• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Sebuah Operasi, Sebuah Kesempatan Kedua, Sebuah Perlindungan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 12 Juli 2026 - 20:23
in Gaya Hidup
Saya, J. Armanto (dua kanan) dan keluarga saat berlibur ke DI Yogyakarta pada Maret 2026. Foto : Dok Keluarga

Saya, J. Armanto (dua kanan) dan keluarga saat berlibur ke DI Yogyakarta pada Maret 2026. Foto : Dok Keluarga

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya bahwa keluhan yang awalnya saya anggap sederhana akan membawa saya pada perjalanan panjang menghadapi penyakit jantung.

Perkenalkan, nama saya J. Armanto. Pekerjaan saya jurnalis.

BacaJuga:

Promo KTP hingga Super Mantap, Liburan September di The Jungle Makin Hemat

Ahn Hyo Seop Tampil Memukau dalam Stills Pertama Drama “Final Table”, Tayang Perdana Akhir Oktober

Usung Semangat #MoreThanARace, Crystalin Run Xperience 2026 Siap Digelar di Jakarta

Di usia 50 tahun, saya harus menerima kenyataan bahwa ada masalah serius pada organ yang menjadi pusat kehidupan manusia.

Semuanya bermula dari rasa nyeri di dada kiri yang muncul ketika saya melakukan aktivitas fisik. Saat berjalan jauh, naik tangga, maupun berolahraga, terutama ketika tubuh membutuhkan tenaga lebih, dada kiri saya terasa tidak nyaman. Rasa sakit itu terkadang menjalar hingga ke gigi.

Saya masih ingat ketika sedang bersepeda. Saat melewati tanjakan, tiba-tiba gigi saya terasa nyeri bersamaan dengan munculnya rasa sakit di dada kiri. Karena mengira penyebabnya berasal dari gigi, saya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter gigi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan ada satu gigi geraham bawah yang berlubang. Gigi tersebut kemudian ditambal. Saya berharap setelah masalah gigi selesai, keluhan yang saya alami juga akan hilang.

Namun ternyata tidak demikian.

Setiap kali kembali berolahraga, rasa nyeri pada gigi dan dada kiri masih muncul. Dari situ saya mulai menyadari bahwa mungkin ada masalah lain yang perlu dicari tahu.

Saya kemudian memeriksakan diri ke dokter jantung di RS Sentra Medika Cisalak, Kota Depok, Jawa Barat. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kateterisasi jantung, saya mendapatkan kabar yang cukup mengejutkan.

Dokter menyatakan bahwa saya mengalami jantung koroner. Dari hasil pemeriksaan diketahui terdapat sumbatan berat pada pembuluh darah jantung, tepatnya di bagian pertigaan arteri, dengan tingkat penyempitan sekitar 95 hingga 99 persen.

Karena posisi sumbatan berada di area yang cukup kompleks, pemasangan ring jantung bukan menjadi pilihan. Dokter menjelaskan bahwa tindakan yang paling tepat adalah operasi bypass jantung.

Mendengar kata operasi jantung tentu bukan sesuatu yang mudah. Ada rasa khawatir dan banyak pikiran yang muncul. Namun, saya berusaha menerima kondisi ini dengan tenang. Saya percaya bahwa keputusan terbaik harus diambil demi kesehatan dan masa depan saya.

Karena tindakan bypass tidak dapat dilakukan di RS Sentra Medika Cisalak, saya kemudian meminta rujukan ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Pada Senin pagi, 27 Januari 2025, saya datang ke RS Jantung Harapan Kita untuk menjalani persiapan sebelum operasi. Sehari kemudian, Selasa, 28 Januari 2025 pukul 09.00, saya memasuki ruang operasi untuk menjalani bypass jantung.

Proses operasi berlangsung sekitar tiga jam. Namun, karena saya harus menjalani pembiusan total, saya berada dalam kondisi tidak sadar selama kurang lebih 12 jam.

Hal yang menarik, menjelang operasi saya justru merasa cukup tenang. Saya tidak merasa terlalu tegang. Di ruang operasi, saya mencoba menikmati setiap momen yang ada.

Sebelum dokter memberikan bius total, saya sempat meminta agar diputar sebuah lagu dari film Wonka (2023), film yang menceritakan perjalanan Willy Wonka membangun impiannya mendirikan pabrik cokelat.

Lagu yang menemani detik-detik sebelum saya tertidur adalah “For a Moment”, yang dinyanyikan oleh artis Calah Lane dan aktor Timothée Chalamet.

Saya masih ingat lagu itu mulai terdengar. Namun, di tengah lagu, suasana perlahan berubah menjadi hening. Obat bius yang disuntikkan ke tubuh saya mulai bekerja. Setelah itu, saya tidak lagi mengetahui apa yang terjadi.

Saya baru kembali sadar ketika hari sudah malam. Saya mendengar suara para perawat yang sedang berbincang. Saya sempat mendengar bahwa malam itu hujan turun. Apalagi, keesokan harinya adalah perayaan Imlek.

Saat itu saya belum bisa berbicara. Ada selang medis yang masih terpasang di mulut saya. Saya hanya bisa mendengar suara orang-orang di sekitar tanpa mampu memberikan respons.

Meski begitu, dalam hati saya merasa sangat bersyukur. Operasi telah berjalan dengan lancar.

Setelah operasi, saya menjalani perawatan di ruang ICU selama sekitar 24 jam. Beberapa alat medis dan selang masih terpasang untuk membantu pemantauan kondisi tubuh saya.

Setelah keadaan mulai stabil, saya dipindahkan ke ruang Intermediate 1. Perlahan kondisi saya membaik. Memasuki hari ketiga, saya mulai dirawat di ruang perawatan biasa. Satu per satu alat yang sebelumnya terpasang mulai dilepas oleh dokter dan perawat.

Akhirnya, setelah melewati rangkaian perawatan, saya diperbolehkan pulang pada Sabtu sore, 1 Februari 2025. Total waktu saya menjalani perawatan di rumah sakit adalah enam hari, sejak 27 Januari hingga 1 Februari 2025.

Dari perjalanan ini, saya semakin memahami pentingnya perlindungan kesehatan. Saya sangat bersyukur karena seluruh proses pengobatan, mulai dari pemeriksaan di RS Sentra Medika Cisalak hingga operasi dan perawatan di RS Jantung Harapan Kita, dapat berjalan dengan baik dengan dukungan asuransi.

Ketika saya harus terbaring di ruang operasi, saya merasa lebih tenang karena ada jaminan yang membantu memastikan seluruh proses medis berjalan dengan aman dan nyaman.

Saya mengucapkan terima kasih kepada para dokter, perawat, seluruh tenaga kesehatan, pihak rumah sakit, keluarga, dan khususnya pihak asuransi yang telah memberikan dukungan dalam perjalanan saya menghadapi kondisi ini.

Pengalaman menjalani operasi bypass jantung memberikan pelajaran besar bagi saya. Tubuh sebenarnya selalu memberikan tanda, hanya terkadang kita terlambat menyadarinya.

Nyeri dada yang awalnya saya kira hanya masalah gigi ternyata menjadi peringatan penting dari tubuh saya.

Kini saya melihat hidup dengan cara yang berbeda. Operasi bypass jantung bukan hanya sebuah tindakan medis, tetapi juga sebuah kesempatan kedua untuk menjalani hidup dengan lebih sehat, lebih bersyukur, dan lebih menghargai setiap waktu yang diberikan.

Sebelumnya, kenaikan biaya layanan kesehatan atau inflasi medis menjadi salah satu tantangan yang semakin mendapat perhatian di Indonesia. Berdasarkan laporan MMB Asia Health Trends 2026, tingkat inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8 persen pada 2026. Angka tersebut berada di atas rata-rata Asia yang diperkirakan sebesar 12,5 persen. Dalam sebuah diskusi yang digelar Allianz Indonesia secara online bertajuk “Menjaga Keberlanjutan Perlindungan Kesehatan di Tengah Kenaikan Biaya Medis” pada Rabu (17/6/2026), Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, Rina Triana, menyampaikan bahwa kenaikan biaya medis menjadi tantangan yang dihadapi berbagai pihak dalam ekosistem kesehatan, termasuk industri asuransi.

Menurutnya, selain dipengaruhi oleh inflasi dan perkembangan teknologi medis, biaya kesehatan juga terdampak oleh faktor ekonomi makro.

“Ketergantungan terhadap bahan baku obat dan alat kesehatan impor membuat perubahan nilai tukar rupiah dapat memengaruhi biaya layanan kesehatan di dalam negeri,” jelasnya.

Data Allianz Indonesia menunjukkan rata-rata biaya perawatan sejumlah penyakit kritis mengalami peningkatan dalam periode 2020 hingga 2025. Biaya perawatan penyakit jantung tercatat meningkat hingga 219 persen, kanker 179 persen, dan stroke 169 persen.

Sepanjang 2025, Allianz Life dan Allianz Syariah membayarkan klaim dan manfaat senilai Rp6,3 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp3,7 triliun merupakan klaim kesehatan.

Rina mengatakan bahwa meningkatnya biaya layanan kesehatan menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan di masa depan.

“Berbagai penyesuaian yang dilakukan di industri asuransi bertujuan untuk menjaga kecukupan manfaat dan memastikan akses peserta terhadap layanan kesehatan tetap tersedia,” katanya.

Ia juga menilai perlindungan kesehatan perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Pasalnya, dampak penyakit kritis tidak hanya mencakup biaya perawatan saat menjalani rawat inap, tetapi juga biaya pemulihan, pengobatan lanjutan, serta kebutuhan medis lainnya yang dapat berlangsung dalam jangka waktu panjang. (aro)

Tags: jantungpenyakit

Berita Terkait.

Promo KTP hingga Super Mantap, Liburan September di The Jungle Makin Hemat
Gaya Hidup

Promo KTP hingga Super Mantap, Liburan September di The Jungle Makin Hemat

Kamis, 10 September 2026 - 17:26
hyo
Gaya Hidup

Ahn Hyo Seop Tampil Memukau dalam Stills Pertama Drama “Final Table”, Tayang Perdana Akhir Oktober

Kamis, 10 September 2026 - 13:33
crystaline
Gaya Hidup

Usung Semangat #MoreThanARace, Crystalin Run Xperience 2026 Siap Digelar di Jakarta

Kamis, 10 September 2026 - 09:14
leee
Gaya Hidup

Lee Jung Eun Ungkap Perjuangan Lunasi Utang 50 Juta Won Selama 13 Tahun

Kamis, 10 September 2026 - 04:14
lee
Gaya Hidup

Lee Joon Gi dan Sakaguchi Kentaro Hadir di “kiDnap GAME”, Thriller Penculikan Lintas Asia

Kamis, 10 September 2026 - 03:30
ryu
Gaya Hidup

Jauh dari Masa Kejayaan, Ryu Seung Ryong Jalani Kehidupan Pahit di “Portrait of a Family”

Kamis, 10 September 2026 - 02:22

OLAHRAGA

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur
Olahraga

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Editor Dilianto
Jumat, 11 September 2026 - 02:21

INDOPOSCO.ID – Target besar dipasang cabang olahraga esports Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dari delapan nomor yang diikuti, Kontingen...

SelengkapnyaDetails
lc

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Kamis, 10 September 2026 - 10:50
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07
wo

Prabowo Siapkan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games 2026

Kamis, 10 September 2026 - 06:06

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    639 shares
    Share 256 Tweet 160
  • Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

    638 shares
    Share 255 Tweet 160
  • Bea Cukai Kediri Amankan 804 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

    638 shares
    Share 255 Tweet 160
  • Jadwal Liga Champions: Bayern-MU Jumpa Lawan Mudah, Wakil Italia Siap Debut

    633 shares
    Share 253 Tweet 158
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.