

Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah
Olahraga

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Editor Dilianto
Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

INDOPOSCO.ID - Persoalan tata kelola kembali membayangi kompetisi futsal profesional Indonesia. Pergantian struktur organisasi hingga perubahan nama menjadi Asosiasi Futsal...

SelengkapnyaDetails
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5147 shares
    Share 2059 Tweet 1287
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1262 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.