• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Perang Bintang

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

Saya begitu ingin menulis soal ditemukannya uang ratusan miliar rupiah di sebuah kafe di Jakarta Selatan itu. Tapi saya sedang agak terisolasi sekarang ini. Saya sedang seperti seekor burung di sangkar emas.

Kamar saya ini begitu nyaman, besar dan agak mewah. Tapi saya tidak bisa berkomunikasi secara bebas. Sulit menggali bahan yang memadai untuk menulis kasus yang sangat panas di Jakarta itu.

BacaJuga:

Untung Hoki

KDKMP Tercinta

Wasiat Icha

Saya sedang di Rusia. Di bagian paling timur Russia: Vladivostok. Arus informasi sedang dibatasi. Terutama sejak Rusia manyerang Ukraina –yang kemudian jadi perang berlarut. Saya masih bisa menerima dan kirim WA tapi tidak bisa membuka dokumen, foto, atau video.

Saya agak telat tahu: menggunakan WeChat-nya Tiongkok lebih lancar. Saya pun mencoba berkomunikasi pakai WeChat. Tapi tetap saja sulit: tidak banyak sumber berita di Indonesia yang punya WeChat.

Saya pun disarankan pakai Telegram. Tapi sudah lama Telegram saya mati. Telegram itu saya install saat saya ke Kamboja dulu. Di sana semua orang pakai Telegram –sangat jarang yang pakai WA.

Maka untuk sementara saya jadi pembaca berita saja: sambil membayangkan betapa serunya peristiwa itu. Polisi menggerebek sebuah kafe yang menyimpan brankas rahasia: berisi ratusan miliar rupiah. Juga benda berharga mulia.

Temuan itu dikaitkan dengan nama Jaksa Agung Muda tindak pidana korupsi: Febrie Adriansyah. Lalu rumah pejabat puncak Kejagung itu dijaga tentara –mengesankan polisi jangan sampai datang ke rumah itu untuk melakukan penggeledahan lanjutan.

Kadang, dengan hanya membayangkan bisa lebih seru dari melihat langsung peristiwanya. Meski saya sudah hati-hati saat menyeleksi berita yang saya baca tetap saja berkesimpulan tidak ada peristiwa lebih seru dari ini: kepala tim pemberantasan korupsi Mabes Polri sedang mengungkap korupsi kepala tim pemberantasan korupsi Kejaksaan Agung. Luar biasa serunya.

Tentu saya baca juga berita konferensi pers Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah. Ternyata ia mengatakan uang yang ditemukan itu bukan miliknya. Ada sendiri pemiliknya. Lalu salah satu rumah yang digeledah itu juga bukan rumahnya. Ada pemiliknya.

Setelah mendengar bantahan itu netizen menulis: “kalau tidak ada yang punya berarti itu punya saya”. Seorang wartawan tua menulis: “Itu punya saya. Akan saya ambil sekarang”.

Intinya: kasus ini masih akan seru dan berkembang sangat panjang. Kejaksaan Agung belum lama menangkap dua jenderal polisi dalam kasus Makan Bergizi Gratis. Kini Mabes Polri mengincar ”jenderal” di Kejaksaan Agung.

Setelah dua hari hanya bisa membaca, saya pun merenungkan apa yang pernah saya tulis: apakah peristiwa ini menandakan Indonesia sudah mencapai tipping point atas meluas dan memprihatinkannya korupsi?

Anda sudah ingat: saya pernah menulis bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi di Indonesia harus menunggu terjadinya tipping point. Kemarin-kemarin diberantas seperti apa pun tidak akan berhasil. Sudah sangat mengakar. Masing-masing punya rahasia dan bunya backing. Seperti diungkapkan Prof Mahfud MD, situasnya sudah saling menyandera.

Anda sudah tahu: di Hong Kong dulunya juga seperti itu. Lebih parah. Korupsinya lebih hebat dari di Indonesia. Sampai perawat yang sudah pegang alat suntik pun belum akan menyuntikannya kalau belum disogok. Petugas pemadam kebakaran yang sudah tiba di lokasi kobaran api belum akan nenyemprotkan air sebelum diberi uang sogokan.

Puncak dari saling sandera korupsi di sana adalah saling serang antara penegak hukum. Bahkan saling serang sesama polisi. Masing-masing penegak hukum menjadi backing pihak yang berlawanan. Bahkan sesama polisi bisa mem-backing-i dua pihak yang berseberangan. Akhirnya saling bongkar. Saling tembak. Meletuslah kekerasan fisik dan senjata antar backing.

Itulah tipping point korupsi di Hong Kong.

Semua penegak hukum tidak bisa dipercaya.

Lalu lahirlah ”KPK” di sana.

Setelah itu Hong Kong menjadi sangat bersih dari korupsi, sogok, dan suap. Anda juga sudah tahu: saya pernah mendatangkan ketua ”KPK” Hong Kong ke Jakarta. Di zaman Presiden Megawati Soekarnoputri. Tapi ide yang saya kembangkan saat itu ditolak oleh hampir semua kalangan. Yakni pengampunan korupsi seperti yang dilakukan di Hong Kong setelah terjadinya tipping point.

Apakah ”perang bintang” di Jakarta sekarang ini sudah merupakan pertanda Indonesia pun sudah mencapai tahap tipping point dalam urusan perkorupsian?

Atau kasus besar ini akan cepat reda lagi lewat ”perdamaian” antar penegak hukum untuk saling menutupi borok masing-masing –lalu Indonesia masih akan menunggu datangnya tipping point yang sebenarnya? (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 10 Juli 2026: Rampok Mamdani

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

KEADILAN MEMBUTUHKAN BUKTI, BUKAN SEKADAR PELUIT.. Dalam ilmu hukum dikenal satu asas sederhana: Keadilan tidak cukup dilakukan, tetapi juga harus tampak dilakukan. Sepak bola modern mengadopsi prinsip itu melalui VAR. Teknologi bukan untuk menggantikan wasit, melainkan mengurangi peluang kekeliruan yang menentukan nasib pertandingan. Karena itu, ketika insiden penting tidak ditinjau melalui VAR, pertanyaan publik menjadi wajar. Bukan semata soal Mesir atau Argentina. Yang dipertaruhkan adalah kredibilitas sistem. Kepercayaan publik dibangun dari konsistensi prosedur. Sekali prosedur diabaikan, ruang spekulasi langsung terbuka. Di situlah lahir istilah “dirampok”. Bukan sebagai putusan hukum, melainkan ekspresi kolektif atas rasa ketidakadilan. Teknologi dapat mengoreksi pandangan mata. Namun, hanya integritas yang mampu menjaga marwah pertandingan.

Wilwa

Yakov Rabkin adalah Rabbi Yahudi yang menentang gerakan Zionis. Tidak semua orang Yahudi, terutama yang liberal dan terpelajar, setuju dengan gerakan Zionis Netanyahu. Jeffrey Sachs, Professor Ekonomi Pembangunan dari Harvard, adalah salah satunya. Jeffrey Sachs dapat dikatakan dipengaruhi oleh Yakov Rabkin sejak masih muda. Simak youtube ini: Conversation with Yakov Rabkin, Israel in Palestine: Jewish Rejection of Zionism. 30 Sep 2025. SDSN. Sustainable Development Solutions Network adalah badan PBB dimana Jeffrey Sachs aktif di sana. Sachs dan Rabkin membahas dan mengkritisi gerakan Zionis yang mulai tumbuh di abad 17 di Inggris lalu menjadi gerakan politik di abad 19 di Inggris hingga terbentuknya Israel berkat Inggris di abad 20. Yakov Rabkin adalah Rabbi sekaligus historian scholar, Professor Emeritus di Universitas Montreal yang berpengaruh besar pada gerakan Yahudi Liberal di USA dan dunia. Karena itu saya yakin bahwa dunia ini lebih damai bila orang beragama mau berubah dari LITERAL menjadi LIBERAL, apapun agamanya. Dari yang percaya membabibuta pada apa yang ditulis di kitab suci, menjadi orang yang mau berpikir dengan akal sehat/ common sense dan punya kesadaran bahwa nurani yang up to date melampaui segala kitab yang sudah out of date. Dan dunia bisa lebih damai dan perang bisa dihindari b

Hatami Nugraha

Abah Dahlan, izin sedikit meluruskan soal bus New York di tulisan “Rampok Mamdani”. Kalimat “ternyata hanya enam bulan bus itu gratis, lalu kembali harus bayar” kurang tepat. Faktanya, di era Mamdani (dilantik Januari 2026) bus kota New York belum pernah digratiskan sama sekali — jadi bukan sempat gratis lalu dicabut. Proposal bus gratisnya kandas di Albany: tarif bus dikontrol MTA yang berada di bawah negara bagian, dan Gubernur Hochul menolak mendanai (estimasi biaya $700 juta–$1 miliar per tahun). Bahkan tanggal 8 Juli kemarin Mamdani meluncurkan rencana bus “Next Stop” senilai hampir $900 juta yang isinya hanya soal mempercepat bus (“fast”) — tanpa menyentuh soal gratis (“free”). Yang mungkin tercampur: (1) pilot bus gratis 5 rute tahun 2023–2024, berjalan hampir setahun dan berakhir Agustus 2024 — itu sebelum Mamdani jadi wali kota; atau (2) Kansas City, kota inspirasi Mamdani, yang baru saja menghentikan program bus gratisnya setelah enam tahun karena biaya membengkak. Kesimpulan besar Abah tetap benar: janji-janji Mamdani (bus gratis, toko grosir murah) memang belum terwujud karena APBD tidak cukup. Hanya framing “sempat gratis enam bulan”-nya yang perlu diluruskan, supaya pembaca Disway tidak membawa pulang fakta yang keliru. Salam hormat dari Bandung.

Imam Hanafi

Indonesia telah dirampok. Oleh pejabatnya sendiri. Ramai2. Setiap saat. Tanpa lelah. Indonesia telah dirampok. Dengan banyak cara. Modus canggih2. Indonesia telah dirampok. Sampai habis. Tak tersisa. Tertinggal ampasnya buat gizi anak2. Itupun masih dirampok lagi, ditengah jalan. Oleh mereka yang mulutnya berbusa2.

Ahmad 9389

Ternyata di US pemilu-nya masih pakai kertas, yang notabene cukup menghabiskan anggaran dan teknologinya mereka juga sudah sangat maju. Berarti masih ekonomis pemilu di vrindafan yang sudah pakai teknologi EVM dan menghemat waktu. Kalau tidak salah juga di afrika, transaksi banknya pakai USSD lebih ekonomis dan tepat guna. Mungkin teknologi tidak diperlukan karena kurangnya kepercayaan antara sesama, apalagi buzzer-buzzer sudah paham sekali celah teknologi dan celah politik

pak tani

Kemungkinan Pak Bos sedikit berpihak ke Mesir. Karena ada Salah. Pemain kesayangan fans Liverpool. Yang baru saja mengakhiri musim terakhirnya di Liverpool, dikabarkan akan pindah ke Liga Arab. Cukup menyedihkan juga, Liverpool yg 2 musim lalu berhasil menjadi kampiun liga Inggris, kompetisi terakhir justru terseok2, bahkan nyaris tidak masuk zona liga Champion. Dan… untuk piala dunia saat ini, tidak ada skuad Liverpool yg masuk timnas Inggris. Sedih? Masih lebih menyedihkan nasib rakyat konoha. Jaksa pemburu koruptor kakap, ternyata lebih korup dari buruannya.

yea aina

Sudah tapi belum ala Mamdani memang beda. Pun janji kampanye sudah diucapkan, tapi belum direalisasikan. Kutipan alinea terakhir tulisan “Rampok Mamdani”: Semua itu tidak sampai menurunkan citra Mamdani. Rakyat tahu: APBD New York tidak cukup. Tersiar berita bahwa walikota yang lama telah terlalu banyak utang yang membebani keuangan New York. Apapun situasinya, cara berkomunikasi yang pas: koentji. Bahkan sikap Mamdani yang agak anti “arus utama” Itu, bisa dikominikasikan secara lugas dan apik. Tanpa perlu emosional berapi-api mengucapkan mantra: ndasmu. Ketika warisan utang gede, mulai dipertanyakan publik.

yea aina

Sedang marak: saling “tangkap” antar APH. Proses penggerebekan, serta barang bukti yang ditemukan beredar luas di medsos. Di internet yang dunia maya itu. Tapi tanpa menyertakan identitas valid, siapa pelaku yang bertanggung jawab. Rasanya seperti adegan film mafioso: saling mengancam. Tanpa kejelasan. Di sini, tiap terjadi skandal korupsi terkuak, yang dpublikasikan hanya terdakwa kroco-kroco saja. Dalang “pengatur” cerita korupsinya, tidak pernah tersentuh. Mungkin sudah lazim terjadi kongkalikong, antara si dalang dengan wayang yang didapuk jadi APH. Jangankan urusan korup, lhawong aturan syarat capres/cawapres saja bisa diubah seketika. Apa yang tidak bisa dilkukan, kalau Anda penguasa aturannya. Cawe-cawe tak kasat mata.

Liáng – βιολί ζήτα

iseng-iseng saja. CHDI : Bolanya dibentuk seperti apel –kan New York disebut kota “Big Apple” Sepertinya, bukan hanya New York yang disebut “Big Apple” – Buenos Aires juga….. Di musikal/drama Evita yang berkisah tentang Eva Perón, ada beberapa soundtrack, selain lagu Don’t cry for me Argentina, ada lagu Beware of the City….. Penggalan lagu Beware of the City : [Eva:] —> I wanna be a part of B.A. Buenos Aires, Big Apple. [Eva’s family:] —> She wants to be a part of B.A. Buenos Aires, Big Apple. Dan….. harapan saya : tetangga sebelah utara (Norwegia) yang menjadi Juara Piala Dunia 2026…..

Liáng – βιολί ζήτα

Firaun Horemheb. Tidak sedikit kasus korupsi dengan nilai fantastis, justru dilakukan oleh aparat penegak hukum itu sendiri….. Lantas, siapa yang mesti mengadili mereka, jikalau sesama penegak hukum ada kecenderungan melakukan hal yang serupa….. Mungkin, kita perlu sosok seperti Firaun Horemheb….. yang memiliki kekuasaan mutlak, tetapi anti-korupsi….. Sejarah mencatat, bahwa Firaun Horemheb yang berkuasa sekitar tahun 1300 SM, justru dikenal melakukan reformasi besar-besaran karena harus memberantas praktik korupsi yang merajalela di kalangan pejabat pengadilan dan pemungut pajak pada masa itu. (Meskipun Firaun memegang kekuasaan mutlak atas seluruh wilayah dan kekayaan Mesir, korupsi biasanya dilakukan oleh para pejabat, birokrat, dan juru tulis (bendahara) di bawah pemerintahan mereka. Para pejabat ini sering kali melakukan penggelapan pajak, pemerasan, manipulasi takaran barang, hingga suap guna memperkaya diri sendiri.)

Wilwa

@Liam. Bahkan plat nomor kendaraan bermotor kita tercipta karena invasi Inggris/Raffles. Regu Pasukan A mendarat di Banten, Regu Pasukan B mendarat di Jakarta, lalu bersama-sama menuju Yogyakarta sehingga plat nomor Yogyakarta adalah AB. Pasukan yang dimaksud mengendarai kereta kuda. Yang kusirnya di kanan. Alias stir kanan. Itulah warisan Inggris kepada Nusantara yaitu berkendara di sebelah kiri dengan stir mobil di sebelah kanan. Kebalikan dengan Perancis. USA karena dibantu Perancis merdeka dari Inggris maka stirnya kiri dan berkendara di kanan jalan. Lha kok sampe bahas stir mobil. :):):)

pak tani

Konpres Jampidsus ‘uang itu ada yg punya dan ada kegiatannya’ Bagi perusuh yg merasa memiliki uang tsb harap segera diambil. Ditunggu 2×24 jam. Selewat itu , uang akan disetor ke Patriot bond.

Wilwa

Harusnya MBG dikelola oleh sekolah kalau MBG nya untuk anak sekolah, atau dikelola puskesmas kalau MBG nya untuk ibu hamil dan menyusui. Idealnya begitu. Bukannya dikelola TNI atau Polisi. Tapi hidup di negeri MBG (Maling Bandit Garong) alias hidup di negeri KMP (Korupsi Massal Pejabatnya), ya memang begini. Hhhhh

Juve Zhang

@pak Tani sudah umum kan siapa perusuh yg merasa menitipkan emas batangan dan uang di cafe dicipete silakan ambil … Rasanya kalau Imbal balik 70:30 banyak yg mau antrian mengamankan emas batangan dan uang itu …30 % buat perusuh ….70% buat pemilik….wkwk…ayo buruan daftar….kerja sampai uban an semua juga gak bakal dapat 1% nya…..sebuah pengumuman menarik bagi yg jualan anggur kolesom alias pengangguran di kerajaan Singosari.

Liam Then

Iseng hitung temuan uang +emas . Kalau di USD kan berapa nilainya itu. Dengan kurs 16300 ternyata jumlahnya cuma US$29,2 juta. Kurang banyak untuk bayar paket rudal Brahmos kalo kesepakatan pembelian pemerintah ke India sebesar 630jt USD direalisasikan. Filipina punya kontrak 3 sistem baterai Brahmos nilainya 375jt USD. Sampai sekarang juga belum dipakai, dan mungkin sebisa mungkin mereka harap tak sampai dipakai. Selama ini saya kira sistem rudal Brahmos itu senjata ofensif. Kita mau nyerang siapa kalo begitu? Dan siapa diantara tetangga kita yang begitu jahat mau nyerang Indonesia? Pertahanan teritorial RI ini memang bikin pusing. Garis pantai 90.000 km lebih. Amerika saja kabarnya hanya 1/5 nya. Bayangkan teritorial udaranya kalau begitu.

Wilwa

Tapi jangan lupakan Haaland. Sebuah fenomena yang membuat satu stadion penuh dengan Norwegians yang melakukan gerakan mendayung ala pelaut Viking ribuan tahun yang lalu. Tak hanya di stadion tapi juga di lapangan terbuka di Oslo. Juga dilakukan anggota parlemen Norwegia di gedung parlemen. Kalau Norwegia juara dunia 2026, sungguh luar biasa. The Viking Attacks! Ro Ro Ro Ro Ro!

Wilwa

Messi vs Mbappe layak bertemu di final. World Cup dari pertama sampai kini memang didominasi Eropa Barat (JIPIS = Jerman, Italia, Perancis, Inggris, Spanyol) atau Amerika Selatan (BAU = Brazil, Argentina, Uruguay).

Joko Wito

“Ternyata hanya 6 bln bus itu gratis, lalu harus berbayar kembali” suatu pernyataan yang bisa jadi pencerahan, untuk menyelesaikan keruwetan program program di negeri ini. Pemimpin kita bisa meniru Mamdani, secara jujur menerangkan banyak utang yang membebani keuangan New York.Bisa juga mengkambinghitamkan,bahws toh Mambani juga melakukanya.Pembatalan bus gratis.Tentu untuk MBG juga bisa. Citra tetap terjaga, fiskal aman sentosa. Seharusnya..

heru santoso

Alkisah, suatu sore Mbak Is main ke rumah Cak Mul. Sambil duduk santai di teras, mereka ngobrol ngalor-ngidul ditemani secangkir teh hangat tanpa gula. Pas lagi asyik-asyiknya cerita, tanpa sengaja Mbak Is menyenggol rak di sebelah kursinya. Brak! Sebuah sepatu sukses terjun bebas ke lantai. Bukan karena grogi ya, murni karena kesenggol aja. Melihat hal itu, Cak Mul dengan sigap langsung mengambil sepatu tersebut. Sambil tersenyum, dia berujar, “Nah, ini dia. Ini sepatunya Bli Leong yang dititipkan ke saya.” Usut punya usut, sepatu itu memang punya sejarah tersendiri. Ceritanya bermula waktu mereka senam di Pacet dulu. Gara-gara kena sindir halus supaya sering-sering berbagi dan beramal, Pak Dahlan akhirnya langsung mencopot sepatunya dan menghadiahkannya kepada Bli Leong. Mendapat “durian runtuh”, Bli Leong pun dengan bangga langsung memakai sepatu pemberian Pak Dahlan saat itu juga. Saking girangnya, sepatu lamanya malah terlupakan. Sepatu itu dititipkan ke Cak Mul, dan entah karena keasyikan atau memang pikun, sampai sekarang belum sempat diambil balik. Kalau cerita soal titip-menitip sepatu, okelah kita semua masih bisa percaya. Tapi entah ya… kalau yang dititipkan di rumah Cak Mul itu emas batangan seberat 74 kg.

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Untung Hoki

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

KDKMP Tercinta

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Wasiat Icha

Senin, 6 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Model Polytron

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Serba Mirip

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Hoax Bijaksana

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1443 shares
    Share 577 Tweet 361
  • Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    920 shares
    Share 368 Tweet 230
  • 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Desak Pengusutan Tanpa Ampun

    912 shares
    Share 365 Tweet 228
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2407 shares
    Share 963 Tweet 602
Kane
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Jelang Inggris vs Norwegia, Harry Kane Berharap Haaland Kehilangan Taji

Editor Nelly Marinda Situmorang
Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34

INDOPOSCO.ID - Duel Timnas Inggris kontra Norwegia di babak perempat final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua penyerang bintang, yakni...

SelengkapnyaDetails
Merino

Hasil Piala Dunia: Spanyol Tekuk Belgia 2-1, Super Sub Merino Loloskan La Furia Roja ke Semifinal

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:32
swiss

Argentina vs Swiss: Xhaka Ungkap Tujuan Kelima, Murat Yakin Cium Titik Lemah Tim Tango

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:44
inggris

Inggris vs Norwegia: Tiga Singa Bertumpu pada Pengalaman, Vikings Kejar Sejarah

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:15
pildun

Spanyol vs Belgia: La Furia Roja Andalkan Pertahanan Sempurna

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:28
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.