INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Daerah terdampak meliputi Bali, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur, dengan luas lahan terbakar bervariasi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB Abdul Muhari mengatakan, kebakaran dengan luasan terbesar terjadi di Kabupaten Buleleng, Bali. Sebanyak 48 hektare lahan berupa vegetasi rerumputan kering di kawasan perbukitan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, hangus terbakar.
Menurut Muhari, api sempat terlihat dari kawasan Villa Bukit Kursi sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP, dan unsur terkait lainnya.
“Situasi di lokasi saat ini telah aman dan terkendali,” ujar Muhari dalam keterangan, Selasa (21/7/2026).
Di Jawa Tengah, lanjut Muhari, kebakaran lahan terjadi di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Luas area yang terdampak mencapai sekitar 3,5 hektare.
“Hasil asesmen menunjukkan kebakaran dipicu aktivitas pembersihan lahan yang tidak terkendali. Sehingga api merembet ke kawasan Petak 98 E Perhutani Cawas BKPH Wonogiri,” terangnya.
Karhutla juga melanda Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Sekitar dua hektare lahan di Jalan Pantai Mudong, Desa Padang, Kecamatan Manggar, dilaporkan terbakar.
Sementara itu, menurut Muhari, karhutla juga terjadi di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Di Kabupaten Tapin sekitar 3,1 hektare lahan semak belukar di wilayah Kelurahan Raya Belanti, Bitahan, dan Bungur terbakar.
Sedangkan, sambung Muhari, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kebakaran melanda Desa Baluti, Kecamatan Kandangan, serta Desa Ambutun, Kecamatan Telaga Langsat. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 4,33 hektare. “Seluruh titik api di kedua wilayah tersebut telah berhasil dipadamkan,” ujarnya.
Di Kalimantan Timur, masih ujar Muhari, kebakaran juga terjadi di Jalan Kawasan RT 09, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Insiden yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) siang itu menghanguskan sekitar dua hektare lahan.
BNPB mengingatkan potensi karhutla masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, serta Sumatera bagian timur masih didominasi cuaca cerah hingga berawan.
“Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang mengalami hari tanpa hujan berturut-turut,” kata Muhari.
Karena itu, dikatakan dia, pemerintah daerah harus memperkuat patroli terpadu di kawasan rawan karhutla, mengoptimalkan deteksi dini titik panas, serta menyiagakan personel dan peralatan pemadaman agar kebakaran dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas.
“Langkah ini penting untuk meminimalkan dampak bencana dan melindungi keselamatan masyarakat,” ucapnya.(nas)


















