INDOPOSCO.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan kinerja keuangan yang solid hingga Mei 2026. Melalui transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten serta penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba, kredit, dan dana pihak ketiga (DPK) yang melampaui rata-rata industri perbankan nasional.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi hingga Mei 2026, BTN membukukan laba bersih sebesar Rp1,85 triliun, meningkat 54,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun. Pertumbuhan tersebut jauh melampaui rata-rata pertumbuhan laba industri perbankan nasional yang menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai 4,96 persen.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa transformasi yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia.
“Transformasi yang kami jalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara. Kami terus meningkatkan produktivitas, memperkuat efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi layanan, serta mengembangkan bisnis beyond mortgage agar BTN mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nixon di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Menurut Nixon, integrasi BTN ke dalam ekosistem Danantara menjadi katalisator penting dalam mempercepat transformasi perusahaan. Sinergi tersebut membuka peluang efisiensi operasional melalui pemanfaatan layanan bersama (shared services), memperkuat struktur permodalan, serta meningkatkan kolaborasi lintas sektor guna mendukung ekspansi bisnis yang lebih agresif dan berkelanjutan.
Selain mencatat lonjakan laba, BTN juga membukukan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp7,13 triliun, meningkat 15,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp403,06 triliun, tumbuh 9,97 persen dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun. Pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat 8,62 persen.
Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp433,95 triliun, naik 9,09 persen secara tahunan dari Rp397,78 triliun. Angka ini juga melampaui pertumbuhan DPK industri yang sebesar 4,29 persen.
Kinerja operasional BTN juga menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, laba operasional konsolidasi mencapai Rp2,39 triliun, meningkat 58,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun Pre Provision Operating Profit (PPOP) BTN Group tercatat sebesar Rp3,98 triliun, atau tumbuh 20,07 persen secara tahunan.
Perseroan terus mempercepat transformasi melalui penyederhanaan proses bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, modernisasi infrastruktur teknologi informasi, percepatan digitalisasi layanan, serta optimalisasi sinergi dengan entitas dalam ekosistem Danantara. Langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan organisasi yang lebih adaptif, efisien, dan mampu menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Nixon menegaskan, transformasi BTN menuju bank beyond mortgage menjadi strategi utama untuk memperluas sumber pertumbuhan bisnis sekaligus memenuhi kebutuhan finansial masyarakat secara lebih menyeluruh.
“BTN tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan rumah. Kami terus memperluas peran sebagai bank yang mendampingi kebutuhan finansial masyarakat di setiap tahap kehidupan, mulai dari mewujudkan kepemilikan rumah, mendukung berbagai kebutuhan gaya hidup, hingga mempersiapkan masa pensiun. Pada saat yang sama, kami juga membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi untuk mempermudah transaksi di seluruh rantai nilai bisnis perumahan beserta sektor-sektor yang terkait di dalamnya. Dengan dukungan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, kami optimistis BTN akan terus tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Nixon.
Melalui transformasi yang terus dipercepat dan dukungan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, BTN optimistis mampu memperkuat daya saing sebagai bank modern yang tidak hanya unggul di sektor pembiayaan perumahan, tetapi juga menjadi institusi keuangan yang adaptif dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.(rmn)


















